Lifestyle

Cosmo Honest Review: Staycation di Hotel The Orient Jakarta

  by: Alvin Yoga       16/11/2021
  • Ahhh...staycation. Mendengar kata itu saja sudah membuat jantung berdebar. I mean, heyyy, siapa sih yang tak kangen—dan butuh—liburan? (Yeah, lupakan soal rebahan di rumah, it’s too last year.) Setelah hampir dua tahun lamanya kita melewati tantangan yang cukup berat akibat pandemi COVID-19, menghadiahi diri sendiri dengan istirahat yang menyenangkan rasanya...suatu hal yang pantas kita dapatkan.

    Apalagi penghujung tahun sudah di depan mata, yang berarti, sepertinya sah saja jika kita pampering ourselves dengan menikmati me-time lewat staycation di hotel. Plus, saat ini pun keadaan ibu kota sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya, jadi, asalkan tetap selalu mengikuti protokol kesehatan (penting!), tak masalah kalau kamu ingin melangkah keluar rumah dan melihat pemandangan kota Jakarta dari sudut yang berbeda.

    Kalau saat ini kamu sedang mencari hotel untuk melepas penat di akhir pekan supaya—finally—kamu bisa mencoret “staycation” dari daftar to-do list tahun ini, well, ada kabar menyegarkan untukmu: there’s a new hotel in town, and yes, you’re gonna love it!



    Pada Oktober 2021 lalu, The Orient Jakarta resmi membuka pintunya untuk para pleasure-seekers di ibu kota. And lucky us, Cosmo diajak untuk mencoba staycation di The Orient Jakarta. Ingin tahu seperti apa pengalaman kami menginap di boutique hotel terbaru di ibu kota ini? Keep scrolling!



    Staycation in An Exquisite Boutique Hotel

    Terletak di pusat kota Jakarta, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, The Orient Jakarta berdiri di sebuah gedung pencakar langit setinggi 32 lantai. Lokasinya sangat mudah diakses—termasuk dengan berbagai transportasi umum seperti MRT untuk para turis urban yang ingin bersantai di Jakarta—serta dekat dengan berbagai tempat hiburan dan mal.

    Memasuki area lobi, Cosmo bisa langsung menyadari bahwa hotel ini menyatukan konsep tradisional yang estetis dengan balutan seni pop modern di sana-sini. Terdapat detail kayu dan rotan yang tersedia di setiap sudut lobi, lengkap dengan beberapa koleksi objek antik yang seakan membawa kita tersedot dalam sebuah perjalanan nostalgia. Area lobinya sendiri tidak terlalu lapang, dan meski terkesan tradisional, namun hotel ini tidak terlihat kuno. Alih-alih, The Orient Jakarta justru tampak memiliki DNA yang khas serta memberikan nuansa homey yang nyaman.

    (Lobby area The Orient Jakarta Hotel / Image: Dok. The Orient Jakarta)


    Tentu saja hal ini terasa berkat sentuhan Bill Bensley yang memang patut diancungi jempol. Yes, The Orient Jakarta dirancang oleh sang arsitek lanskap yang juga seorang desainer interior maximalist, Bill Bensley. Bagi kamu yang belum tahu, Bensley sendiri telah menciptakan beberapa resor paling ikonis di dunia, dan The Orient Jakarta menjadi salah satu bukti desain hotel kota karyanya. Kali ini, terlihat jelas bahwa Bensley memadukan elemen batik tradisional yang dibuat modern dalam pola yang indah, yang disorotkan di seluruh sisi hotel mulai dari lobi, restoran, hingga kolam renang.

    Selesai melakukan prosedur check-in serta berfoto di lobi hotel yang seluruh sudutnya merupakan spot Instagramable, Cosmo pun diantar melewati CASPAR—sebuah restoran yang menyajikan hidangan khas Spanyol, yang juga menjadi bagian dari The Orient Jakarta—untuk bisa sampai di lift yang akan membawa kami menuju kamar.

