Lifestyle

Daftar Buku Yang Bisa Kamu Baca Saat Mengalami Krisis Hidup

  by: Givania Diwiya Citta       12/11/2020
  • Uh-oh, apakah kamu sedang merasa terjebak dalam krisis kehidupan? Kamu tidak sendirian, girls. Buku-buku berikut ini bisa jadi teman baik – sekaligus penasihat personal – untuk mengarungi krisis yang dialami saat kamu membacanya. Help is on its way, mmmkay!


    Everything Is Figureoutable – Marie Forleo 




    Siapa yang membutuhkannya?

    Semua yang sedang terserang panick attack. SOS!

    Apa pesan terbaik dari buku ini?

    Seperti judulnya, buku ini mengajarkan filosofi bahwa *sesungguhnya* setiap masalah pasti bisa ditemukan solusinya. Baik itu saat panik karena pekerjaan rasanya tak pernah habis, ataupun saat harus mengambil keputusan dalam berbisnis, sampai sesederhana untuk menemukan dua jam istirahat dalam satu hari yang penuh jadwal kesibukan. Buku ini melatih otak agar berpikir lebih positif hingga mampu memecahkan berbagai mimpi serta target, ke dalam langkah demi langkah yang dapat direalisasikan. (Kinokuniya, harga: Rp267.000,-.) 


    Anomali – Elnov 


    Siapa yang membutuhkannya?

    Mereka yang sedang menghadapi krisis identitas dalam pencarian jati diri.

    Apa pesan terbaik dari buku ini?

    Coba baca memoar yang ditulis langsung oleh Elnov, perempuan yang kala usia belia dinyatakan sebagai ODB (Orang dengan Bipolar). Di sini, ia menceritakan semua yang dialaminya – mulai dari menghadapi konflik rasa kebahagiaan yang meletup-letup sampai terjatuh ke depresi yang kelam – langsung dari sudut pandangnya. Tak hanya membawa kita terdorong untuk menyelami pikirannya dan upayanya untuk bertarung sekaligus berdamai dengan diri sendiri, buku ini juga menyediakan jawaban serta gambaran untuk memahami kemelut dalam diri kita sendiri, lho. Karena mengenali diri sendiri adalah kunci dari ~healing~. (Gramedia, Rp68.000,-.) 


    Rules for Visiting – Jessica Francis Kane 


    Siapa yang membutuhkannya?

    Semua yang membutuhkan ~connection~ bersama orang lain.

    Apa pesan terbaik dari buku ini?



    Novel ini menceritakan tentang karakter May Attaway (yang lebih berteman dekat dengan tanaman di rumahnya) yang ingin membangun hubungan kembali dengan empat sahabat lamanya. Saat ia tahu reuni tak akan mungkin terjadi, ia pun memulai perjalanan sendiri untuk menemui keempat sahabatnya satu persatu. Ia pun mengunjungi berbagai tempat di dunia, menemukan arti pertemanan di era digital, sampai mendapatkan berbagai kejutan tak terduga di sepanjang perjalanan. Baca ini jika ingin tahu makna “connection” yang dibutuhkan setiap orang, sekaligus, ehm, untuk tahu caranya bertamu ke rumah orang lain. (Kinokuniya, price upon request.) 


    Mereka Bilang, Saya Monyet! – Djenar Maesa Ayu 


    Siapa yang membutuhkannya?

    Para jiwa yang butuh asupan self-love!

    Apa pesan terbaik dari buku ini?

    Meski butuh imajinasi untuk memahami berbagai cerita pendek yang dikarang oleh Djenar, namun seluruh cerita dengan pendekatan surealisme dalam buku ini sesungguhnya punya banyak asupan keberanian untuk memahami pikiran serta perilaku seseorang terhadap dirinya sendiri, di tengah belantara struktur lingkungan dan masyarakat. Apalagi, perspektif yang disuguhkan adalah dari sudut pandang perempuan, kita pun jadi diajak untuk bercermin pada diri secara brutally honest, dan belajar mencintai sosok bayangan yang terefleksi tersebut. (Gramedia, Rp68.000,-.) 


    Get Sh*t Done – Caro Handley 


    Siapa yang membutuhkannya?

    Kamu yang struggling dan sedang merasa S.T.U.C.K.

    Apa pesan terbaik dari buku ini?

    Life coach Caro Handley memaparkan berbagai kasus masalah, terutama di area penting dalam hidup seperti karier, keuangan, sampai hubungan asmara, untuk menemukan berbagai pendekatan positif dalam menemui titik terangnya. Buku yang dirancang dalam setengah bentuk panduan dan setengah jurnal interaktif ini, akan memberi dukungan, dorongan, serta ‘alat’ penunjang untuk lebih memahami tujuan diri, dan mengembalikan lagi setir kontrol hidup ke dalam diri sendiri. (Kinokuniya, Rp335.000,-.) 


    (Givania Diwiya / FT / Images: Dok. Kinokuniya, Dok. Gramedia Pustaka Utama / Layout: Rhani Shakurani)