Love & Sex

7 Cara Jitu Menghadapi Pasangan yang Posesif

  by: Giovani Untari       4/11/2020
    • Berikut ini 7 cara yang bisa kamu tempuh untuk menghadapi pasangan yang posesif. 
    • Salah satunya mengkomunikasikan apa yang membuat kamu merasa tidak nyaman kepada pasangan, dear!


    Well, kita tahu bahwa rasa percaya adalah salah satu pilar utama dari sebuah hubungan. Namun tak sedikit pula dari kita yang kerap mengeluh bahwa pasangan pun mulai berubah menjadi sosok yang posesif saat menjalani hubungan. Pasangan mulai menuntut perhatian kamu setiap saat? Atau kamu mulai merasa dikekang untuk melakukan berbagai hai? Bahkan ia mulai curiga hingga berani menginvasi ranah personal kamu? 

    Familiar with that, dear



    Jika jawabannya adalah ya, maka cara terbaik untuk menghadapi pasangan posesif tentu saja dengan berkomunikasi dengannya. Jadi mari kita simak 7 cara jitu untuk menghadapi pasangan yang posesif berikut ini:


    1. Komunikasikan hal ini bersama pasangan

    Ada kalanya pasangan sendiri merasa tidak sadar bahwa apa yang ia lakukan pada kamu menjurus pada sesuatu hal yang bersifat posesif. Cobalah duduk santai dan berbicaralah dari hati ke hati tentang sikap posesifnya. Ada banyak faktor yang membuat seseorang menjadi posesif. Salah satunya trauma yang mungkin terjadi di hubungan pasangan sebelumnya sehingga ia pun bersikap posesif untuk menjaga pasangannya saat ini. But, past is past!

    Ceritakanlah bahwa kamu sesungguhnya merasa tak nyaman dengan apa yang ia lakukan. Kamu juga bisa mencari tahu apa penyebab utama dari rasa posesifnya tersebut. Siapa tahu dengan saling terbuka satu sama lain, ini bisa memperbaiki permasalahan yang ada di hubungan kamu.


    2. Buktikan bahwa kamu adalah pasangan yang bisa dipercaya

    Trust issue yang dimiliki pasangan bisa menjadi salah satu faktor penyebab dari sikap posesif dalam hubungan. Jangan dahulu merasa insecure atas faktor ini. Buktikan pasangan bahwa kamu adalah sosok yang bisa dipercaya. Hindari berbohong pada pasangan serta berusahalah selalu jujur atas apa yang kamu lakukan dan tengah pikirkan. Hadapi pasangan dengan tenang dan jangan terbawa amarah saat berbicara dengannya.


    3. Beri batasan atas hal personal kamu dan pasangan

    Beberapa pasangan yang posesif bahkan bisa melakukan sesuatu yang cukup ekstrem seperti mengecek percakapan atau email kamu dengan rekan kerja, melihat isi DM akun Instagram, meminta sharing password akun media sosial kamu, atau bahkan.... membaca grup chat yang kamu punya bersama para besties. Oh no!

    Jika pasangan sudah berada di tahap posesif di mana ia berusaha untuk menginvasi ranah personal kamu, maka ini saatnya kamu bertindak lebih tegas! Beri tahu pasangan bahwa kamu memiliki batasan personal yang tidak bisa ia lewati begitu saja. Jika ia bersedia menerima masukan kamu atas hal ini, maka beri apresiasi karena sudah berusaha menghargai dan memahami kamu. Apabila tidak, well... ini saatnya mempertimbangkan kembali apakah hubungan kamu adalah sesuatu yang layak untuk dipertahankan atau tidak. Hal ini juga berlaku untukmu, di mana kamu pun juga harus ikut menghargai hal personal miliknya, dear!


    4. Kenalkan pasangan dengan sahabat dan teman-teman kamu

    Seringkali pasangan yang posesif tidak percaya pada apapun yang kamu lakukan. Itu terjadi karena ia mungkin merasa asing dan tidak mengenal lingkungan di sekitar kamu, sehingga yang bisa ia lakukan adalah menaruh rasa curiga pada apa yang kamu lakukan. Tak ada salahnya untuk mengenalkan pasangan pada sahabat dan teman-teman kamu. Sehingga ia tahu dan bisa merasa nyaman jika tahu dengan siapa kamu menghabiskan waktu saat sedang tidak bersamanya.




    5. Beri ia kabar sebisa mungkin

    Saat berada jauh dari pasangan atau kalian tidak bisa menghabiskan waktu bersama, cobalah untuk selalu memberinya kabar entah itu melalu pesan atau telepon. Beri tahu ia terlebih dahulu jika jadwal kamu mungkin sedang sibuk dan tidak bisa dihubungi sehingga ia tidak berubah menjadi Mr / Ms. Posesive yang akan terus mencari dan menanyakan keberadaan kamu.


    6. Rencanakan aktivitas kencan yang menyenangkan

    Kamu juga bisa mengurangi kadar posesifnya dengan mencoba berbagai aktivitas dan kencan yang menyenangkan bersama pasangan. Pergi ke galeri seni? Liburan bersama? Atau berwisata kuliner mencicipi makanan unik? Why not?!

    Menghabiskan waktu berkualitas dengan pasangan bisa membuat hubungan kalian menjadi lebih dekat dan terbuka. Dengan begitu kalian pun bisa saling lebih mengenal dan mencoba belajar saling percaya satu sama lain.



    7. Beri pasangan waktu

    Bila semua hal sudah kamu lakukan dan pasangan masih belum mengurangi rasa posesifnya, maka ini saatnya kamu memberi pasangan waktu. Jika kamu merasa bahwa hubungan yang kamu jalani bersama ia worth it untuk dipertahankan, maka bersabarlah. Komunikasikan lagi seperti apa hal yang membuat kamu tidak nyaman dan berikan ia waktu untuk belajar memahaminya. Selalu dukung pasangan apabila ia mau berusaha mengubah beberapa kebiasaan posesifnya.

    Tetapi jika sebaliknya, kamu sudah merasa tak ada lagi harapan dalam hubungan ini. Ada baiknya untuk mengakhiri hubungan bersama pasangan sebelum kamu ‘tenggelam’ semakin dalam di hubungan yang toxic ini.



    (Giovani Untari / Images: Dok. Jasmine Carter from Pexels, Emma Bauso from Pexels, dan Daria Shevtsova from Pexels)