Love & Sex

Oh No! Ini Alasan Kenapa Kamu Dighosting Menurut Ahli!

  by: Giovani Untari       25/11/2021
  • Kamu bertemu dengan seorang pria. Lalu kalian mulai saling bertukar nomor ponsel dan menjalin komunikasi yang intens melalui pesan sampai kemudian.... ia tiba-tiba menghilang begitu saja!

    Ada beberapa skenario yang langsung terlintas di otakmu: pertama apakah handphone-nya rusak? Apakah ia tanpa sengaja menghapus nomormu? Atau yang terburuk, apakah ia meninggal dunia?




    Hmmm.. sebenarnya besar kemungkinan pria tersebut masih hidup dan handphone-nya pun baik-baik saja. Sayangnya, di sini kamu sedang menjadi korban ghosting. Tentu saja situasi ini akan terasa menyebalkan dan begitu menyakitkan. Penasaran alasan mengapa si dia meng-ghosting kamu dan apa yang bisa kita lakukan saat terjebak dalam situasi ini?




    Untuk itu Cosmo menghubungi dua pakar kencan sekaligus relationship coach demi membahas segala hal tentang fenomena ghosting ini.


    5 Alasan Mengapa Si Dia Ghosting Kamu


    Kami berbicara kepada life and relationship coach, Stephanie Lyn untuk mencari alasan mengapa sejumlah pria sering melakukan ghosting. Stephanie sendiri memiliki lebih dari 483 subscriber di akun Youtube nya yang empowering, tempat di mana ia berbicara banyak hal menarik mulai dari cara membangun kepercayaan diri dan self-esteem sampai bagaimana kita bisa merelakan suatu hubungan dan betapa pentingnya menciptakan hubungan yang sehat.

    Menurut Stephanie ini alasan mengapa pria melakukan ghosting:


    1. Ia menemukan orang lain

    Kenyataan ini mungkin akan terasa cukup menyakitkan bagi kita yang menjadi korban ghosting. Rasanya juga menyebalkan saat mengetahui pria yang dekat dengan kita tiba-tiba menghilang begitu saja dan lebih memilih orang lain. 

    Hal tersebut juga bisa membuat kamu bertanya-tanya pada diri sendiri apa penyebab ia melakukan ghosting? Apakah kamu tidak melakukan pendekatan dengan baik pada si dia? 

    Sebenarnya ada sisi positif yang bisa kita lihat dari situasi ini, babes! Saat seseorang meninggalkanmu, kamu bisa lebih mengetahui mana sosok yang tulus, serius, dan benar-benar menyayangi kamu. 


    2. Tidak mendapat apa yang ia inginkan dari kamu

    Sebelum kamu kehilangan rasa percaya diri, mari kita ubah mindset terlebih dahulu. Apakah sebuah hal yang buruk saat kamu tidak bisa selalu memberi apa yang ia inginkan? Jawabannya tentu saja tidak

    Ketahui apa hal yang tidak bisa ia dapatkan dari kamu. Setelahnya, pelajari dan jadikan feedback agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Langkah selanjutnya? Mari move on dari pria ini!




    3. Tidak siap berkomitmen

    Komitmen juga harus disertai dengan sifat konsisten saat menjalaninya. Ini tentang bagaimana kalian memutuskan untuk berkembang bersama. Komitmen juga soal bagaimana kalian bisa berdamai dengan masa lalu yang ada. Dan beberapa orang yang masih belum dewasa secara emosional tidak bisa menjalani hal satu ini.

    Mereka tidak bisa berkembang secara emosional karena sisi kekanak-kanakan mereka masih mendominasinya. Pernah dengar soal Peter Pan Syndrome? That's it! Ada sejumlah pria yang tidak ingin menjadi dewasa dan lebih memilih berperilaku seperti seorang big boy dalam hubungan orang dewasa.


    4. Ia tidak tau bagaimana cara mengakhirinya

    Fakta ini memang terdengar sederhana, tapi ada banyak orang yang tidak menyukai konfrontasi. Jadi dibanding harus mengatakan "Saya tidak bahagia dengan proses PDKT kita" atau harus berurusan terlalu dalam dengan perasaan orang lain, mereka lebih memilih 'keluar' dari zona tersebut dan mencari hubungan lainnya.


