Celebrity

Interview: Cerita Tissa Biani Soal Cinta Fitri, Karier & Prinsipnya

  by: Giovani Untari       1/11/2021
  • Jelas tak mudah untuk bisa terus eksis dan berada di industri hiburan saat ini, apalagi ketika kamu sudah memulainya dari usia belia. Tetapi Tissa Biani adalah pengecualian.

    Ia telah membangun kariernya dari titik nol hingga menjadi salah satu aktris dan penyanyi muda berbakat dengan segudang prestasi. Satu hal yang membuat sosoknya semakin menarik adalah bagaimana ia tetap menjadi dirinya sendiri serta memegang teguh prinsipnya sejak awal masuk ke industri hiburan.

    Jadi luangkan waktu sejenak untuk mengenal lebih dekat pada sosok the one & only Tissa Biani.





    Hello Tissa, kamu sedang sibuk apa akhir-akhir ini?

    Hai Cosmo! Saat ini saya sedang mempersiapkan promo untuk web series terbaru saya yaitu 'Cinta Fitri' dan juga promo single untuk soundtrack-nya yang berjudul 'Atas Nama Cinta'. Rencananya mungkin saya juga akan segera mulai syuting film kembali.



    Mari kita bicarakan soal proyek terbaru dari Tissa yaitu web series 'Cinta Fitri'. Bagaimana rasanya memerankan karakter Fitri? Apakah kamu sempat merasa terbebani saat harus bermain dalam sebuah proyek yang sebelumnya telah begitu populer di masyarakat?

    Pastinya! Apalagi mengingat branding 'Cinta Fitri' yang sudah ada dan sebelumnya diperankan oleh kak Shireen Sungkar dan kak Teuku Wisnu. Sinetron tersebut juga memiliki fans yang banyak dan setia. Tetapi sebenarnya tujuan dibuat web series ini sendiri bukan untuk menggantikan sinetron sebelumnya, tetapi untuk melestarikan karya tersebut kepada generasi masa kini. Web series ini juga dibuat dengan tujuan untuk membawa kembali sejumlah nostalgia kepada mereka yang dulu menonton 'Cinta Fitri'. Jadi sama sekali tidak ada niat untuk menggantikan perannya. Walaupun awalnya deg-degan, tetapi selama ada diskusi bersama para pemain dan sutradara mudah-mudahan lancar. Yang penting niatnya baik. Kalau pressure tentu pasti ada, apalagi netizen zaman sekarang. Pasti ada yang membandingkan antara peran Fitri dahulu dan sekarang. Cuma kembali lagi, karena niat saya baik yaitu saya ingin bekerja secara profesional dan mengerjakan tugas saya sebagai pemain dengan sebaik mungkin. Saya tidak ingin terlalu memusingkan omongan orang lain, yang penting fokus pada apa yang dikerjakan.


    Di web series ini kamu dipasangkan dengan Rizky Nasar sebagai Farel, bagaimana cara kalian membangun chemistry bersama?

    Kalau sama Rizky Nazar sendiri, bisa dibilang ini merupakan proyek ketiga kami berakting bersama. Ini juga kedua kalinya saya dipasangkan sebagai couple dengan Rizky. Ia sendiri termasuk tipe yang santai dan tidak terlalu ribet, jadi proses saya membangun chemistry dengannya juga jauh lebih mudah dan tidak terlalu kaku. Lebih seperti kakak-adik kali. Selama syuting Cinta Fitri juga prosesnya sangat menyenangkan karena semua pemainnya begitu dekat satu sama lain.


    Busana: H&M


    Tissa juga ikut menyanyikan soundtrack dari Cinta Fitri yaitu 'Atas Nama Cinta'. Lagu ini langsung mendapat sambutan yang besar dari masyarakat. Apakah ada kesulitan saat proses rekaman lagunya?

    Untuk proses rekamanannya sendiri benar-benar diambil ketika syuting Cinta Fitri. Jadi kami harus mencari waktu yang pas saat saya kosong. Workshop-nya juga hanya beberapa jam dan latihannya juga saya lakukan di sela proses syuting. Kesulitannya pasti ada, terutama karena saat ini saya lebih fokus ke akting jadi tidak punya banyak waktu untuk latihan vokal secara khusus. Maka ketika proses rekaman saya memilih berserah diri dan banyak diskusi sama produsernya. Syukurlah saya juga mendapat banyak support dari pemain Cinta Fitri.


