Love & Sex

Apakah Flirting Termasuk Selingkuh? Ini Jawaban 10 Ahli!

  by: Alvin Yoga       3/11/2020
  • Apakah flirting termasuk selingkuh? Hmmm, suatu pertanyaan yang menarik, serta sulit untuk dijawab. Katakanlah, kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang, dan kamu atau pasanganmu menggoda orang lain secara verbal, apakah hal tersebut kemudian bisa dikatakan berselingkuh? Jawaban dari pertanyaan ini sendiri bisa menjadi sangat tricky. Di satu sisi, kamu tak bisa dikatakan berselingkuh karena tak ada kegiatan fisik yang terlibat di sini, namun di sisi lain, yang kamu lakukan juga tidak bisa dikatakan...nothing.

    Menurut para ahli, jawaban dari pertanyaan di atas sebenarnya cukup bergantung pada beberapa faktor: seperti apa hubunganmu dengan si dia, lalu batas apa saja yang kamu tetapkan bersama pasangan, dan juga faktor-faktor lainnya. Satu hal yang pasti, flirting BISA berpotensi menyebabkan pasanganmu sedih dan patah hati.

    Kalau kamu bertanya mengenai masalah ini pada orang lain—apalagi lewat media sosial—jawabannya tentu saja akan sangat beragam, karena pertanyaan seperti ini memang tidak akan bisa mendapatkan jawaban yang pasti layaknya memecahkan soal matematika. Kamu bisa mendapatkan berbagai reaksi mulai dari "tidak masalah" sampai "tidak setia", dan pada akhirnya, kamu tetap tidak bisa memutuskan apakah hal tersebut "hitam" atau "putih", "ya" atau "tidak" secara gamblang, karena setiap orang memiliki alasan dan pemahaman masing-masing.



    Inilah sebabnya Cosmo bertanya pada 10 ahli relationship untuk mengetahui opini mereka: Jadi, apakah flirting termasuk sebagai selingkuh? Simak penjelasan dari para ahli!


    1. Bergantung pada tujuan mereka melakukannya...

    “Beberapa orang memang terlahir dengan kepribadian yang supel dan outgoing serta mudah berteman, inilah sebabnya mereka bisa dengan mudah terlihat dekat dengan orang lain meskipun mereka baru saja berkenalan. Dan tentu saja, mereka sebenarnya tidak memiliki keinginan untuk menggoda orang lain. Sayangnya, ada orang yang menggunakan kelebihan supel tersebut untuk mencari tahu seberapa besar perhatian yang bisa mereka dapatkan, seberapa jauh hubungan tersebut akan berlangsung, dan sampai level mana ia bisa dekat dengan orang baru. Pertanyaannya: Apa yang menjadi intensi dan integritas hatinya? Jika ia tidak bermaksud untuk menggoda dan hanya beritikad untuk terlihat ramah namun hal tersebut ternyata mengganggu pasangannya, tentu pasangannya boleh menceritakan apa yang ia rasakan, dan bersama-sama mereka mencari solusi yang kemudian disepakati oleh kedua belah pihak."—Michelle Croyle, MA, LPC


    2. Secara teknis ini bukan selingkuh, namun tetap saja hal tersebut menyakitkan bagi sang pasangan…

    Flirting mungkin secara teknis tidak termasuk dalam selingkuh, alih-alih hal ini bisa dilihat sebagai suatu bentuk pelanggaran terhadap kesetiaan karena kamu menunjukkan minat pada orang lain. Mengetahui bahwa kamu memperhatikan orang lain selain pasanganmu, meskipun hanya sebentar, akan sangat menyakitkan bagi pacarmu. Dan berhati-hatilah, flirting adalah jalur yang sangat 'licin', kamu mungkin tidak berhenti sampai di situ, dan pada akhirnya melakukan hal lain selain flirting."—Rabbi Shlomo Slatkin, MS, LCPC


    3. Bagi beberapa pasangan, flirting bisa menambah keseruan tersendiri pada hubungan mereka...

    “Setiap pasangan memiliki pendapat yang berbeda-beda, dan masing-masing memiliki pemikiran yang berlainan mengenai apa yang boleh dan yang tak boleh dilakukan dalam hubungan mereka. Dalam suatu hubungan yang sehat, kedua belah pihak mengatur dan mengikuti batas yang jelas dan konsisten mengenai beberapa perilaku, termasuk flirting. Beberapa pasangan memang menganggap flirting sebagai suatu hal yang ofensif dan sama saja dengan selingkuh. Namun pasangan lain mungkin menganggap flirting bisa menambah keseruan tersendiri dalam hubungan mereka. Yang penting di sini adalah topik tersebut didiskusikan secara terbuka dan kedua individu dalam hubungan tersebut paham dan setuju mengenai batas soal apa yang boleh dan yang tidak bisa diterima dalam hubungan mereka."—Natalie Mica, MED, LPC


