Celebrity

Semua Fakta Tentang Kamala Harris, Sang Madam Vice President

  by: Alvin Yoga       10/11/2020
  • Karena kamu akan lebih sering mendengar nama Kamala Harris—well, ia kini menjadi Vice President Amerika Serikat-terpilih mendampingi Joe Biden—Cosmo pikir ini adalah waktu yang tepat untuk membeberkan semua hal yang kami tahu mengenai mantan Senator California tersebut.

    Pemilihan presiden untuk Amerika Serikat berlangsung pada bulan November tahun ini (tak disangka, sudah empat tahun lamanya sejak Donald Trump menggantikan posisi Obama) dan Joe Biden terpilih untuk maju di bawah dukungan partai Demokrat. Biden, yang pernah mendampingi Barack Obama di pemilihan presiden tahun 2008 dan 2012, serta turut menjadi Vice President Amerika Serikat mendampingi Obama, kini berhasil menjadi presiden-terpilih mengalahkan Trump, bersama dengan mantan Senator Kamala Harris sebagai Vice President.

    Jadi, siapakah sosok Kamala Harris? Seperti apa latar belakang perempuan berumur 55 tahun tersebut? Dan apa saja yang ingin ia perjuangkan? Simak artikel berikut:




    1. Kamala Harris telah menorehkan banyak sejarah.

    Ketika ia terpilih menjadi anggota Senat Amerika Serikat di tahun 2016, Kamala Harris menjadi perempuan berkulit Hitam kedua—dan perempuan keturunan India pertama—yang berhasil mendapatkan jabatan tersebut. Senator untuk negara bagian California tersebut memiliki darah India-Jamaika; ibunya bernama Shyamala Gopalan dan beliau merupakan seorang peneliti kanker dari India, sedangkan ayahnya adalah Donald Harris, seorang ekonom dari Jamaica.

    Bicara mengenai buku autobiografinya, The Truths We Hold, Harris menulis: "Ibu saya sangat memahami bahwa ia membesarkan dua putri berkulit hitam. Beliau tahu bahwa tanah air yang ia adopsi akan melihat [adik perempuannya] Maya dan saya sebagai gadis berkulit hitam dan ia bertekad untuk memastikan bahwa kami tumbuh menjadi perempuan berkulit hitam yang percaya diri dan bangga akan diri kami." Nama depan Kamala Harris (dibaca "comma-la"), memiliki arti "bunga lotus" dalam bahasa Sansekerta.


    2. Ia adalah mantan pengacara

    Setelah lulus (ia mengambil jurusan political science and economics) dari Howard University di Washington, D.C., sebuah institusi yang juga dikenal sebagai Historically Black College or University (HBCU), Harris kemudian pindah ke San Fransisco dan melanjutkan pendidikan di University of California's Hastings College of the Law.

    Dari situ, ia memulai kariernya di bidang legal sebagai Deputy District Attorney di Alameda County, California. Di tahun 2003, ia terpilih menjadi District Attorney of San Fransisco untuk dua periode dengan fokus pada bidang kejahatan dan kriminal seks. Delapan tahun kemudian, di tahun 2011, Harris menjadi Attorney General of California, menjadi perempuan pertama serta orang berkulit hitam pertama yang pernah menduduki jabatan tersebut.


    3. Ia maju untuk pemilihan presiden

    Di awal 2019, Harris berhasil mengumpulkan lebih dari 20,000 orang di tanah kelahirannya, Oakland, California, ketika ia mengumumkan bahwa dirinya akan maju dalam pemilihan presiden 2020. Ia mendapatkan banyak antusias positif, dan berada di posisi ketiga di belakang Joe Biden dan Bernie Sanders. Ia berhasil meningkatkan jumlah suara dari 6,7% menjadi 12% hanya dalam waktu satu bulan setelah ia mengumumkan bahwa ia akan maju sebagai calon presiden. Namun, di akhir tahun 2019, Harris memutuskan untuk mundur dari pencalonan, mengatakan bahwa ia kekurangan dana sehingga ia tak bisa melanjutkan hingga tahap akhir.




    4. Ia mendorong para perempuan untuk terus maju serta membela hak-hak perempuan

    Dalam sebuah wawancara dengan Cosmopolitan US di tengah pencalonan dirinya sebagai presiden, Kamala Harris menjelaskan: "Salah satu alasan saya ingin menjadi presiden adalah karena saya memiliki komitmen jangka panjang untuk berjuang membela hak-hak perempuan. Saya maju mencalonkan diri sebagai presiden untuk mengatakan bahwa, setiap negara bagian yang memperbolehkan sebuah hukum yang melarang seorang hak konstitusional seorang perempuan untuk membuat keputusan mengenai tubuhnya, hukum tersebut akan ditinjau kembali oleh Department of Justice untuk dipastikan kembali. Itulah yang saya persiapkan, dan yang akan saya lakukan." Tonton wawancara lengkap Cosmopolitan US dengan Kamala Harris di sini.


    5. Ia punya banyak penggemar terkenal

    Selama proses pencalonan presiden tahun lalu, Barack Obama memilih Kamala Harris. Ia sudah lama menjadi seorang penggemar, dan sempat menjelaskan Harris di tahun 2013 sebagai seorang yang "brilian", "berdedikasi" dan "kuat", dan sejak berita mengumumkan bahwa ia akan menemani Joe Biden sebagai wakil presiden, dukungan tersebut berlanjut.

    "Memilih seorang wakil presiden adalah keputusan penting pertama yang harus dilakukan oleh seorang presiden... Anda membutuhkan seseorang yang bisa memberikan penilaian dan memiliki karakter untuk membuat keputusan yang tepat. Seseorang yang fokusnya bukan pada dirinya sendiri melainkan memikirkan kehidupan dan prospek masyarakat. Joe Biden berhasil membuat keputusan yang tepat," ujar sang mantan Presiden dalam sebuah pernyataan. "Dengan memilih Senator Kamala Harris sebagai wakil presiden Amerika berikutnya, ia menggarisbawahi seperti apa penilaian pribadi dan karakternya."

    Ia melanjutkan: "Saya sudah mengenal Senator Harris untuk waktu yang cukup lama. Ia lebih dari siap untuk posisi tersebut. Ia telah menghabiskan kariernya untuk melindungi Konstitusi kita dan berjuang mendukung mereka yang membutuhkan kesetaraan... Michelle dan saya sangat bersemangat mendukung Kamala, Doug, Cole, dan Ella. Ini adalah hari yang baik untuk ngara kita. Sekarang,mari menangkan perjuangan ini."

    Selebritas lainnya termasuk Taylor Swift, Mindy Kaling, Chrissy Teigen Jessica Biel dan lainnya telah mengunggah dalam media sosial mereka, merayakan keputusan Joe Biden yang memilih Kamala Harris sebagai rekannya.



    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Cosmopolitan US)