    Kamu juga terpilih sebagai Duta FFI 2021 bersama Prilly Latuconsina, Jefri Nichol, dan Angga Yunanda. Ini juga tahun kedua kamu menjadi Duta FFI. Seperti apa rasanya?

    Saya senang sekali karena Duta FFI tahun 2021 ini didominasi oleh generasi muda. Kalau tahun lalu saya yang mewakili generasi mudanya kan. Tapi sekarang karena diisi oleh anak-anak muda, kita jadi memiliki tujuan bahwa sebagai generasi muda kita harus bisa memberikan impact dan motivasi kepada followers kita yang juga didominasi generasi Z untuk selalu semangat dan mencintai perfilman Indonesia.


    Apa harapan Tissa untuk industri perfilman Indonesia? Apalagi di tengah kondisi pandemi yang cukup membawa dampak besar bagi dunia perfilman Tanah Air?

    Mungkin lebih kepada waktu kerjanya ya, baik di proyek film maupun di sinetron / series. Saya berharap jam kerjanya bisa lebih disiplin lagi agar semua tim yang terlibat selalu sehat, terutama di masa pandemi ini. Sekarang juga banyak film Indonesia yang masuk ke ajang internasional, kita harus bersyukur sekali akan hal tersebut dan harus selalu di-support supaya banyak sineas terutama dari generasi muda yang jadi lebih semangat membuat film dan termotivasi untuk lebih mengenalkan film Indonesia ke ranah internasional.


    Dunia hiburan juga ikut berimbas pada kondisi pandemi ini. Seperti apa strategi kamu agar bisa terus survive dan terus berkarya di tengah situasi pandemi ini?

    Jujur saya termasuk tipe yang lebih go with the flow. Dulu waktu awal-awal pandemi tentu saya juga sempat down. Bayangkan.. kita yang terbiasa keluar rumah untuk kerja atau urusan lain jadi harus stuck dan berhenti sejenak. Tapi karena sekarang pandemi sudah berjalan hampir dua tahun, saya lebih mencoba untuk menjalani apa yang ada di hadapan saya saja. Selama masih diberi badan dan pikiran yang sehat, ya saya jalani saja apa yang bisa dijalani. Saya juga tidak ingin memikirkan terlalu banyak hal.


    Darimana awal kecintaan Tissa terhadap dunia akting? Apakah dari kecil kamu sudah bercita-cita untuk masuk ke industri hiburan?

    Sejak kecil saya memang merasa sudah memiliki passion di film. Saya suka sekali menonton film apapun dari dulu. Saya juga suka akting sendiri di depan kaca dan saya juga tidak tahu bakatnya darimana, mengingat keluarga saya tidak ada yang terjun ke industri hiburan, haha.. Akhirnya karena sering nonton film, timbul perasaan suka terhadap akting itu sendiri. Suatu hari saya bilang ke mama, bahwa saya ingin menjadi artis. Karena saat itu kami tidak punya link apa-apa, bisa dibilang kami harus berusaha semaksimal mungkin untuk masuk di dunia hiburan ini. Ehh.. tiba-tiba ada saja jalannya, di mana saya punya tetangga yang kenal dengan mamanya Dea Anissa (dulu Dea Imut) yang punya production house. Akhirnya saya casting di sana dan dari sana juga saya bisa kenal beberapa agensi dan manager artis. Setelahnya saya bisa dapat lebih banyak link untuk mengikuti berbagai casting. Bisa dibilang saya dulu termasuk tipe yang rajin ikutan casting dan tidak suka berhenti di situ saja. Meski saat itu saya masih sekolah, tapi saya ingat betul saya selalu paling bersemangat kalau sudah menyangkut urusan akting. Saya percaya bahwa kalau kita niatnya baik, pasti akan selalu ada jalannya.



    Busana: H&M, Aksesoris: Our Side Job


    Ada banyak peran yang telah kamu mainkan, apa peran / genre selanjutnya yang ingin kamu coba?

