Beauty

Ini Dia Penyebab Rambut Kering yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

  by: Fariza Rahmadinna       13/11/2021
  • Banyak wanita, atau mungkin juga pria, yang mengalami masalah rambut kering. Kondisi ini biasanya terjadi ketika rambut tidak mendapatkan atau tidak dapat mempertahankan kelembapan yang cukup, sehingga membuatnya kehilangan kilau, tampak kusam dan tidak sehat. Meskipun sudah menjadi masalah umum, hal ini bisa menimbulkan masalah rambut yang lebih parah, apalagi jika tidak diatasi.


    Tapi sebenarnya, apa saja penyebab rambut kering? Berikut ini Cosmo telah merangkumnya untuk kamu. Read on!




    1. Faktor lingkungan



    Paparan sinar matahari yang berlebihan, panas yang ekstrem, dan kelembapan yang rendah dapat berkontribusi terhadap kerusakan rambut. Oleh sebab itu, kurangi risiko kerusakan rambut dengan mengenakan topi atau pelindung kepala lainnya saat beraktivitas di luar ruangan, dan gunakan sunscreen rambut. 


    2. Berenang


    Berenang bisa menjadi salah satu penyebab rambut kering. Mengapa? Ini karena, klorin—zat yang berfungsi untuk membunuh bakteri dan menjernihkan air—dalam air kolam renang dapat menghilangkan minyak alami pada rambut, membuat rambut menjadi kering, berbau, dan bahkan meluruhkan warna rambut.


    Tetapi, jangan panik girls! Ada beberapa cara pencegahan untuk membantu membatasi rambut kering dan rusak akibat klorin.


    First of all, selalu basahi rambut sebelum berenang. Ini karena, rambut yang basah akan menyerap lebih sedikit bahan kimia klorin. Setelah berenang, segera bilas dan cuci rambut secara menyeluruh menggunakan sampo. Ini bertujuan agar klorin yang mungkin menempel pada rambut ikut hilang saat keramas. Atau, lindungi rambut dengan menggunakan topi renang agar membantu mencegah helai rambut menyerap semua air yang mengandung klorin.


    3. Mewarnai rambut


    This one shouldn’t come as a surprise. Mewarnai rambut secara berlebihan dapat memberikan efek merugikan untuk rambut kamu, termasuk membuat rambut kering. 


    Tentu saja, tidak ada yang salah dengan keinginan untuk mewarnai rambut, tetapi pertimbangkan metode pewarnaan rambut yang tidak terlalu keras, misalnya, pilih dan gunakan pewarna rambut bebas amonia atau pewarna rambut plant-based


    4. Menggunakan sampo yang salah


    Ternyata, memilih sampo tidak boleh sembarangan, lho girls. Hal ini karena, semua rambut memiliki kebutuhannya masing-masing. Oleh karena itu, pastikan kamu meluangkan waktu untuk membaca label dan memilih produk yang tepat untuk jenis dan masalah rambut. 


    Misalnya, untuk rambut kering, hindari sampo yang mengandung sulfat (SLS), propilen glikol, dan parfum. Ketiga kandungan ini dapat membuat rambut kamu semakin kering. 


    5. Keramas berlebihan


    Meskipun kamu sudah memilih dan menggunakan sampo yang tepat, ini tidak cukup untuk mencegah rambut kering. Keramas berlebihan juga dapat menyebabkan rambut kering dan rusak. Mencuci rambut terlalu sering bisa menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan untuk menjaganya tetap terhidrasi, sehingga membuat rambut jadi cepat kering. 


    Jadi, seberapa sering kita sebaiknya keramas? Dikutip dari WebMD, menurut Carolyn Goh, MD, asisten profesor kedokteran klinis di Sekolah Kedokteran David Geffen di UCLA, tidak ada jawaban pasti tentang seberapa sering orang harus keramas. Ini tentu saja akan bervariasi tergantung pada jenis rambut kamu. Namun, untuk rata-rata orang, kebanyakan ahli merekomendasikan untuk keramas setiap 2-3 hari sekali. 


    6. Penggunaan alat styling berlebihan


    Apakah kamu sering, atau bahkan setiap hari, menggunakan alat pengering, pelurus, dan pengeriting rambut? Jika iya, kamu mungkin perlu menghentikan kebiasaan ini, atau setidaknya menguranginya. Mengapa? Ini karena, panas yang dihasilkan dari alat styling rambut dapat merusak kutikula sehingga menyebabkan kekeringan dan kerusakan pada rambut.


    Jika kamu perlu menggunakan alat styling rambut, selalu gunakan produk heat protection yang akan membantu melindungi rambut kamu dari panas alat styling, sehingga meminimalisir kekeringan dan kerusakan. 


    7. Kekurangan nutrisi


    Kalau akhir-akhir ini kamu sedang menjalani diet yang tidak sehat, mungkin ini penyebab rambut kering yang kamu alami. Kekurangan nutrisi tidak hanya dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh, tetapi juga pada kulit dan rambut. Berdasarkan sebuah studi tahun 2017 dalam jurnal Dermatology Practical & Conceptual, menjelaskan bahwa kekurangan nutrisi dapat berdampak pada struktur rambut dan pertumbuhan rambut.


    Dikutip dari The Health, menurut Megan Faletra, konsultan kesehatan global dan ahli diet, menunjukan bahwa mengonsumsi makanan tinggi lemak sehat, seperti alpukat, minyak zaitun, dan salmon, dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit kepala, sehingga rambut lebih lembap dan sehat. Selain itu, mengonsumsi makanan tinggi kandungan zat besi, kalsium, seng, dan vitamin B-kompleks juga dipercaya baik untuk kesehatan rambut. 


    8. Kondisi medis tertentu


    Dalam beberapa kasus, rambut kering dan rusak juga bisa gejala awal dari kondisi medis tertentu, ini meliputi:

    • Anoreksia nervosa, yaitu gangguan makan yang bisa menyebabkan penderitanya kekurangan gizi. Kondisi Ini dapat menyebabkan rambut menjadi lebih kering dan rapuh.
    • Hipoparatiroidisme, adalah kondisi medis dimana kelenjar paratiroid menghasilkan terlalu sedikit hormon paratiroid, yang bisa menurunkan kadar kalsium di dalam darah. Seperti diketahui, kalsium adalah nutrisi utama yang dibutuhkan untuk kesehatan rambut, tulang, gigi, dan jaringan lainnya.
    • Hipotiroidisme, atau kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon tiroid, yang mengakibatkan rambut menjadi kering dan rapuh.
    • Sindrom menkes, yaitu sebuah kondisi genetik langka yang menyebabkan sel-sel tubuh tidak dapat menyerap cukup tembaga (cooper), sehingga mempengaruhi kesehatan rambut dan menyebabkan rambut kering.


    Itulah beberapa penyebab rambut kering yang perlu kamu ketahui. Dengen mengetahui penyebabnya, kamu dapat mencegah rambut kering, sehingga rambut bisa lebih sehat dan berkilau. 




    (Fariza Rahmadinna / KIS / Image: Doc. Helena Ije on Pexels)