Love & Sex

Oh No! 5 Tanda Kamu Belum Siap Menjalin Sebuah Hubungan Baru!

  by: Giovani Untari       8/11/2021
  • Saya termasuk terbilang buruk dalam urusan asmara. Tidak seperti orang di sekitar saya, di mana mereka dan pasangannya saling mencintai satu sama lain.. Lalu mereka bisa melakukan apa yang biasanya dilakukan saat berpacaran seperti berpegangan tangan, mencium pipi satu sama lain, atau berpelukan.

    Pasangan tersebut memiliki seseorang yang bisa dipercaya, tempat untuk bersandar, dan peduli pada mereka. Sungguh berbeda dengan apa yang saya alami saat ini.




    Tetapi karena hal tersebut pula, ada beberapa kesempatan (okay, mungkin setiap hari!), di mana saya jadi ikut berharap bisa memiliki pacar dan memiliki hubungan seperti mereka. Hanya saja, setelah mengalami beberapa kali putus cinta yang traumatik, saya jadi penasaran apakah sebenarnya saya masih ingin berada dalam sebuah hubungan percintaan?



    Yang saya pelajari dari segala masa lalu kelam tersebut adalah kesiapan dalam menjalin hubungan jelas lebih penting dari sekadar kita menginginkan sebuah hubungan itu sendiri.

    Maksudnya, siapa saja jelas bisa menginginkan berada dalam sebuah percintaan romantis. Tetapi kalau kamu tidak siap dengan segala tanggung jawab dan konsekuensi yang ada ketika menjalin hubungan, maka hubungan tersebut juga akan sangat riskan berakhir.  Apakah kamu salah satu yang ternyata belum siap dalam menjalin sebuah hubungan baru?


    Penasaran? Ini dia 5 tanda bahwa kamu sebenarnya belum siap menjalin hubungan baru:


    1. Kamu masih belum bisa melupakan mantan kekasihmu

    Bahkan hanya dengan memikirkan kenangan singkat bersama sang mantan bisa membuat kamu kembali bersedih dan menangis. Itu artinya kamu masih membutuhkan waktu untuk berdamai dengan perasaanmu setelah putus dari si dia. Perasaan bersedih (yang mana adalah sesuatu yang normal dirasakan setelah putus cinta) dapat menjadi salah satu penghambat kamu untuk move on, memercayai seseorang, dan membangun kembali kedekatan dengan orang lain, ujar Liza Mordkovich, seorang psikoterapis berlisensi

    Apabila kamu masih berduka pada hubungan asmaramu atau masih menanyakan alasan terbesar mengapa kamu putus dengan si dia, itu tandanya kamu mungkin belum siap secara emosional untuk menjalin sebuah hubungan baru.



    2. Kamu tidak bisa membayangkan dirimu membuat perubahan atau berkompromi dengan orang lain

    Suatu hubungan jelas membutuhkan beberapa usaha, tanggung jawab, dan komitmen di dalamnya. Jadi coba pikirkan tentang crush-mu saat ini lalu tanyakan pada dirimu sendiri, “Apakah saya siap untuk mengubah beberapa hal dalam hidup saya demi orang ini?” saran Cristina M. Konior, LMHC

    Jika jawabanmu adalah “Hmm, mungkin tidak,” maka sebenarnya adalah kamu sudah puas dengan hidupmu saat ini atau mungkin kamu belum bertemu dengan seseorang tepat untuk jawaban tersebut. Apapun jawabanya, yang jujurlah pada diri sendiri dan ikuti selalu kata hatimu.




    3. Sosok yang kamu kejar sebenarnya tidak ada atau tidak tertarik menjalin komitmen

    Kalau kamu selalu konsisten mengusap swipe right pada orang-orang yang terlihat menarik saja, maka itu tanda bahwa kamu sebenarnya tidak sedang mencari suatu hubungan yang serius. Apabila kamu memang menginginkan sebuah hubungan yang serius, maka kamu harus mencari seseorang yang juga menginginkan hal yang sama.




    4. Kamu merasa kesepian, bosan, dan berpikir bahwa berada dalam sebuah hubungan akan memperbaiki hal tersebut

    Ada kalanya kamu lelah selalu sendirian atau bosan menyaksikan semua teman-temanmu berkencan dengan pasangannya di akhir pekan.  Atau kamu merasa jika kehadiran orang lain bisa membuat kamu lebih bahagia dibanding menjadi seorang single. Kalau kamu berpikir hal-hal di atas, maka kamu harus mengevaluasi kembali motivasimu dalam menjalin sebuah hubungan, dear!


    Apalagi jika pikiran tersebut muncul setelah fase putus cinta. Di mana pasti ada momen kita merasa hampa dan kehilangan seseorang yang kita sayangi, ujar Nikki Carter, Founder dari We Are Self Centered, sebuah organisasi healing yang membantu para perempuan menghadapi momen setelah putus. 

    “Hubungi dan berbicaralah kepada sahabat baikmu atas apa yang kamu rasakan, cara ini akan membantu kamu sembuh setelah putus cinta. Lalu kirimkan mereka pesan saat kamu merasa kesepian dan ingin menghubungi mantan kekasihmu.” 

    Ingat babes, kita seharusnya tidak mengharapkan kebahagiaan dari orang lain, karena hal tersebut bisa terasa tidak adil bagi orang di sekitar kita.



    5. Kamu ingin memiliki sebuah hubungan karena, um, semua orang memilikinya?

    Dengan banyaknya konten pasangan yang bisa kita lihat di Insta Feed atau Insta Stories, sangat mudah membuat kamu merasa kamu satu-satunya yang tidak memiliki pasangan di dunia ini. Tapi tentu saja hal tersebut tidaklah benar.

    Apabila alasan utamamu menginginkan sebuah hubungan karena kamu butuh seseorang yang bisa diajak untuk membuat konten #CoupleGoals atau terlihat tidak sendirian saat Valentine’s Day, maka jangan korbankan orang lain. Jangan menjalin sebuah hubungan hanya karena sosial atau yang terburuk demi mendapatkan likes, karena ini bisa menyakiti pasangan yang benar-benar tulus kepadamu.

    And let’s be real, dating yourself is way more fun anyway.




    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh penulis / Alih bahasa: Giovani Untari / Images: Dok. Jad Limcaco on Unsplash, Omar Ram on Unsplash, Wedding Dreamz on Unsplash).