Lifestyle

Ini Alasan Mengapa Taylor Swift Merilis Ulang Album Lamanya

  by: Redaksi       19/11/2021
  • Taylor Swift, si bintang pop super ambisius, memulai sesuatu yang mungkin dapat dikatakan sebagai proyek terliarnya saat ini—merekam ulang enam dari sembilan albumnya dari awal. Sudah kita ketahui bersama bahwa proses perekaman ulang adalah tugas yang sulit, tetapi Cosmo yakin Tay akan merasa gembira ketika mengetahui fakta bahwa ia berkesempatan untuk menertawakan Scooter Braun yang berpikir bahwa ia dapat membeli master milik Taylor dan lolos begitu saja.

    Tapi kemudian muncul satu pertanyaan besar di benak Cosmo: Apakah benar-benar mungkin bagi Taylor untuk merekam ulang sebagian besar albumnya? Dan apakah dia dapat memperoleh masalah hukum atau keuangan karena melakukan hal tersebut? Jawaban atas beberapa pertanyaan kamu sebagai seorang Swifties ada di bawah ini!




    1. Jadi berapa banyak lagu yang perlu direkam Taylor?

    Nah, jika kamu menghitung semua lagu dan trek bonus dari album debut self-titled Taylor, Fearless, Speak Now, Red, 1989, dan Reputation—tidak termasuk versi live, demo, dan memo suara—semuanya kurang lebih sekitar 100 lagu yang harus Taylor produksi ulang. Tapi jika mengingat kembali bahwa Taylor mengeluarkan Folklore dan Evermore secara back-to-back di awal tahun ini, yang kemudian diikuti dengan cepat oleh lagu hit dari album Fearless, “Love Story”, Cosmo yakin itu adalah hal yang mudah bagi Tay.



    2. Berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh Taylor untuk rekaman ulang lagunya?

    Sebagai seorang multijutawan, Taylor mungkin tidak perlu terlalu khawatir tentang biaya finansial yang perlu ia keluarkan untuk reproduksi karya lamanya, tetapi masih ada satu hal yang perlu dipertimbangkan. "Upaya perekaman ulang Taylor yang agresif didorong oleh prinsip, bukan uang, namun tetap ada pertimbangan ekonomi," kata pengacara musik, James Sammataro, kepada Rolling Stone. “Ada biaya produksi—memang, sangat sedikit.” kemudian ada juga biaya lisensi, tetapi itu seharusnya bukanlah masalah yang besar bagi Taylor.


    3. Apakah ada penghalang hukum yang mungkin dilalui Taylor?

    Jawaban singkat: Itu semua tergantung pada bagaimana lagu-lagu baru tersebut terdengar. Menurut TMZ, Big Machine Records memiliki "original production clause." Pada dasarnya, klausa ini melarang Taylor untuk membuat lagu-lagu barunya terdengar persis seperti versi aslinya, jadi untuk mengimbangi hal tersebut Taylor perlu memastikan bahwa rekaman barunya terdengar berbeda dari lagu-lagu lamanya untuk terhindar dari masalah hukum.




    4. Final Q! Bisakah Taylor *benar-benar* melakukan perekaman ulang ini?

    Tentu saja bisa! Taylor telah (secara mengesankan) menulis sebagian besar lagu solonya sejak perilisan album debutnya, jadi perekaman ulang akan sangat cepat karena dia tidak perlu khawatir tentang drama di sisi hak cipta dan penerbitan. Menurut Rolling Stone, Taylor tidak perlu meminta izin Liz Rose (penulis bersama di album self-titled Tay dan Fearless) atau Nathan Chapman (salah satu produser lama Tay) untuk melakukan perekaman ulang. Singkatnya, Tay terlihat aman untuk melakukan perekaman ulang ini!

    Setelah semua yang telah dijelaskan, Cosmo menjadi tidak sabar untuk segera bersenandung ria di album Red (Versi Taylor), yang baru saja rilis di bulan ini. Dompetku—dan telingaku!—siap.


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Salsa Meilivia / VA / Image: Dok. Instagram @taylorswift).