    (Spot Instagramable di depan elevator / Image: Dok. The Orient Jakarta)


    Kami pun dibawa menuju lantai 26, di mana kamar kami berada. Begitu menginjakkan kaki keluar elevator, Cosmo langsung disuguhkan dengan barisan lukisan yang telah dikurasi secara hati-hati di sisi-sisi dinding hotel. Jika diperhatikan, masing-masing lukisan tersebut memiliki karakter yang kuat dan penuh cerita, mengingatkan kita pada masa-masa Hindia Belanda dahulu. Sebagai pelengkap, alih-alih penerangan yang kuat, The Orient Jakarta tetap mengusung konsep tradisional dengan menyematkan pencahayaan yang lembut lewat lampu-lampu bernuansa kekuningan.

    Menyempurnakan pemandangan tersebut, terdapat pintu-pintu kamar berukuran besar yang terbuat dari kayu tebal, masing-masing dilengkapi dengan nomor kamar di bagian atas serta gambar bermotif floral dan fauna yang khas di bagian tengahnya—yang jika diperhatikan, berbeda-beda pada masing-masing pintu—yang menandakan bahwa setiap pintu telah digambar tangan untuk memberikan kesan personal.

    Oh ya, terdapat total 153 kamar di The Orient Jakarta, yang terdiri dari delapan tipe kamar; mulai dari Superior, Deluxe, Grand Deluxe, Orient room, Grand Orient room, Orient Suite, Presidential Junior Suite, dan yang paling luas adalah Presidential Suites. And for this staycation, Cosmo berkesempatan untuk mencoba kamar Grand Deluxe.

    (Salah satu kamar di The Orient Jakarta / Image: Dok. The Orient Jakarta)


    Begitu membuka pintu kamar, Cosmo bisa langsung merasakan kesan modern yang kontras berkat kehadiran jendela berukuran tinggi di dinding kamar yang menghadap ke luar—yang menyajikan pemandangan kota Jakarta dari ketinggian. Kesan rustic pun terasa lewat kehadiran lantai dan furnitur dari kayu. Di sisi lain, seni tradisional tetap konsisten menemani dengan keberadaan sketsa batik yang semarak nan rumit, yang menyelimuti salah satu bagian dinding kamar. Psst, sedikit informasi, masing-masing kamar ternyata mengusung sketsa batik yang berbeda-beda, dan seluruhnya telah dikurasi secara personal.

    Tepat di samping jendela berukuran luas, terdapat sebuah bathub untuk kamu yang ingin merasakan sebuah pengalaman berendam sambil menikmati panorama yang mengekspos cakrawala kota Jakarta. Shower room sendiri berada beberapa langkah dari bathub. Memang, awalnya terkesan membingungkan, karena shower room tak dibuat bersisian langsung dengan bathub seperti umumnya, namun Cosmo mengerti konsepnya: Kamu memerlukan pemandangan terbaik selagi berendam dengan berada di sisi jendela, dan tak perlu khawatir soal lantai yang licin ketika berpindah dari bathub menuju shower, karena lantai kamarnya terbuat dari kayu yang cepat menyerap air.

    Hal yang sedikit disayangkan ketika menginap di boutique hotel adalah kurangnya informasi mengenai penggunaan telepon kamar, serta kurangnya cermin besar yang bisa kami gunakan untuk berkaca dari kepala sampai kaki. But hey, it's not a big problem.

    And so, satu-satunya masalah yang Cosmo alami ketika menginap di The Orient Jakarta ialah: memilih antara berendam di kamar sambil mereguk pemandangan kota Jakarta, atau bersantai di hydrotherapy swimming pool yang juga merupakan opsi yang tak kalah menarik.


    A Full Range of Experience at The Orient Jakarta

    Salah satu hal yang menjadi sorotan dari The Orient Jakarta adalah kolam renang hidroterapi di lantai lima, yang tentunya wajib (harus!) kamu kunjungi jika menginap di hotel ini. Konsep kayu rotan upcycled dalam balutan pola yang memikat di langit-langit kolam, serta elemen pop art yang tersebar di berbagai area kolam membuat desain Bensley jelas terasa kental di area ini.

     


    (Infinity hydrotherapy pool / Image: Dok. The Orient Jakarta)




    Bersantailah di infinity pool berukuran super-luas, atau lepas penatmu di kolam jacuzzi sambil menghadap area business disctrict Jakarta yang modern, atau (seperti Cosmo) lakukan keduanya sekaligus! Oh, kamu juga tak perlu khawatir jika hujan tiba-tiba turun, karena desain hotel membuat area kolam renang tetap terjaga dari tetesan air hujan tanpa mengganggu pengalaman bersantaimu. Tried and tested.