    Apa ya? Haha.. Tapi seru ya kali ya kalau bisa bermain di genre survival game seperti 'Squid Game'. Saya belum pernah melihat ada film Indonesia dengan genre seperti itu. Mudah-mudahan ke depannya akan ada film Indonesia dengan genre tersebut. Mudah-mudahan juga saya bisa bisa bermain di film action.



    "Saya percaya bahwa kalau kita niatnya baik, pasti akan selalu ada jalannya."
    -Tissa Biani-



    Apa goals terbesar kamu sebagai seorang aktris dan penyanyi di industri hiburan ini?

    Saya ingin bisa membuat film saya sendiri. Mungkin saya ingin membuat film dengan konsep survival game seperti 'Squid Game'. Sebuah film dengan produksi dan set yang totalitas. Plus para pemain, wardrobe dan makeup-nya keren.


    Dalam beberapa kesempatan Tissa terlihat sangat bold mengungkapkan tentang bagaimana masyarakat sering kali melihat seseorang hanya berdasarkan tampilan / followers saja, bukan dari karyanya. Apa ini salah satu hal yang cukup mengganggu kamu?

    Betul sekali, ini merupakan concern yang saya rasakan dan ingin saya upayakan ketika saya terpilih sebagai Duta FFI. Mungkin dulu masyarakat lebih cuek tentang tampilan seseorang, mereka lebih bisa menghargai orang dari karya, kemampuan, serta kualitasnya. Tapi dari awal saya menjadi aktris dan dari usia yang masih sangat kecil, concern saya adalah bagaimana menjalani profesi ini dengan sebaik dan se-enjoy mungkin. Tidak pernah terlalu memikirkan "oh saya harus terlihat bla.. bla..bla..". Tetapi sekarang dengan hadirnya media baru misalnya Instagram, tentu akhirnya muncul pemikiran seperti itu di masyarakat. Di mana seseorang akhirnya sering dinilai dari jumlah followers atau tampilannya. Justru saya ingin men-support orang-orang yang cuek akan hal ini. Karena bagaimana pun juga yang penting adalah karyanya.


    Semua orang pasti memiliki sisi insecure dalam dirinya. Bagaimana cara kamu menghadapi rasa insecure tersebut?

    Saya lebih memilih untuk mendekatkan diri dengan orang-orang yang tidak toxic, mereka yang selalu mendukung dan memberikan hal-hal positif untuk orang terdekatnya. Dengan begitu kita akan selalu tahu dan memiliki mindset bahwa sebenarnya masih banyak orang yang menyayangi kita. 




    Well... sebagai Gen Z, apakah kamu termasuk tipe yang sangat up to date terhadap media sosial? Atau justru sebaliknya?

    Saya terbilang jarang melihat update-an suatu hal atau berita, kecuali memang ada waktu luang. Selebihnya saya lebih banyak menggunakan media sosial untuk chatting atau mengobrol dengan orang di sekitar saya. Saya pribadi mencoba untuk meminimalisir screentime di media sosial. Misalnya ketika di perjalanan saya tidak membuka Instagram, saya lebih memilih menonton series / film.


    "Selama masih diberi badan dan pikiran yang sehat, ya saya jalani saja apa yang bisa dijalani. Saya juga tidak ingin memikirkan terlalu banyak hal."
    -Tissa Biani-


    Apakah seorang Tissa Biani juga punya cara khusus untuk menangani hate comment?

    Kalau melihat hate comment pastinya ada, karena ya bagaimana pun saya yang menjalankan akun media sosial saya tersebut kan. Tetapi balik lagi, niat awal saya masuk ke dunia entertainment bukan untuk meng-impress orang lain. Saya berada di industri ini karena saya menyukainya dan ini adalah passion saya.


    Busana: H&M


    Tissa juga terlihat sebagai sosok yang punya strong mindset. Apa yang membuat kamu kuat dan bisa selalu berpikir positif?

    Banyak orang yang melihat sosok Tissa itu tipe yang kalau ya-ya, enggak-enggak. Banyak juga orang yang mengatakan bahwa saya orang keras kepala terhadap apa yang saya inginkan. Mama saya juga bilang hal ini, haha.. Saya memang kalau punya pendirian terbilang keras, karena saya sadar bahwa saya memiliki sifat dan tanggung jawab yang lumayan tinggi ke orang lain. Kadang jeleknya saya juga merasa kalau orang memberi saran saya mungkin kurang mau mendengarkan karena lebih memilih mendengarkan isi hati kecil saya, haha.. Tapi saya juga akan menilai sesuatu berdasarkan hati nurani tanpa melupakan sisi logisnya.


