Lifestyle

10 Tips & Trik Terbang ke Singapura via Vaccinated Travel Lane (VTL)

  by: Alexander Kusumapradja       23/11/2021
  • Cosmo babes, kamu kangen gak sih jalan-jalan ke Singapura? Entah untuk menikmati toko-toko trendi di Tiong Bahru atau sekadar jalan-jalan di Orchard dan Marina Bay Sands, rasanya memang lumayan kangen ya untuk mengunjungi Singapura lagi setelah sekian lama terhalang pandemi. Tapi sekarang sudah ada kabar bagus nih karena Indonesia masuk ke dalam daftar negara yang bisa masuk ke Singapura via Vaccinated Travel Lane (VTL).

    Lewat jalur ini, turis dari Indonesia yang sudah mendapat vaksinasi dosis lengkap dapat pergi ke Singapura tanpa harus menjalani karantina mulai tanggal 29 November 2021 mendatang. Terdengar menarik kan? Berikut ini adalah semua persyaratan serta tips dan trik apa saja yang harus kamu siapkan untuk bisa pergi ke Singapura lewat jalur VTL ini. Let’s go babes!




    1. Mendapat vaksinasi dosis lengkap

    Syarat utama dari skema VTL ini adalah wisatawan harus sudah mendapat vaksinasi dosis lengkap dengan vaksin yang diakui oleh WHO setidaknya dua minggu sebelum berangkat ke Singapura. Vaksinasi dosis lengkap di sini maksudnya adalah kita sudah mendapat vaksin sesuai dosis dan rentang waktu yang dianjurkan masing-masing pabrik dari jenis vaksin yang kita gunakan. Terus vaksin apa saja sih yang diterima WHO? Tenang saja babes, semua vaksin yang dipakai di Indonesia seperti Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, dan Sinopharm sudah termasuk di daftar vaksin WHO kok.


    Terus bagaimana kalau misalnya kita mau pergi dengan anak berusia 12 tahun ke bawah yang belum divaksin? Don’t worry, mereka tetap boleh masuk ke Singapura via jalur VTL ini asalkan ditemani oleh orang yang sudah mendapat vaksinasi dosis lengkap dan memenuhi persyaratan VTL lainnya.


    2. Mendaftarkan diri untuk mendapat Vaccinated Travel Pass (VTP)

    Untuk bisa terbang ke Singapura dengan penerbangan khusus VTL (VTL flights), kita harus punya yang namanya VTP ini. Pendaftarannya sendiri gratis alias tidak dipungut biaya apapun dan harus dilakukan antara 7 sampai 60 hari kalender sebelum tanggal masuk ke Singapura. Kalau pengajuan kita diterima, hasilnya akan dikirim via email. Oh ya anak berusia 12 tahun ke bawah tidak harus punya VTP asalkan ditemani oleh kita yang memenuhi persyaratan VTL.


    3. Memenuhi syarat riwayat perjalanan

    Sebelum pergi ke Singapura, kita harus berada di satu atau lebih dari negara/wilayah regional yang masuk ke dalam daftar VTL, negara/wilayah regional Kategori I (Hong Kong, Makau, Tiongkok, Taiwan), dan/atau Singapura dalam 14 hari terakhir berturut-turut. Perlu dicatat juga kalau skema VTL Indonesia masih bersifat satu arah untuk saat ini dari Indonesia ke Singapura saja. Yang artinya, VTL tanpa karantina tidak berlaku dari Singapura ke Indonesia dan kita tetap harus menjalani karantina begitu pulang ke Indonesia dari Singapura.


    4. Terbang dengan penerbangan khusus VTL

    Untuk jalur VTL ini, kita tidak bisa terbang dengan sembarang maskapai karena kita hanya boleh menggunakan penerbangan khusus VTL ke Singapura dari Jakarta. Saat ini, baru ada satu penerbangan khusus VTL dari Jakarta ke Singapura, yaitu Singapore Airlines SQ953 yang berangkat setiap hari menggunakan Boeing 777-300ER. Jadi pastikan kamu tidak salah pesan tiket pesawat ya.


    5. Menyiapkan asuransi kesehatan COVID-19

    Salah satu syarat wajib lain bagi wisatawan jangka pendek adalah menyiapkan asuransi kesehatan dengan nilai tanggungan minimal S$30.000 untuk biaya kesehatan melawan COVID-19. Kita boleh menggunakan asuransi yang berbasis di Singapura maupun yang ada di Indonesia.


