Lifestyle

Yang Mencuri Perhatian di Bali Fashion Trend SS 2020

  by: Shamira Priyanka Natanagara       14/11/2019
  • Sejumlah desainer mencuri perhatian di perhelatan Bali Fashion Trend Spring/Summer 2020 lewat karya-karyanya yang unik, sensual, peduli lingkungan serta presentasi mengejutkan. Diantaranya ada Ali Charisma, Sav Lavin, Eny Ming, Rosie Rahmadi lewat label ‘Parapohon’, Emmy Thee, Adith, Yuliana Wu dan Oka Diputra. 

    Memasuki gelarannya di tahun keempat, pekan mode yang diusung Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Denpasar tersebut menghadirkan 35 desainer selama tiga hari perhelatan pada 7-9 November 2019 lalu. Dan untuk kali pertamanya, peragaan busana yang turut didukung Viva Cosmetics, Asia Pacific Rayon (APR), Epson dan APLF Events ini berlangsung di hotel Inaya Putri Bali, Nusa Dua. 





    Selain nama-nama desainer di atas, ada juga Yon Yulizar, Dewi Suarjani, Saffana, Adhikari Kebaya, Angeliqa Wu, Asti Kaleta, Angga Sari, Momo Batik by Ronny, Weda Githa, Syukriah Rusydi, Yenli Wijaya, Alphiana, Hannie Hananto, Ayu Dewi, dan Nuniek Mawardi. Di samping itu, tampil juga koleksi busana rancangan Phillip, Mahdeeya, Lia Hastuti Davies, Arief, Tufiana, Dimas Dwitanto, Neli Gunawan, Kumala, Velika Hartono, Tricia Nataliza, Asia Flow by Anindra Novitasari, Dwico by Dwi Iskandar, Gingersnap Bali, dan Yunita Harun. 

    Selain karya desainer dan label, Bali Fashion Trend tahun ini juga menampilkan sejumlah rancangan dari siswa sekolah mode, seperti Instituto di Moda Burgo Indonesia, Italian Fashion School dan FDP Universitas Ciputra. Berkolaborasi dengan Perth Fashion Festival, hadir juga koleksi dari desainer asal Australia, En Pointe dan 33 Poets. 

    Tak hanya mengusung peragaan busana, BFT SS 2020 juga menghadirkan trade exhibition lewat kerjasama dengan APLF yang berbasis di Hong Kong. Pameran ini menampilkan karya dari berbagai label internasional, seperti Wannasu (Thailand), Kitsilver (Filipina), Leaves, Artphere (Jepang), Zambezi Grace (Afrika Selatan) dan lainnya. 



    Semangat Sustainable Fashion 

    Dalam sambutannya, Ali Charisma, sebagai National Chairman IFC mengungkapkan, Bali merupakan pintu paling dekat dengan dunia internasional, selain kota lain di Indonesia, sehingga lebih potensial untuk mengangkat potensi industri fashion dalam negeri. 

    "Kami harap, Bali memiliki event fashion yang sejajar dengan turisme yang telah mencapai skala internasional. Apalagi Bali memiliki kekayaan lokal dengan ciri khas tersendiri yang dapat memberikan warna yang berbeda dalam sektor fashion Indonesia,” ujarnya. 



    Ali sendiri juga menjadi desainer pembuka di BFT tahun ini. Lewat karyanya yang diberi tajuk 'Beach, Sun, Sky', ia menghadirkan resort wear yang terinspirasi dari suasana santai pantai Bali yang ia sebut rumah, juga surga. Didominasi gaya busana feminin dan warna ivory, koleksi ini memberi detail kerang dan juga bebatuan. Presentasi yang unik dan dramatis turut membuat peragaan busana karya Ali menjadi sorotan. Sejalan dengan semangat 'sustainable fashion', ia juga menuturkan kali ini koleksinya menerapkan zero waste sehingga tak ada kain sisa. 

    Masih dengan gaung peduli lingkungan, Oka Diputra membuat kejutan lewat koleksi busana terbarunya. Tak lagi didominasi warna hitam dan merah seperti biasanya, tapi juga penuh warna, seperti biru, dan hijau, Oka menuturkan setiap potongan busana tak ada kain sisa. Sementara, untuk outerwear pria, bahannya diambil dari potongan atau kain sisa dari seragam karyawan hotel yang ia ajak kerjasama. Beberapa desain busana yang dihadirkan Oka masih bernuansa glamor, feminin dan juga sekaligus elegan. 





    Sementara, Rosie Rahmadi yang tahun ini juga menyabet Designer of the Year BFT SS 2020 menghadirkan koleksi untuk pria yang menarik untuk disimak lewat labelnya Parapohon. Untuk koleksi kali ini, ia tidak menggunakan kancing plastik maupun risleting. Fungsi keduanya digantikan tali dari material busana itu sendiri. Terdiri dari kaos santai, celana pendek, celana panjang serta aksesori seperti tas, di peragaan ini, Rosie juga membuat para model berjalan tanpa alas kaki. 

    Di luar itu, Sav Lavin dan Eny Ming mengusung rancangannya dengan menggunakan bahan dari serat viscose yang mudah terurai dan ramah lingkungan lewat kerja sama dengan Asia Pacific Rayon. Karya-karya keduanya menarik untuk diikuti. 


    Dominasi busana sensual 

    Di luar semangat ‘We Love Earth’ yang diusungnya, desainer yang tampil di Bali Fashion Trend SS 2020 juga menghadirkan koleksi busana sensual, dari mulai busana kasual, gaun pengantin hingga gaun malam. Hampir semua kalau tidak terbuka di beberapa bagian tubuh, menggunakan bahan transparan yang menampilkan lekuk. 

    Diantara koleksi tersebut, ada rancangan Yon Yulizar lewat Yon Studio. Terinspirasi dari Madonna dan gaya nyentriknya, koleksi busana yang dihadirkan Yon didominasi gaun malam berbahan menerawang, dan terbuka di bagian lengan, perut dan juga punggung. Seksi dan juga sensual. 

    Lalu, ada Ayu Dewi dengan Jegeg Bagus yang menghadirkan rangkaian busana pengantin dengan potongan tak kalah sensual. Selain menampilkan lekuk tubuh dan transparan, koleksi rancangannya ada yang berpotongan belahan dada rendah. Ia melengkapi peragaan busananya dengan aksesori headpiece unik yang cukup mencolok. 



    Menambah daftar panjang dominasi sensual di BFT tahun ini, ada Lia Hastuti Davies. Koleksinya merentang dari tank top, hot pants, mini dress dan gaun panjang backless yang membiarkan beberapa bagian tubuh terbuka. 

    Di luar semangat sustainable fashion dan dominasi busana sensual, Bali Fashion Trend SS 2020 juga turut menampilkan sejumlah modest wear yang diusung Nuniek Mawardi dan Hannie Hananto. Berlangsung selama tiga hari berturut-turut dengan satu show panjang di setiap harinya, beberapa desainer menghadirkan koleksi busana yang menjanjikan dan menarik untuk disimak, meski yang lainnya masih belum matang dengan konsep dan eksekusi. 

    Masih di tahun keempat, Bali Fashion Trend masih memiliki rentang perjalanan panjang untuk menjadi pekan mode yang patut dilirik banyak pihak, khususnya pencinta mode. Dan jalan itu sudah di jalur yang benar, asalkan diikuti dengan beberapa perbaikan dan penyempurnaan penyelenggaraannya. Sampai jumpa di Bali Fashion Trend 2021! 


    (Teks oleh Rai Rahman Indra / Ed. / Images: Dok. Indonesian Fashion Chamber, Dok. Instagram)