    Apa aksi self-love yang biasa Tissa lakukan untuk diri sendiri?

    Self-love saya itu biasanya dengan membeli skincare, haha.. Bukan hanya skincare untuk wajah saja, tapi juga untuk perawatan rambut, alis, bulu mata, atau bibir. Misalnya saya suka beli serum bulu mata atau serum rambut. Saya suka membelinya hal-hal seperti itu, makanya pouch skincare saya sepertinya terisi banyak sekali produk, haha.. 


    Di tengah aktivitas yang padat, bagaimana cara kamu supaya tetap sehat baik fisik maupun mental?

    Saya biasanya banyak minum air putih dan mencuri waktu luang untuk beristirahat. Mama saya juga selalu membawakan saya buah setiap harinya supaya tetap fit. Saya juga mengusahakan untuk tidak makan sembarangan dan gorengan supaya tetap sehat.


    Tissa dan Dul Jaelani baru saja merayakan 1st anniversary. Hubungan kalian berdua juga selalu terlihat lovely. Apa tips agar hubungan berjalan lancar, apalagi kalian adalah pasangan publik figur yang selalu mendapat sorotan publik?

    Sudah setahun ya, yang pasti saya bersyukur menjalani hubungan ini. Sebenarnya agak tidak menyangka juga karena ini merupakan pacaran terlama saya dari sebelumnya yang hanya sekitar 5-6 bulan.  Karena kesibukan saya di dunia entertainment dan saya juga masih muda, jadi terkadang masih ada sisi labil dalam diri saya ketika berpacaran. Tapi dalam hubungan bersama Dul, saya sungguh melatih diri dan belajar untuk menjadi sosok yang lebih dewasa. Tips-nya mungkin harus saling percaya satu sama lain. Meski sama-sama ada di dunia entertainment, kita pun tetap beda bidang kan. Dul di musik sedangkan saya di film, jadi kami berusaha selalu saling support dan membuat pasangannya semangat untuk berkarya.


    Busana & sepatu: H&M


    Bagaimana cara kalian berdua menanggapi banyaknya rumor atau berita yang beredar tentang hubungan ini?

    Sebenarnya kalau soal media dan netizen, saat ini saya dan Dul sudah mulai belajar cuek. Dulu waktu awal-awal hubungan pasti ada momen di mana kami berdua ikut baper melihat berita dari media atau netizen. Tapi sekarang saya dan Dul belajar fokus untuk lebih bahagia dalam menjalani hubungan ini. Kami juga berusaha untuk tidak terpengaruh pada omongan orang lain.


    Saat sedang jauh dari pasangan, biasanya apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasi rasa kangen?

    Saya mengusahakan agar komunikasi tetap lancar, misalnya dengan video call atau mungkin Dul yang sesekali menyusul. Sama ya mungkin dulu sering memberikan barang tujuannya biar selalu ingat satu sama lain, haha.. Tapi sekarang sepertinya saya dan Dul sudah lebih mengerti apa yang harus kami lakukan. 


    Jadi seperti apa konsep hubungan yang ideal bagi seorang Tissa Biani?

    Yang pasti hubungan yang membuat pasangannya lebih semangat dalam berkarya, lalu membawa sesuatu yang positif. Bukan hubungan yang justru membuat kita down, galau, atau sedih. Sebuah hubungan seharusnya bisa membuat yang menjalaninya menjadi semakin semangat berkarya dan produktif.


    Tahun 2022 sudah tinggal hitungan hari. Apa harapan Tissa untuk tahun 2022 nanti?

    Harapan saya semoga semakin sering bermain di film yang bagus, mengeluarkan single lagi, terus langgeng bersama pasangan. Lalu menjadi orang yang bisa terus memberikan dampak positif pada orang lain.


    Busana: H&M



    Fotografer: Insan Obi
    Fashion Stylist: Dheniel Algamar
    Interview & Teks: Giovani Untari
    Makeup: Ryan Ogilvy
    Hairdo: Linda Kusumadewi