Love & Sex

Stop Aksi Jual Mahal! Ini Cara Gaet Pria Ala Wanita Modern

  by: Kezia Calesta       10/11/2019
  • Dari semua konstruksi gender yang telah dibasmi oleh wanita fearless, masih ada satu budaya yang aktif hingga sekarang: aksi jual mahal.


    Ketika sedang PDKT, banyak wanita masih menunggu si pria untuk mengirim chat pertama, menelepon, meresmikan hubungan… semuanya masih tergantung si dia. Arthur Markman, PhD, dosen psikologi dari University of Texas, menyatakan bahwa konsep ‘pria-mengejar-wanita’ sudah ada sejak lama dan merupakan bagian dari dinamika kekuatan yang tidak setara. “Bermain jual mahal juga biasa digunakan agara seorang wanita tidak dianggap ‘mudah didapat’, sehingga membuatnya tampak tidak menarik,” ujar Marisa Cohen, PhD..




    Kenyataannya: mengaku tidak available jarang menghasilkan efek yang diinginkan. Tentu, hal ini bisa menyingkirkan pria “nakal” yang hanya mengincar kencan satu malam. Tapi ketika kamu menemukan pria yang disukai, ada baiknya kamu lebih jelas dengan perhatian yang diberikan.


    Menurut penelitian, kamu harus menunjukkan rasa ketertarikan dan bahkan terkadang mengambil alih! “Ketika wanita memberikan usaha pada seseorang yang cocok dengannya, ia menghilangkan perilaku pasif terhadap perkencanan,” jelas Julia Spira, dating coach dari Los Angeles. Singkirkan aturan main kuno dan ikuti panduan Cosmo untuk menggaet pria incaran!


    Kamu match dengan seorang pria tampan di sebuah aplikasi kencan. Ia mengirim chat dan kamu berbincang sepanjang malam, tapi keesokan harinya… ponselmu tidak berdering lagi.

    DULU: Move on. Masih banyak pilihan lain dan pria ini harus lebih gigih jika ia benar menginginkan kamu.

    SEKARANG: Jika kamu merasakan suatu koneksi, anggaplah perasaan dia sama. Ketimbang langsung blacklist, dating coach Laurel House menyarankan mengirim chat untuk melanjutkan obrolan yang terbengkalai. Bahas topik baru yang general namun menarik, misalnya menanyakan film terakhir yang ia tonton di bioskop. Suara jangkrik? Oke, sekarang kamu boleh move on.


    Saat pertama bertemu, kamu menemukan bahwa ia pun menyukai band yang sama denganmu. Weekend berikutnya, kamu mendapatkan dua tiket konser untuk malam itu.

    DULU: Kamu berasumsi, “This is too soon!” Jadi kamu memutuskan untuk mengajak teman saja.

    SEKARANG: Silahkan ajak dia, ujar Julia. “Kirimkan chat, ‘mau melakukan sesuatu yang spontan? Kalau kamu free, saya punya dua tiket konser untuk malam ini.’” Skenario ini pernah terjadi pada Julia, dan ia mengaku bahwa pria tersebut mengiyakan tawaran tersebut, kemudian mentraktir dia untuk makan malam setelahnya. “Malam itu seru dan memberikan mood tepat untuk memajukan hubungan tersebut.”




    Kamu dan dia berciuman untuk pertama kalinya, dan rasanya hebat! Now what?

    DULU: Stay cool seakan kamu tidak peduli (walaupun sebenarnya kamu menceritakan setiap detail pada the girls), lalu kirimkan chat “terima kasih untuk kemarin” tiga hari kemudian.

    SEKARANG: “Jika ingin bertemu dengannya lagi, lebih baik sampaikan padanya sesegera mungkin. Kirimkan chat singkat yang seksi dan fun… serta menghilangkan rasa khawatirnya. Yes, pria juga bisa insecure jika kamu tidak memberikan feedback tentang malam spesial tersebut! Jangan bikin dia berandai tentang perasaanmu. Saran Cosmo, kirim pesan seperti: “Senang bisa mengenal kamu lebih jauh lagi :) Tidak sabar untuk pertemuan berikutnya.” Yas, gurl!


    Ia mengirimkan chat pada hari Jumat jam 6 sore dan menanyakan rencana kamu malam itu.

    DULU: Tunggu beberapa jam untuk membalas, lalu katakan bahwa kamu sibuk – walaupun sebenarnya kamu sedang bersantai depan TV.

    SEKARANG: Betul sih, timing tidak tepat. Tapi kamu pun harusnya bisa menghubunginya duluan, kan? Jika kamu ingin bertemu namun khawatir akan ambisinya, katakan: “Hey, sejujurnya saya mau bertemu tapi tidak bisa mendadak. Kalau hari Kamis, gimana?” Atau, jika kamu percaya dengan niat baiknya, maka balas: “Kebetulan jadwal saya kosong, yuk bikin rencana last-minute! Tahu tempat hangout baru?” Apapun balasanmu, respons yang segera merupakan pilihan terbaik.


    Seminggu telah berlalu sejak kamu dan si dia terakhir berkomunikasi.

    DULU: Kamu stalking Instagramnya tiada henti, namun tidak mengontaknya. Pada saat yang sama, kamu merencanakan sebuah kencan bersama pria lain sebagai balas dendam atas harapan kosong yang telah diberikan.

    SEKARANG: Hubungi dia. Kalau tidak, Hubungan tersebut akan dibangun dari rasa bingung dan ketidakpercayaan. “Jika beberapa hari lalu kamu menemukan sesuatu yang ia sukai di Internet, kirimkan padanya,” Julia menyarankan. Kamu juga bisa kirimkan meme kocak atau InstaStories makanan lezat padanya. Setelah ia membalas, usulkan kegiatan untuk kencan berikutnya – seperti menonton film horor baru di bioskop. Dengan berinisiatif, ia akan mengetahui tujuan kamu… dan kamu bisa memilih aktivitas yang bisa menyenangkan hati kedua belah pihak!


    (Image: doc. ammentorp©123RF.com / Source: Cosmopolitan Indonesia / Alvin Yoga / Silvya Winny)