Better You

8 Manfaat Minyak Alpukat untuk Kesehatan Kulit dan Rambut

  by: Alexander Kusumapradja       8/11/2019
  • Cosmo babes, buah alpukat ternyata tak hanya sedap dikonsumsi langsung tapi juga bisa diolah menjadi minyak esensial hasil ekstraksi melalui proses penyaringan untuk menghasilkan minyak alpukat yang kaya akan berbagai nutrisi dan vitamin bagi kesehatan kulit dan rambut. Dibanding minyak esensial lain, minyak alpukat memiliki sifat alami yang lebih ringan sehingga lebih mudah menyerap ke dalam kulit dan rambut serta tidak meninggalkan sisa minyak. Proses penggunaannya sendiri bisa dengan berbagai cara, dari mulai dipijatkan langsung ke kulit, dipakai sebagai masker wajah, atau dicampur dengan lotion, krim, gel mandi, atau bath oils. Apa saja manfaatnya? Kita lihat satu per satu ya!


    1. Melembapkan dan menutrisi kulit.

    Di samping vitamin E, minyak alpukat juga mengandung potasium, lesitin, dan banyak nutrisi lainnya yang bisa melembapkan dan menutrisi kulit tubuh. Bagian terluar kulit alias lapisan epidermis dapat dengan mudah menyerap nutrisi tersebut untuk membantu regenerasi kulit. Saat berendam air hangat dalam bath tub, celupkan beberapa sendok teh minyak alpukat untuk membuat kulit terasa lembut dan mencegah kulit terasa kering akibat air panas, Kamu pun bisa mencampurnya dengan bath oil beraroma favoritmu seperti lavender atau aloe vera. Minyak alpukat juga dapat dikombinasikan dengan minyak esensial lain untuk dipijatkan ke kulit setelah mandi sebagai pelembap.




    2. Meredakan peradangan akibat psoriasis dan eksim.

    Kandungan antioksidan dan vitamin dalam minyak alpukat membantu memulihkan kondisi kering, iritasi, dan bersisik yang sering diasosiasikan dengan penyakit psoriasis dan eksim pada kulit. Psoriasis sendiri adalah peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas. Terkadang, psoriasis juga disertai dengan gatal dan nyeri. Psoriasis lebih sering muncul di daerah lutut, siku, punggung bagian bawah, dan kulit kepala dan dapat dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada orang berusia 15-35 tahun. Sementara eksim sering disebut juga dermatitis yang merupakan kondisi ruam kemerahan dan gatal pada area kulit. Penyebab umum dari eksim biasanya adalah kulit kering, keringat, alergi terhadap bahan pakaian, cuaca, dan masih banyak lagi di samping faktor genetik yang menyebabkan seseorang mudah terkena eksim. Sebelum mengaplikasikan minyak alpukat ke kulit yang terpengaruh, sebaiknya coba tes dulu sedikit ke area kulit yang lebih sehat untuk memastikan apakah kamu punya reaksi alergi pada minyak alpukat atau tidak.


    3. Mencegah dan mengobati jerawat.

    Mengaplikasikan minyak alpukat yang didiamkan sebentar di kulit wajah sebelum membilasnya dengan air hangat dapat menjaga kulit tetap terhidrasi tanpa meninggalkan residu minyak yang berarti dapat mengurangi risiko terserang jerawat. Minyak alpukat sendiri punya efek anti peradangan yang dapat mengatasi kulit kemerahan dan rasa panas yang biasanya menyertai jerawat. Bila tidak punya minyak alpukat yang siap pakai dalam wadah botol, kamu juga dapat memanfaatkan buah alpukat segar dengan mengeruk bagian dalam dari kulitnya, diolah sampai halus, lalu dipijatkan dengan lembut ke wajah. Tinggalkan sekitar 15 menit, lalu bilas dengan air hangat.


    4. Mempercepat penyembuhan luka.

    Sebuah riset tahun 2013 menemukan bahwa kandungan asam lemak dan asam oleic dalam minyak alpukat dapat mempercepat pembentukan kolagen yang berguna untuk regenerasi kulit. Di samping itu, asam lemak juga dapat mengurangi peradangan selama masa pemulihan.


    5. Memulihkan kulit yang terbakar sinar matahari.

    Kandungan antioksidan dalam minyak alpukat mampu meredakan gejala terbakar matahari pada kulit menurut riset tahun 2011. Vitamin E, beta karoten, vitamin D, protein, lekitin, dan asam lemak dalam minyak alpukat dapat mempercepat proses penyembuhan dan mendinginkan kulit. Hal ini memperkuat riset yang lain yang menunjukkan bahwa mengonsumsi alpukat dapat membantu kulit dari radiasi sinar UV yang berbahaya.




    6. Mencegah penuaan dini pada kulit.

    Tanda-tanda penuaan umumnya dimulai dari kulit. Beberapa riset menyebut konsumsi lemak yang bermanfaat seperti yang terdapat pada alpukat dapat membantu kulit mempertahankan elastisitasnya. Minyak alpukat dapat dipadukan dengan minyak zaitun untuk diusapkan ke kulit satu atau dua kali sehari. Untuk memberi aroma yang lebih menyenangkan, kita juga bisa tambahkan beberapa tetes minyak lavender atau wewangian lainnya ke dalam campuran tersebut.


    7. Menjaga kesehatan kuku.

    Beberapa orang menggunakan minyak alpukat untuk menjaga kuku agar tidak kering dan rapuh. Namun belum ada riset ilmiah yang membuktikan keuntungan ini. Tapi, memakai minyak alami apapun untuk menjaga kuku dan area kulit di sekitarnya tetap halus dan sehat memang telah lama dipraktikkan oleh orang-orang.


    8. Menjaga kesehatan kulit kepala.

    Kandungan lemak, antioksidan, anti-inflamasi, mineral, dan vitamin A, B, D, dan E dalam minyak alpukat berfungsi untuk menjaga kelembapan rambut, membersihkan kulit kepala dari kotoran, memperbaiki kerusakan folikel rambut, dan mengurangi ketombe yang disebabkan oleh kulit kepala yang kering. Minyak alpukat dapat digunakan sebagai hot oil dengan cara menuangkan sekitar 3 sampai 5 sendok teh minyak alpukat ke gelas kecil dan letakkan gelas tersebut di atas panci berisi air yang sedang direbus. Tes temperaturnya agar tidak terlalu panas, dan bila dirasa cukup hangat, angkat gelas berisi minyak tersebut dari air panas dan pijatkan perlahan ke kulit kepala. Minyak tersebut bisa kita tinggal tidur lalu kita bilas dengan shampoo ketika mandi di pagi hari untuk mengurangi ketombe dan mengangkat sel kulit mati di kepala.


    (Alex K. / Image: Thought Catalog on Unsplash)