    6. Melakukan tes COVID-19 sebelum keberangkatan

    Semua wisatawan, kecuali anak berusia 2 tahun ke bawah, harus melakukan tes PCR atau Antigen Rapid Test (ART) yang dilakukan di tempat resmi dalam waktu 2 hari sebelum keberangkatan ke Singapura. Oh ya, hasil swab mandiri tidak akan diterima ya jadi mau tak mau harus ke tempat tes yang memang terpercaya. Ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan dalam hasil tesnya:

    - Harus dalam Bahasa Inggris atau disertai terjemahan Bahasa Inggris.

    - Harus tercantum nama wisatawan dan tanggal lahir atau nomor paspor yang akan digunakan terbang ke Singapura.



    - Harus tercantum tanggal dan jam tes dilakukan, nama institusi/tempat yang melakukan tes, dan hasil negatif. Hasil tes tidak boleh ditulis tangan.


    7. Mendaftar terlebih dahulu untuk tes PCR saat tiba di Singapura

    Walaupun sebelum berangkat kita sudah tes PCR atau Antigen dengan hasil negatif, tapi begitu tiba di Singapura nanti kita akan tetap wajib mengikuti tes PCR on the spot dengan biaya sebesar $125. Untuk tes ini, kita bisa daftar dan bayar terlebih dahulu (preregister) jadi nanti di Singapura kita tidak usah repot daftar dan bayar di tempat yang pastinya juga bikin kita lebih lama menunggu urusan administrasinya.


    8. Menyiapkan akomodasi untuk isolasi mandiri

    Setelah PCR di Changi, kita harus menunggu hasilnya keluar dulu sebelum kita bebas jalan-jalan di Singapura. Hasil tesnya sendiri kira-kira butuh waktu sekitar 24 jam, jadi kita memang tak bisa menunggu hasilnya di bandara dan mau tak mau harus punya akomodasi sementara di luar bandara yang jadi tempat kita menunggu hasil tes PCR keluar. Sebelum memesan akomodasi entah itu hotel, Airbnb, atau apartemen, pastikan dulu kalau tempat tersebut menerima tamu yang akan menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil tes PCR keluar. Oh ya, untuk menuju akomodasi tersebut, kita tidak diizinkan menggunakan transportasi umum seperti bus atau kereta, tapi kita masih boleh naik taksi atau layanan jasa mobil di aplikasi seperti Grab dan Gojek.


    9. Menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan saat boarding

    Saat proses check-in di bandara keberangkatan di Indonesia, kita harus menunjukkan dokumen-dokumen berikut ke staff maskapai:

    - Salinan fisik atau elektronik dari Vaccinated Travel Pass (VTP) dengan tanggal kedatangan yang spesifik.

    - Hasil tes negatif PCR atau Antigen yang valid.

    - Salinan bukti vaksinasi dosis lengkap, boleh berbentuk fisik atau digital yang tersimpan di aplikasi PeduliLindungi.

    Nantinya begitu kita tiba di Singapura, kita harus menunjukkan semua dokumen di atas untuk petugas imigrasi di Changi plus bukti asuransi kesehatan kita.


    10. Mengunduh aplikasi TraceTogether

    Kalau di Indonesia kita memakai aplikasi PeduliLindungi, di Singapura kita harus memakai aplikasi TraceTogether di smartphone masing-masing yang akan menyimpan data vaksinasi kita serta menjadi syarat masuk ke berbagai tempat umum seperti makan di restoran, masuk ke mall, atau datang ke event. Anak berusia 6 tahun ke bawah tidak perlu memiliki aplikasi ini tapi bagi anak berusia 7 sampai 12 tahun dan mereka yang tidak bisa menggunakan smartphone karena alasan khusus, mereka bisa memakai token TraceTogether berbentuk fisik yang bisa dapatkan di booth Changi Recommends di Bandara Changi dengan mendepositokan S$50 yang nantinya bisa diambil kembali (refundable) saat kita mengembalikan token tersebut sebelum meninggalkan Singapura.


    (Alexander Kusumapradja / Image: Jisun Han via Unsplash)