Career

5 Tips Mudah Mengatur Gaji Bulanan

  by: Alexander Kusumapradja       26/11/2019
  • Siapapun yang sudah mulai bekerja pasti paham bahwa mengatur gaji bulanan memang persoalan yang gampang-gampang susah. Ketika kita dibayar sebulan sekali, salah satu keuntungannya adalah kita bisa membayar semua tagihan sekaligus bila gaji sudah turun dan kita pun tak perlu dipusingkan lagi urusan tagihan ini-itu sampai bulan selanjutnya. Namun, godaan sesungguhnya terjadi ketika kita sudah membayar semua tagihan dan dihadapkan sisa gaji untuk bulan itu. Kalau tidak pandai menahan godaan dan mengatur pengeluaran, seringkali gaji kita akan habis sebelum masa gajian berikutnya dan kita pun pasti pusing sendiri. Itu sebabnya kita butuh kedisiplinan ekstra dalam hal mengatur gaji bulanan yang kita terima. Berikut adalah beberapa cara mengatur keuangan setelah mendapat gaji bulanan yang bisa kamu ikuti dengan mudah. 


    1. Bayar semua tagihan sekaligus.

    Begitu gaji bulanan masuk, salah satu hal yang direkomendasikan adalah membayar semua tagihan sekaligus. Beberapa jasa dan perusahaan memberikan opsi auto-debit setiap bulannya dan hal ini bisa membantumu menghemat energi dan waktu. Dengan membayar semua tagihan sekaligus tanpa ditunda-tunda, kamu terbebas dari beban pikiran dan bisa menentukan berapa uang yang bisa kamu sisihkan untuk tabungan dan bujet yang bisa kamu pakai di bulan tersebut.



    via GIPHY

    2. Siapkan uang tunai untuk pos-pos pengeluaran yang sudah ditentukan.

    Seiring penggunaan berbagai aplikasi dompet digital dan alat pembayaran non-tunai yang kian meluas, pemakaian uang tunai mungkin terasa ketinggalan zaman dan tidak praktis. Namun bagi kamu yang kesulitan menahan godaan pengeluaran berlebih karena cara pembayaran yang kian mudah dan cepat, mungkin kamu bisa mempertimbangkan kembali ke uang tunai untuk pengeluaran sehari-hari semisal uang transport atau makan.

    Tipsnya adalah dengan membuat bujet bulanan, siapkan amplop sesuai pos-pos pengeluaran dan isi dengan uang tunai yang sudah kamu tarik dari bank atau ATM di awal bulan sesuai bujet yang sudah ditentukan. Hal ini untuk menghindari pemakaian kartu debit yang terlalu boros dan kamu dipaksa memakai uang tunai untuk setiap pengeluaran yang akhirnya menjadi rem tersendiri. Misalnya, kamu jadi sadar tak bisa menghabiskan jatah makan enak di restoran mahal di minggu pertama karena kamu tahu batas uang yang kamu sisihkan untuk kategori tersebut selama sebulan. Memakai uang tunai bisa menjadi opsi terbaik bila kamu bukan orang yang rajin mencatat pengeluaranmu karena prosesnya simpel dan menjagamu dari skenario seperti kehabisan uang belanja mingguan karena uangnya terpakai saat hangout bersama teman.


    3. Tentukan batas pengeluaran setiap minggu.

    Kalau kamu merasa sering menghabiskan sebagian besar uang belanja di awal bulan atau merasa kesulitan mengatur pengeluaran untuk kategori lain seperti hiburan, kamu mungkin harus membagi pos pengeluaran tersebut ke jumlah mingguan yang lebih kecil. Tentukan batas pengeluaran untuk setiap pos setiap minggunya dan hanya gunakan jumlah tersebut ketika kamu pergi belanja. Ini adalah cara terbaik menghindari overspending dan tetap sesuai bujet setiap bulannya.

    via GIPHY



    4. Patuhi batas pengeluaran.

    Kunci utama untuk bertahan sampai akhir bulan adalah mematuhi batas mingguan yang sudah kamu tentukan untuk setiap kategori dan tahan diri dari pengeluaran berlebih di setiap kategori tersebut. Bila uang di amplop/pos tersebut habis, then that’s it. Jangan ambil dari pos/amplop lain. Ketika kamu menyiapkan uang tunai untuk pos-pos seperti hiburan, belanja kebutuhan, dan membeli baju, kamu akan belajar untuk mengeluarkan uang hanya sebesar yang telah ditentukan. Penting bagi kita untuk belajar berhenti mengeluarkan uang ketika bujet di pos tersebut habis. Bila tidak, hal ini bisa membuat kamu tergoda memakai kartu debit atau kredit.


    5. Memiliki dana darurat.

    Bila kamu dibayar hanya sebulan sekali, menunggu gajian berikutnya bisa terasa sangat lama, terutama bila kamu tiba-tiba dihadapkan dengan pengeluaran tak terduga seperti mobil yang tiba-tiba mogok dan harus masuk bengkel atau mengganti kacamata yang patah misalnya. Dana darurat untuk situasi tak terduga bisa membantumu menutupi pengeluaran tak diinginkan tersebut tanpa mengusik bujet kebutuhan yang lain. Penting bagi kita untuk memiliki dana darurat ini karena kondisi tak terduga dapat menghabiskan bujet kita di awal bulan dan membuat kita terseok-seok sampai akhir bulan. Sisihkan sekitar 20% dari gaji bulanan untuk biaya tak terduga sebagai safety net atau bisa juga sisihkan dari bonus yang kamu dapat.

    via GIPHY

    (Alex.K / Image: Alexander Mils on Unsplash)