Career

Tips Aman Menggunakan Aplikasi Dompet Digital

  by: Alexander Kusumapradja       19/11/2019
  • Dengan teknologi yang semakin maju dan kian praktis, kita pun bergerak ke arah kehidupan masyarakat non-tunai alias cashless untuk bertransaksi, baik secara online maupun di dunia nyata. Coba lihat dompetmu, apakah kamu masih merasa butuh membawa banyak lembaran uang tunai atau kamu sudah beralih menggunakan berbagai layanan dompet digital alias e-wallet di smartphone milikmu?  Berdasarkan data dari Bank Indonesia, sudah ada sekitar 22 dompet digital yang mendapatkan lisensi resmi. Pada tahun 2018, transaksi dompet digital di Indonesia mencapai angka US$1,5 miliar dan diprediksikan akan meningkat menjadi US$ 25 miliar pada tahun 2023.

    Zaman sekarang, membayar sesuatu cukup dengan scan kode QR dari aplikasi dompet digital di smartphone dengan cepat dan super praktis, belum lagi kalau ada promo diskon atau cashback yang menggiurkan. Faktanya, menurut ahli ekonomi, kamu boleh menghamburkan uang untuk beberapa hal tertentu. Namun, menggunakan dompet digital juga tak bisa sembarangan dan harus ekstra hati-hati karena bagaimanapun data digital dalam smartphone bisa diretas tanpa kita duga, terutama kalau kita bersikap sembrono dalam bertransaksi digital.



    Walaupun mayoritas dompet digital telah menerapkan protokol dua langkah autentikasi untuk proses transfer dan membutuhkan password serta OTP (One Time Password/kunci digital sekali pakai) untuk bisa login, tapi masih ada celah keamanan yang bisa ditembus. Apalagi kalau kamu termasuk yang sering menggunakan layanan wi-fi gratis di area publik yang lebih gampang dibobol perampok online. Berikut adalah beberapa tips langkah keamanan untuk lebih menjamin keamanan transaksi digitalmu.

    Password yang aman

    Kebanyakan orang menyimpan informasi pribadi dalam smartphone mereka lebih banyak dari yang mereka sadari. Aplikasi online banking, browser history, dan bahkan rute GPS semuanya bisa dimanfaatkan oleh penjahat baik secara online atau ketika smartphone-mu dicuri orang. Untuk keamanan, jangan lupa mengunci smartphone milikmu dengan password atau Touch ID. Bila password dompet digitalmu sama dengan password emailmu, sebaiknya salah satunya diganti agar berbeda. Mencatat password dalam dokumen atau notes di telepon atau disimpan sebagai daftar kontak juga bukan hal yang aman dan disarankan.

    Kunci aplikasi

    Setelah mengganti password dompet digitalmu, penting untuk terus memakainya setiap akan login. Walaupun mayoritas dompet digital akan memasukkanmu secara otomatis setelah pertama kali kamu login dengan password, sebaiknya kamu jangan lupa log out setiap selesai menggunakannya. Kebanyakan orang tidak menyadari atau malas melakukannya, padahal hampir semua dompet digital pasti punya pilihan log out di bagian profile. Dengan melakukan sign out setiap habis bertransaksi dapat melindungi dompet digitalmu dari akses yang tak diinginkan. Bila kamu masih belum yakin dengan keamanannya, kamu juga bisa mengunduh aplikasi kunci dari app store yang bisa membantumu mengunci aplikasi tertentu di smartphone sebagai pelindung ekstra, bahkan ketika kamu membiarkan smartphone tidak terkunci atau hilang.

    Bijak mengunduh aplikasi dan data

    Selalu ada godaan, khususnya bagi pengguna Android untuk mengunduh sesuatu langsung dari browser internet dan bukan dari Play Store. Bila Play Store menjamin keamanan dari mayoritas aplikasi yang tersedia di platform tersebut, internet sebaliknya. Kebanyakan situs yang menyediakan download memiliki virus atau malware yang dapat mendobrak dan mengumpulkan informasi dari smartphone milik kita bila tidak hati-hati. Play Store mungkin tidak punya semua aplikasi atau dianggap terlalu mahal sehingga kamu mencari versi gratis atau murahnya, tapi itu adalah harga yang harus kita bayar untuk rasa aman.

    Menggunakan aplikasi anti-virus dan anti-malware

    Transaksi menggunakan desktop atau laptop cenderung lebih aman dibanding transaksi mobile karena orang biasanya lebih menaruh perhatian pada keamanan desktop seperti anti-virus dibanding untuk smartphone. Tapi karena saat ini transaksi lebih sering dilakukan lewat ponsel, memiliki anti-virus di smartphone menjadi hal penting selayaknya untuk komputer desktop atau laptop. Tapi jangan puas hanya dengan anti-virus saja, kamu juga butuh aplikasi yang bisa menyediakan anti-spyware dan anti-malware. Ada banyak pilihan aplikasi baik gratis maupun berbayar yang bisa kamu pilih, tapi bila kamu mendapat pesan bahwa teleponmu memiliki virus, sebaiknya kamu backup dulu data dan reset ponsel sebelum mengunduh aplikasi keamanan tersebut karena mungkin saja teleponmu memang sudah terinfeksi malware.

    Yang harus diingat

    DO’s

    – Menggunakan password gabungan angka dan karakter. Hindari angka ulang tahun, alamat rumah, nomor telepon yang gampang ditebak orang lain.



    Log out sehabis melakukan transaksi.

    – Periksa catatan transaksi dompet digital secara teratur.


    Dont’s

    – Jangan menggunakan wi-fi publik saat melakukan transaksi digital apapun karena informasi loginnya dapat dengan mudah dicuri hacker.

    – Jangan menggunakan satu password yang sama untuk semua aplikasi dompet digital dan mobile banking.

    – Jangan download aplikasi atau file langsung dari internet.


    (Alex K. / Image: BENCE BOROS on Unsplash)