Lifestyle

Panduan Menjelajah Sanur, Bali, ala Riyanni Djangkaru

  by: Givania Diwiya Citta       14/11/2019
  • Kalau ada grafik yang bisa menggambarkan gaya hidup di Seminyak, Uluwatu dan Ubud, maka Sanur yang berada di antaranya mampu merangkum seluruh kebahagiaan yang Bali tawarkan. Selamat datang di pilihan tempat tinggal tepat bagi Riyanni Djangkaru, karena saat di Sanur, ribet bukan pilihan!


    1. Where to slurp: Massimo Restaurant & Gaya Gelato






    It is best for: Battle of gelato! Dalam sebuah perbincangan dengan seorang kawan di luar negeri, saya menyebutkan bahwa saya tinggal di Sanur, kamu tahu apa reaksinya? “Ah, the gelato heaven!” ujarnya seketika. Dua gerai gelato yang menjadi favorit saya terletak hampir bersebelahan. Massimo Restaurant menjadi yang paling populer dengan puluhan pilihan rasa terpajang di depan restorannya. 




    Must try here: Coba perhatikan jalanan, jika kamu menemukan kumpulan orang sedang mengantre di depan sebuah restoran, pasti itu Massimo. Berjarak 50 meter dari Massimo, brand gelato dari Ubud, Gaya Gelato adalah pilihan buat kamu yang sangat perfeksionis mengenai bahan dan rasa. Gerainya tidak terlalu besar, tapi rasanya… yumm… my favorite!


    2. Where to lounge: Artotel Beach Club




    It is best for: Lounging and dancing. Rata-rata beach club di Sanur memutar musik dengan volume secukupnya, atau dengan pertunjukan semi akustik, atau bahkan membiarkan semilir angin dan debur ombak menjadi orkestranya. Tapi jika pilihan kamu adalah mencoba beach club dengan alunan musik yang memutarkan volume lebih keras, Artotel Beach Club bisa jadi pilihan. Lokasinya berada di area yang dikenal dengan pantai yang bersih dan air yang sangat jernih. Satu catatan saya mengenai beach club ini adalah kualitas makanannya. 




    Must try here: Biasanya stok bir dingin lebih menjadi perhatian beberapa beach club, tapi di sini rasa makanan pun cukup terjaga, rasanya saya tidak merasa “kecolongan” ketika ada minimum spend Rp500.000,- untuk bisa meggunakan sun bed, dengan senang hati. :-)


    3. Where to pamper: The Nest Beachside Spa




    It is best for:Oh yes, mam, I already booked your appointment for the day after tomorrow at 11 AM, thank you,” ujar sang resepsionis. Spa ini memang termasuk yang paling sibuk di Sanur, dengan harga yang masih masuk akal dan servis yang di atas rata-rata. Hal lain yang menjadi favorit di spa ini adalah lokasinya yang berada di jalan setapak pantai Sanur. 

    Must do here: Karena Sanur hampir tidak pernah terlalu ramai, favorit saya selain The Nest Signature Massage adalah pijat refleksi di beranda luar ruangnya. You should hear how loud my husband’s snore every time he got his foot massage here, LOL! Setelah pijat, manicure, facial atau pun eyelash extension, mereka akan menyajikan sorbet lemon segar yang disediakan gratis sebagai penutup.




    4. Where to workout: Koa Shala & SUP Yoga Bali




    It is best for: Bali is yoga heaven, so is Sanur! Ada banyak yoga shala di Sanur, salah satu yang menjadi favorit saya adalah Koa Shala. Kesan pertama ketika memasuki area shala yang juga memiliki butik dan spa ini adalah arsitektur yang sangat memanjakan mata. Shala utama memiliki struktur bambu yang kokoh, shala lainnya bertempat di luar ruang, yang terakhir dengan konsep indoor yang biasa dipakai untuk kegiatan workshop. Psstt… saya kadang mengajar workshop yoga di sini juga, lho! 




    Must do here: Untuk yogis yang merasa lebih nyaman berlatih di alam, mengapa tidak coba Stand Up Paddle Yoga? Kelas yang dibuat atas perjanjian ini akan mengajak kamu menikmati tenangnya pagi di Sanur sambil berlatih yoga selama satu jam di atas permukaan air. Otot perut pasti akan menjerit kegirangan, karena dibutuhkan usaha lebih untuk melakukan pose yoga sekaligus menjaga keseimbangan. Waktu kegiatannya pas untuk dilakukan setelah menikmati sunrise


    5. Where to chill: Mostly Brew Jazz Coffee




    It is best for: Chill with the maestro. Like, the real maestro, I’m talking about Indra Lesmana himself! Jam session yang ia mulai kurang dari dua tahun ini sudah membentuk komunitas penggemar sendiri dari berbagai pelosok dunia. Tapi jangan bayangkan konser dengan sistem audio yang membahana, ya. Bersiaplah untuk menikmati sebuah pertunjukan musik yang intim dan hangat tanpa jarak di sebuah warung kopi. Karena di Sanur harus santai. 




    Must do here: Maestro jazz Indonesia ini membuka sebuah kedai kopi bernuansa musik jazz. Jadi setiap Jumat, ia bersama rekan musisinya mengadakan jam session mulai pukul 19:30. 


    INSIDER TRICKS:




    Sanur mulai sibuk pada akhir Mei hingga awal Oktober, dengan puncak di bulan Agustus. Mengapa? Karena ketika musim dingin di kawasan Australia – yang juga membuat semilir angin di Sanur terasa sejuk bahkan ketika matahari sedang terik – aliran air dingin dari laut dalam naik ke permukaan yang lebih dangkal, membawa serta sunfish alias ikan Mola-mola ke perairan yang bisa dijangkau oleh para penyelam. Dinginnya suhu air laut di kawasan Sanur, Nusa Penida, dan sekitarnya, biasanya mencapai puncaknya di bulan Agustus, begitu pun intensitas kemunculan Mola-mola yang menarik para penyelam dari seluruh dunia untuk datang ke Sanur, memenuhi berbagai hotel di kawasan tersebut yang tengah mematok harga tinggi. Menurut saya, Juni, Juli, September, hingga awal Oktober adalah waktu yang masih baik untuk menikmati Sanur tanpa harus tercekik harga hotel di peak season.


    (Image: Riyanni Djangkaru)