    Untuk kamu yang ingin mengisi perut sambil bersantai, di sisi kolam renang terdapat Pool Bar, yang menyajikan ragam tiki playful cocktails yang fun, serta deretan sunset cocktails, snacks dan nightcaps.


    (Nusantara aisle di depan area swimming pool / Image: Dok. The Orient Jakarta)


    Puas berenang? Melangkah keluar dari area swimming pool, terdapat aisle dengan pesona monokrom khas Bensley—another perfect spot for your Instagram Feed—yang menghubungkan area kolam renang dengan gym, spa, dan library lounge. Ya, terletak di lantai yang sama, terdapat Library Lounge yang luas dengan jendela tinggi serta latar belakang kota yang menakjubkan, cocok untuk menikmati afternoon tea sambil membaca buku di siang hari, atau berbincang santai sambil menyesap whiskey atau cocktail di malam hari.

    (Library lounge / Image: Dok. The Orient Jakarta)


    Ingin mengisi perut dengan hidangan lengkap? Kunjungi CASPAR, restoran yang menyajikan hidangan Spanyol modern lengkap dengan deretan hand-crafted cocktail yang unik, yang terletak di lantai bawah. Atau, yang lebih populer di kalangan penikmat kuliner, Furusato Izakaya, sebuah restoran Jepang autentik yang juga terletak tak jauh dari lobi hotel, opsi yang tepat untuk kamu yang ingin menikmati sushi, sashimi, agemono, teppanyaki, bento box, dan lainnya.

    (Caspar / Image: Dok. The Orient Jakarta)



    (Furusato Izakaya / Image: Dok. The Orient Jakarta)


    Oh ya, saran Cosmo, buat reservasi dari sehari sebelumnya untuk menikmati restoran-restoran tersebut, terutama di akhir pekan, karena keduanya jarang memiliki slot kosong untuk para pengunjung yang membuat reservasi di tempat. Lupa memesan reservasi? Tenang, kamu bisa mengandalkan opsi in-room dining, yang juga menyediakan beberapa menu terbaik dari Furusato Izakaya dan CASPAR.


    Cosmo loves:

    The Orient Jakarta memiliki caranya tersendiri untuk membuat pengalaman menginapmu terasa personal. Cosmo sendiri menerima sebuah acrylic standee dengan foto yang diambil dari Instagram kami sebagai hadiah kecil karena telah menginap di boutique hotel tersebut. Soooo lovely~~

    Nah, untuk kamu yang ingin pengalaman hotel secara maksimal, sedikit saran untukmu: jangan lewatkan pengalaman sunset di infinity hydrotherapy pool pada sore hari. Lalu, lanjutkan dengan berendam di bathub pada malam hari. Melepas penat dengan air hangat sambil menikmati pemandangan lampu kota Jakarta adalah salah satu hal terbaik yang bisa kamu dapatkan di The Orient Jakarta. Percayalah, it would be totally unforgettable!

    Satu lagi, untuk momen sarapan tak terlupakan, bangun lebih pagi dan turun ke CASPAR lebih awal. Terdapat satu spot di area outdoor yang cukup privat (hanya satu!), dikelilingi dengan taman kecil yang menghalangi silaunya sinar matahari pagi. Beberapa hidangan sarapan favorit kami adalah nasi goreng (tentu tak pernah salah) yang disajikan bersama sate maranggi, ayam goreng kalasan serta telur dan kerupuk, serta Yaki Sakana Teisoku, menu sarapan ala Jepang dengan pilihan daging salmon atau mackerel yang digoreng matang, bersama nasi putih Jepang, sup rumput laut dan potongan telur omelet. Psst, kamu juga diperbolehkan untuk memesan lebih dari satu menu sarapan jika kamu mau. Fill your tummy to the fullest!


    (Yaki Sakana Teisoku / Image: Dok. Cosmo)


    Oh ya, untuk kamu yang akan menginap di The Orient Jakarta, minibar di kamar hotel pun punya kejutan tersendiri. Ingin tahu apa kejutannya? It's too bad we can't spoil the fun. Go and try it yourself, guys. Happy staycation!


    (Alvin Yoga / Image: Dok. The Orient Jakarta Hotel)