Love & Sex

Kata Para Ahli Hubungan, Ini Cara Terbaik Melupakan Mantan

  by: Givania Diwiya Citta       1/11/2020
  • Putus hubungan bisa menjadi pengalaman yang berat dan sulit untuk dilalui, apalagi di masa kondisi pandemi, ditambah lagi selama lockdown. Meski beberapa orang ada yang bisa langsung move on tanpa bersedih, namun banyak juga dari kita yang butuh waktu untuk melupakan mantan dan benar-benar menghadapi putusnya hubungan. Jadi, kalau kamu sedang butuh bantuan tentang bagaimana caranya melupakan dan move on dari seseorang, entah itu karena kamu diputuskan olehnya atau mereka mematahkan hati kamu, maka ini kata para ahli hubungan. 


    Putus kontak

    Aturan pertama tentang cara melupakan seseorang adalah memutus kontak dengan mereka, karena akan sulit untuk move on jika kamu masih berhubungan dengannya.




    Ini juga termasuk media sosial, lho. Mungkin kamu juga bisa mempertimbangkan untuk menghapus mereka dari daftar teman, atau setidaknya buat komitmen untuk tidak mengecek halaman akun mereka (meski ini hanya mudah diucapkan ketimbang dilakukan), ujar Annabelle Knight, ahli hubungan dan seks untuk Lovehoney. “Juga berhati-hatilah pada mutual friends di media sosial, karena mungkin kamu akan melihat sekilas tentang kabar sang mantan,” tambahnya, yang pasti akan menyakitkan untuk dilihat.



    Ingatlah untuk mengambil aksi ini dalam dosis kecil, agar tak merasa kewalahan. “Pikirkanlah, jika kamu bisa bertahan 30 hari tak berhubungan dengan mereka, maka mungkin kamu bisa meningkatkannya hingga 90 hari,” ujar Cate Mackenzie, terapis psychosexual dan couple counsellor terdaftar COSRT.


    “Ini juga termasuk menolak godaan untuk ‘bertemu secara kebetulan’ dengan mantan,” tambah Annabelle, terutama jika kamu masih pergi ke bar atau gym yang sama – jadi cobalah untuk tidak menyabotase secara aktif proses moving on kamu dengan hadir di tempat serta waktu yang sama jika kamu tahu ia akan muncul di situ.


    Lakukan “closure ritual

    Jika kamu sudah berhasil memutus kontak dengan mantan, kamu masih butuh sebuah outlet untuk memproses emosi kamu, dan melakukan closure ritual bisa membantu. Cobalah tulis sebuah surat untuk mantan tanpa mengirimkannya, saran Cate. Tak perlu jadi surat kemarahan, malah bisa jadi surat untuk berterimakasih dan mengakui bahwa mereka telah membawa hal-hal baik padamu, tambahnya.



    “Coba baca surat tersebut secara keras untuk dirimu sendiri demi melepas pikiran yang menumpuk di dadamu, kemudian sobek setelahnya,” tambah Annabelle. Macam “closure ritual” seperti ini bisa jadi berguna jika kamulah yang meminta putus hubungan, namun masih butuh ruang untuk memprosesnya.


    Hilangkan semua pengingat

    Terkadang kita meremehkan betapa berharganya sebuah item, jadi ketika itu berkaitan dengan mantan yang ingin kamu lupakan, ini bisa memicu emosi negatif. “Bahkan bisa pada hal-hal kecil, seperti hadiah sederhana yang tak mahal, oleh-oleh, kartu dan surat, ataupun pakaian milik mantan,” jelas Annabelle.



    Bagaimana pun juga, “jika kamu tak ingin menghancurkan hal-hal seperti foto, maka arsipkan saja di berkas tersendiri yang terisolasi, entah dalam wujud fisik atau digital, jadi kamu tak akan berhadapan dengan benda-benda tersebut setiap hari,” saran Nia Williams, counsellor hubungan dan founder Miss Date Doctor.