    4. Hal ini bergantung pada aturan dalam hubungan mereka dan ekspektasi terhadap satu sama lain...

    Flirting bisa secara jelas dipandang sebagai selingkuh, namun hal ini juga bergantung pada aturan yang dipegang pasangan tersebut serta ekspektasi terhadap satu sama lain. Beberapa pasangan tidak melihat flirting sebagai suatu bentuk selingkuh karena hal tersebut tidak terlihat sebagai ancaman dalam infrastruktur hubungan mereka dan tidak melanggar aturan dalam hubungan yang telah mereka sepakati. Di sisi lain, pasangan lainnya mungkin melihat hal tersebut sebagai sebuah problem dan bentuk ketidaksetiaan. Sangat penting bagi kedua pihak untuk mengobrol mengenai pandangan mereka soal flirting sehingga mereka bisa mengembangkan aturan dan panduan untuk hubungan mereka ke depannya."—Tiffany C. Brown, PsyD, MA


    5. Tidak, itu tidak termasuk selingkuh, tapi penting untuk memperhatikan perilaku yang bisa menurunkan rasa percaya pasanganmu...

    “Tidak, flirting tidak termasuk selingkuh. Beberapa orang memang terlahir dengan kemampuan berteman yang baik, mereka punya karisma yang tinggi, dan suka sekali melempar godaan ke sana kemari tanpa memiliki maksud tertentu. Namun, saya sering bekerja dengan para klien untuk membantu mereka mengesampingkan beberapa perlakuan yang bisa dianggap sebagai selingkuh dan perlakuan yang merusak kepercayaan pasangannya. Flirting bisa menurunkan rasa percaya dan membuat pasangan mereka menjadi insecure. Dalam kasus ini, penting bagi setiap pasangan untuk menegosiasikan pendapat mereka dan berkompromi."—Anita A. Chilipala, LMFT


    6. Dalam suatu hubungan yang sehat, hal ini normal dilakukan sesekali...

    “[Flirting adalah] suatu cara yang sehat untuk mengecek apakah kamu masih terlihat atraktif di mata orang lain, meski sebenarnya kamu tak benar-benar berusaha untuk menggoda mereka. Tentu saya tidak menyarankan untuk flirting terlalu sering, apalagi melakukannya di depan pasanganmu. Sebagai orang dewasa, kita semua tahu intensi seperti apa yang melanggar batas suatu hubungan. Kalau kamu merasa telah melewati batas tersebut, ambil langkah mundur dan perbaiki kesalahanmu dengan tidak mengulanginya lagi. Rasa cemburu bisa menutupi seluruh kebahagiaan yang pernah kalian lakukan sebagai suatu pasangan, begitu juga dengan selingkuh. Inilah sebabnya kamu tak ingin memberikan pasanganmu alasan untuk percaya bahwa kamu telah melakukan hal yang egois dan berujung membuatnya patah hati. Begitu rasa percaya pasanganmu hancur, kamu akan sulit mendapatkannya kembali, jadi berhati-hatilah memperlakukan hati orang lain."—Ingrid Sthare, relationship coach




    7. Secara resmi hal tersebut memang bukan selingkuh, namun dinamika yang sama terlihat di sini…

    “Meskipun flirting memang secara resmi tidak terhitung sebagai 'selingkuh', dinamika yang sama terlihat dalam akar flirting dan selingkuh. Ketika kamu sedang flirting dengan orang lain yang bukan pasanganmu, tanyakan hal ini pada dirimu sendiri: (1) Apa yang saya dapatkan dari interaksi ini? Jawabannya bisa saja perhatian, mungkin respek, mungkin rasa kagum. (2) Apakah saya tidak mendapatkan hal tersebut dari partner saya? Jika ya, seringkali, dinamika dalam suatu hubungan menciptakan suatu 'jalur' dimana flirting menjadi satu-satunya jalan yang membantumu memuaskan hasrat atau keinginan untuk diperhatikan atau dikagumi tersebut, meski hasilnya hanya sementara (3) Bagaimana saya bisa meminta pada sang pasangan untuk memberikan kebutuhan tersebut? Bicarakan hal tersebut secara terbuka pada pasanganmu, dan jujurlah dengan perasaanmu. See? Kalau kamu tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaan tadi pada dirimu sendiri, flirting bisa menjadi jalur candu yang merusak hubunganmu. Ingat, yang kamu butuhkan adalah rasa puas, bukan perhatian semu yang bersifat sementara."—Christie Tcharkhoutian, LMFT


    8. Kalau kamu tidak akan melakukannya di depan pasanganmu, maka jangan melakukannya diam-diam ketika mereka tidak berada bersamamu...

