Celebrity

Girl Crush! Nadin Amizah Bicara Soal Musik, Fans, dan Mimpi

  by: Giovani Untari       11/11/2019
  • This Girl is On Fire!

    Seorang Instagram-darling yang berevolusi dan membuktikan diri hingga menjadi the most wanted female singer saat ini. Lewat alunan suara dan lagunya bersiaplah untuk mengenal “dunianya” lebih dalam. Sure, Nadin Amizah is sweet, and unstoppable


    Congratulations untuk single terbaru Nadin, Seperti Tulang. Seperti apa cerita dari lagu ini?

    Seperti Tulang saya tulis dengan cerita ketika saya pernah mengalami patah tangan dua kali dan tangan tersebut jadinya tidak tumbuh seperti tangan saya yang kanan. Along the way karena saya adalah orang yang observant dan senang mengamati orang lain, saya jadi menyadari bahwa banyak kepribadian yang dibawa oleh seseorang saat ini ternyata berasal dari luka masa lalu mereka yang belum terselesaikan atau bahkan tidak pernah selesai. Mereka tidak tahu mereka adalah tulang yang tidak sepenuhnya tumbuh dengan sempurna.




    Kamu adalah salah satu musisi muda Indonesia yang memiliki karakter kuat. Bagaimana biasanya memilih kata-kata dalam lirik lagu yang Nadin buat? 

    Jujur sebenarnya lagu saya bukan bahasa yang sastra banget. Kalau dibandingkan dengan sahabat saya yaitu Sal Priadi, bahasa yang ia gunakan benar-benar sastra berat. Sedangkan saya lahir di generasi yang dipenuhi bahasa slang. Hanya kebetulan bunda saya saat sedang marah ia sering menggunakan bahasa baku. Mungkin dari sana saya jadi terbawa. Bunda memang bukan seorang penulis namun ia banyak menulis dan itu akhirnya menurun ke saya.


    Seperti apa awal merasa bahwa musik adalah jalan hidup kamu?

    Sebenarnya tidak ada yang membuat saya merasa bahwa musik adalah jalan hidup saya. Bahkan sekarang pun, saya menganggap bahwa bisa bermusik karena saya diberi kesempatan oleh Tuhan dan semesta. Jika suatu hari nanti diambil oleh Tuhan, saya tidak bisa marah dan sedih, karena mungkin saja waktu saya sudah selesai saat itu. Mungkin ke depannya ada hal lain yang akan saya kerjakan. Hanya untuk sekarang saya masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menceritakan cerita saya dan orang lain melalui suara saya. Maka saya akan memanfaatkan hal itu sebaik mungkin. Bagi saya ini semua hanya pinjaman dari Tuhan.




    Lagu-lagu Nadin seperti Sorai, Rumpang, dan Seperti Tulang mendapat sambutan baik di industri musik. Seperti apa Nadin menggambarkan musik kamu?

    Musik saya... seperti melihat perempuan yang telanjang. Karena rasanya tidak ada yang di-filter. Kalau saya sedih maka musik saya akan sedih sekali, kalau bahagia akan sangat bahagia. It's very vulnerable, dan sangat personal juga.


    Apa filosofi utama yang selalu kamu pegang saat berkarya dan menciptakan musik?

    Kejujuran. Karena saya pernah beberapa kali harus berkarya dan tidak bermodalkan kejujuran dan rasanya seperti melahirkan sesuatu yang tidak ingin saya sebut itu "anak". Rasanya tidak enak saat harus mengeluarkan sesuatu yang tidak kamu kawal dari hati. Jadi saya selalu ingin menciptakan karya yang memang berasal dari hati yang paling dalam.


    Genre musik apa yang ingin sekali bisa Anda coba ke depannya?

    Saya tidak berpaku pada satu genre sebenarnya. Tapi saya suka sekali R&B, saya rasa akan sangat menyenangkan jika suatu saat saya bisa mencoba ke arah sana. 


    Punya lagu yang Nadin tulis dan paling berkesan?

    Sorai. Karena saya selalu bilang bahwa lagu ini adalah lagu penutup dari semua karya saya sampai saya meninggal. Sorai bercerita tentang pelepasan dan saya merasa itu seperti lagu finale dari sejumlah karya saya hingga nanti ke depannya.



    Sebenarnya apa pesan yang ingin disampaikan dari setiap musik yang kamu buat?

    Saya ingin berpesan bahwa para pendengar saya itu tidak sendirian, karena saya di sini untuk menyuarakan suara mereka.


    Menjelang tahun 2020, apa impian dan keinginan seorang Nadin Amizah?

    Tahun depan saya ingin sekali mengeluarkan album, semoga itu terjadi. Dan saya ingin menjadi orang yang jauh lebih bahagia dari saya yang sekarang. Saya berharap bisa membangun kebahagiaan saya sendiri serta bisa lebih aware terhadap lingkungan, supaya saya bisa lebih bahagia. Karena rasanya 2019 ini banyak sekali hal indah yang terjadi, hanya saya terlalu sibuk memikirkan hal yang buruk. Jadi harapan saya tahun depan: no more bad vibes. 


    Apa arti penggemar bagi Nadin? 

    Jika diibaratkan seperti bangunan fans dan keluarga saya adalah fondasinya. Saya hanyalah atapnya. Tanpa saya bangunan tersebut masih bisa berdiri, tapi tanpa mereka saya tidak tahu harus berada di mana.





    Kira-kira apa hal yang paling membedakan seorang Nadin Amizah di atas panggung dan di luar panggung?

    Nadin Amizah di atas panggung itu bersuara halus, kalau Nadin Amizah di luar panggung itu bersuara cempreng, haha..


    Tahun depan kamu akan memasuki usia 20 tahun. Bagaimana Nadin memandang usia 20 tersebut sejauh ini?

    Rasanya... saya tidak tahu. Saya sering dengar soal mid life crisis, tapi saya rasa saya tidak perlu khawatir tentang itu. Mungkin karena saya termasuk yang sangat pemikir dan melankolis sekali jadi sebenarnya saya sudah melewati mid life crisis itu dari remaja. 


    We love your hair! Ada warna lainnya yang ingin kamu coba ke depannya?

    Saya ingin mencoba warna biru!


    Last question! Apa yang ada di benak Nadin saat mendengar kata Cosmopolitan?

    It's a luxurios magazine yang saya tidak pernah mengira jika saya akan ada di dalamnya. Sungguh saya sama sekali tidak menyangka!



    AKREDITASI:

    Stylist: Dheniel Algamar

    Fotografer: Agus Santoso Yang

    Digital Imaging: Topher Kopher

    Makeup: Linda Kusumadewi

    Hair do: Rangga Yusuf

    Asst. Fashion stylist: Yovita Pratiwi

    Wardrobe: Max Mara, Tory Burch

    Aksesori: By Jowe

    Lokasi: Hotel Indonesia Kempinski Jakarta