    Beri waktu sebentar untuk memikirkan tentang mereka

    Jika kamu bukan seseorang yang bisa menghapus penuh mantan dari pikiranmu (siapa yang bisa?) maka alokasikanlah waktu sekitar dua menit saja ketika kamu sedang ingin memikirkan tentang mereka, lalu berhentilah, saran Cate. Dengan begini, kamu bisa memproses perasaanmu tentang mereka, tapi tak akan membiarkan mereka konstan mengambil alih pikiranmu.



    “Jika ini membantu, coba jadwalkan waktu setiap hari untuk memproses emosimu terhadap hubungan tersebut, dan seiring berjalannya waktu, hal ini tak akan terasa kamu butuhkan lagi,” tambah Lily Walford, coach hubungan dan founder Love With Intelligence.




    Visualisasikan masa depan

    Melihat diri sendiri bahagia di masa depan tanpa sang mantan bisa jadi cara bagus untuk meninggalkan mereka menjadi masa lalu. Ini bisa jadi hal yang sangat mudah dilakukan, tapi jika bisa menggambarkannya dengan lebih detail, maka akan jadi lebih baik, ujar Annabelle, baik itu merencanakan liburan ataupun rutinitas sosial yang baru.



    Penting juga untuk mengingatkan diri sendiri tentang apa saja yang membuatmu bahagia, ujar Cate. “Mulailah sebuah pleasure diary dan tuliskan daftar favoritmu tentang aktivitas, makanan, pakaian, tontonan, atau musik, dan terikatlah dengan hal-hal tersebut secara sadar,” jelasnya.


    Kamu mungkin bisa mengatur tanggal dalam pikiran kapan kamu harus melupakan orang tersebut, ujar Cate. Tapi jangan stres untuk memenuhi tenggat waktunya, ya.


    Mulailah berkencan lagi

    Jangan merasa tertekan untuk buru-buru berkencan atau menjalin hubungan baru, tapi dengan bisa menemukan seseorang baru yang benar-benar kamu sukai bisa jadi cara bagus untuk melupakan mantan.



    “Tulislah sederet sifat yang tak kamu inginkan dari seorang pasangan,” saran Lily, untuk memberimu gagasan yang lebih jelas tentang apa yang sebenarnya kamu cari. Ditambah, jika kamu menyadari bahwa sang mantan punya banyak centang dalam daftar tersebut, itu jadi menguntungkan karena kamu akhirnya tahu bahwa ia memang bukanlah untukmu, tambah Lily.


    Jangan salahkan diri sendiri

    Jika mantanmu telah selingkuh darimu, atau telah melakukan sesuatu yang menyebabkan hubungan kalian berakhir, maka penting untuk tidak menyalahkan dirimu atas aksi mereka, ujar Annabelle. Begitu pula, jika keadaannya adalah salah satu dari kalian pindah atau tak sepakat dengan hal-hal besar seperti apakah kalian ingin punya anak atau tidak, maka ingatkan diri sendiri bahwa tak ada yang bisa kamu lakukan untuk mengubahnya.



    Ingat untuk tidak menyalahkan diri sendiri jika kamu tak lagi mencintainya, atau jika kamulah yang meminta putus hubungan. Ini adalah hal yang alami untuk merasa sedih dalam situasi terkait, tapi yakinkan kembali diri sendiri bahwa pikiranmu yang rasional tahu bahwa putus hubungan adalah hal tepat untuk dilakukan.


    Relakan rasa amarah

    Pasti mudah untuk marah setelah putus hubungan, apalagi jika mereka selingkuh atau mengkhianati kamu. “Tapi, amarah hanya akan menyakitimu dan membuatmu tetap diam di tempat,” ujar Nia, jadi untuk bisa move on sepenuhnya, maka kamu harus merelakannya. Marah adalah bagian normal dari proses berduka, ujar Cate, dan putus hubungan itu sama seperti berduka kehilangan, namun merelakan amarah lewat meditasi dan journaling bisa jadi langkah positif untuk move on.




    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com/uk / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Image: Daniel Xavier from Pexels / Emily Gulla)