    Saya rasa kesalahpahaman terbesar saat ini adalah perselingkuhan merupakan sesuatu yang bersifat fisik—padahal nyatanya tidak seperti itu. Selingkuh bisa merupakan sesuatu yang bersifat emosional, dan bisa juga berupa flirting. Ketika kamu mulai menggoda orang lain, hal ini bisa membuka kesempatan untuk berselingkuh secara fisik. Aturan terbesar dalam sebuah hubungan adalah jika kamu tidak ingin, tidak berani, dan tidak akan melakukan sesuatu - seperti halnya flirting - di depan pasanganmu, maka jangan lakukan ketika mereka tidak berada di sana. Aturan berikutnya: Jika kamu tidak ingin mereka flirting dengan orang lain, maka sebaiknya kamu juga melakukan hal yang sama. Di luar pertanyaan apakah flirting termasuk selingkuh atau tidak, ini merupakan masalah soal mempertahankan batas hubungan dan menghormati pasangan."—Sophia Reed, PhD


    9. Jika flirting tersebut kamu lakukan secara diam-diam atau melanggar batas dalam hubungan kalian, itu merupakan suatu kesalahan...

    “Dalam couples counseling, kami mengartikan 'selingkuh' atau ketidaksetiaan sebagai apapun yang dilakukan salah seorang pihak secara diam-dam dan melanggar batas kepercayaan dalam hubungan mereka. Jika pasangan tersebut memang tidak menganggap flirting sebagai suatu masalah, dan memperbolehkan salah satu pihak melakukannya karena mereka tidak menganggap hal tersebut menjadi suatu ancaman terhadap hubungan mereka, maka dengan jelas bisa dikatakan bahwa flirting yang kamu lakukan bukanlah selingkuh. Namun, jika salah satu pihak tidak nyaman ketika pasangannya flirting, maka hal tersebut jelas melanggar aturan dalam hubungan mereka. Pertanyaan yang sebenarnya adalah: Seberapa jauh kamu biasa melakukan flirting, seberapa sering kamu melakukannya, dan seberapa besar dampaknya pada hubunganmu?"—Ebru Halper, LPC, NCC


    10. Kebanyakan orang merasa hubungan mereka terancam ketika pasangannya flirting

    “Walaupun istilah 'selingkuh' sering diasosiasikan dengan beberapa behavior seperti mencium seseorang, bercinta, atau memiliki hubungan emosional tertentu, kebanyakan pasangan yang berkomitmen akan merasa terancam jika pasangan mereka flirting. Tak ada yang merasa hubungan mereka baik-baik saja ketika mereka tidak menjadi nomor satu di mata pasangannya. Memang, semua tahu bahwa flirting berbeda dengan bercinta bersama orang lain. Tapi flirting perlu diperhatikan dengan baik-baik karena hal tersebut mengganggu pasanganmu secara emosional dan pikiran."—Gabrielle Usatynski, MA, LPC


    BOTTOM LINE

    Setiap hubungan berbeda-beda, dan jawaban dari pertanyaan ini bergantung pada batas yang kamu dan pasanganmu telah bicarakan dan sepakati secara terbuka. Jawaban apakah 'flirting termasuk selingkuh' bergantung pada bagaimana kalian berdua memahaminya, dan mungkin saja berbeda dari satu pasangan ke pasangan lain. Yang sama adalah, bagaimana komunikasi dan rasa hormat terhadap satu sama lain menjadi hal yang penting untuk mempertahankan dinamika hubungan yang sehat. Jika menurut kalian berdua flirting adalah suatu hal yang penting untuk dilakukan sesekali, good for you guys! Tapi jika kamu merasa sensitif melihat pasanganmu flirting ketika kamu tidak berada di sampingnya, kalian harus membicarakan hal tersebut dan membuat batas yang saling menghormati keinginan satu sama lain. 


    Kutipan telah diedit sedemikian rupa agar lebih mudah dimengerti.


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Cosmopolitan US)