    5. Sedang mengalami suatu hal yang personal

    Beberapa orang juga tidak bisa menangani sejumlah hal sekaligus, apalagi jika hal tersebut ikut memengaruhi mental mereka. Pria ini bisa saja melepaskan banyak hal (termasuk kamu) saat tengah mengalami sesuatu yang membuat mereka mengalami kesulitan dan anxiety.

    Jika sudah begini, tidak ada hal yang bisa kamu lakukan karena ini memang berurusan dengan hal pribadi miliknya. Anggap saja kamu sedang tidak beruntung karena bertemu dengan pria yang tidak bisa menyelesaikan persoalan pribadinya dengan baik.







    5 Hal yang bisa kamu lakukan setelah di-ghosting

    Kami juga mewawancarai dating manager sekaligus dating coach asal Dubai Christiana Maxion tentang apa yang bisa kita lakukan setelah menjadi korban ghosting. Christiana adalah seorang expert di matchmaking dan kerap menangani klien menghadapi persoalan stres, anxiety, dan masalah kencan.


    1. Tutup segala akses komunikasi dengan si dia

    Apabila kamu menjadi korban ghosting, maka sebaiknya kamu juga menutup segala akses komunikasi dengan si dia! Kamu bisa mulai dengan block semua platform yang berhubungan dengannya termasuk Whatsapp, LINE, akun media sosial, serta email.

    Jangan biarkan ia menghubungi kamu lagi setelah ia menghilang. Hindari juga mengunjungi akun media sosial si dia, singkat kata block mereka! 


    2. Kalau kamu harus berurusan dengan si dia, lakukan ini:

    Jangan mengamuk atau marah dengannya melalui pesan. Sebab nada sebuah pesan kadang terasa membingungkan dan bisa disalah artikan oleh penerimanya. 


    Tapi jika kamu (memang) harus mengirimkan pesan kepadanya, Christina menyarankan untuk menulis pesan seperti: "Tindakan dan sikap ghosting yang kamu lakukan sungguh tidak menarik buat saya".

    Lalu setelahnya jangan lupa block si dia agar kamu tidak bisa lagi melihat balasan pesannya. Pesan seperti ini akan menunjukkan value dirimu dan membuktikan bahwa kamu memiliki standar yang tersendiri dalam sebuah hubungan.




    3. Buat list hal-hal yang membuatmu happy

    List apa saja hal yang membuat kamu happy dan lakukan paling tidak satu sampai dua hal menyenangkan tersebut setiap harinya. Masukkan semua hal yang membuat kamu bahagia seperti maraton K-drama, melakukan yoga, makan enak, bermain bersama hewan kesayanganmu, atau pergi shopping. Cara ini akan membuat kamu cepat melupakan si dia dan lebih fokus pada kebahagiaanmu.


    4. Luangkan waktu untuk dirimu sendiri

    Aturlah waktu kencan dengan dirimu sendiri. Caranya? Bisa kamu mulai dengan mengajak dirimu mencoba restoran baru yang ingin kamu kunjungi atau booking perawatan spa yang menyenangkan. 

    Kalau kamu adalah sosok yang suka bersosialisasi, ajaklah satu teman baikmu untuk pergi bersama. Cobalah untuk tidak memikirkan si ghoster! Anggap saja ia sudah tidak ada.


    5. Bersiaplah untuk kembali berkencan dan menemui orang baru

    Dating is a numbers game. Cara terbaik untuk melakukan pendekatan baru adalah dengan menanamkan mindset bahwa masih banyak pria baik di luar sana yang bisa kamu temui.

    Kamu masih punya banyak kesempatan untuk berkenalan dengan orang baru, melakukan hobi dan bersosialisasi. Siapa tahu ada teman yang mengenalkanmu dengan pria yang lebih baik dari sebelumnya. Jadi, jangan ragu untuk membuka hatimu untuk bertemu orang lain.






    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan Middle East / Perubahan telah dilakukan oleh penulis / Alih bahasa: Giovani Untari / Images: Dok. The HK Photo Company on Unsplash, Oliver Pacas on Unsplash, Alexander Ramsey on Unsplash).