MUSIC BOX11:00 - 14:00    
NOW PLAYING

Tips Mencari Teman Ketika Sudah Beranjak Dewasa

BY REDAKSI 30 Nov 2021
Tips Mencari Teman Ketika Sudah Beranjak Dewasa

Aaahh...betapa menyenangkan rasanya ketika kita bisa memperoleh dukungan dari teman sejati. Setuju? Pasalnya, manusia terkoneksi dengan manusia lainnya, dan semua itu terjadi secara natural ketika kita beranjak dewasa: Kita memiliki teman bermain kala masih kecil, juga saat sekolah serta kuliah. Kita selama ini dikelilingi oleh orang-orang seusia yang memiliki banyak kesamaan...dan juga perbedaan. Bisa dikatakan, persahabatan terjadi begitu saja.

Tapi bagaimana caranya kamu mendapatkan teman ketika tidak ada lagi orang yang ingin meringkuk di sofa rumahmu tiap hari Selasa malam hanya untuk berceloteh bersama, atau untuk menikmati Subway, atau membantu kita saat sedang patah hati?

Mungkin saja teman-temanmu kini sudah berpindah tempat tinggal sangat jauh sehingga kamu menjadi sulit untuk bertemu lagi dengan mereka. Atau mungkin kamu yang kini telah berpindah ke fase kehidupan baru dan mencari teman yang sesuai dengan pekerjaan dan posisi kamu saat ini. Pada titik tertentu, kita semua kemudian akan sadar dan bertanya "bagaimana cara berteman?"

Hidup adalah sesuatu yang dinamis, dimana peluang muncul dan orang-orang bergerak, sehingga situasi kita dapat berubah setiap saat. Mencari teman baru adalah sebuah keterampilan, dan kamu tidak pernah tahu kapan kamu membutuhkan keterampilan itu. Pada dasarnya, mencari teman baru adalah hal yang normal.

Kalau kamu merasa sedikit terintimidasi untuk menemukan teman baru ketika beranjak dewasa, faktanya adalah: itu merupakan hal yang masuk akal. Susie Moore, seorang celebrity life coach dan penulis buku terlaris ‘Let It Be Easy’, telah membantu orang lain mendapatkan kemudahan dan kepercayaan diri dalam hidup mereka, termasuk membantu mereka membangun pertemanan baru di setiap tahap kehidupan dan membantu mereka menemukan arti "keluarga" di mana pun kamu tinggal! Berita baiknya adalah, hal ini lebih mudah dari apa kebanyakan orang pikirkan selama ini. Berikut ini beberapa tips mencari teman ketika sudah dewasa dari Susie Moore, berdasarkan apa yang ia pelajari dan apa yang ia ajarkan kepada kliennya.


1. Mulai dengan obrolan ringan 

Mencari teman bisa terasa seperti mencari teman kencan di dating app. Jika kamu menginginkan teman IRL, kamu harus banyak melakukan aktivitas bersama di luar. Ketika Susie pindah ke Miami dari New York dua tahun lalu, ia berteman dengan dua orang secara terpisah di kelas Pilates yang sama.

Formula dari keduanya sama: Mereka berolahraga di studio sebagai orang asing, lalu setelah itu mereka mengobrol bersama. Susie bertanya, “Apakah kamu sering datang ke studio ini? Saya baru pertama kali ke sini!”

Pertanyaan pembuka sederhana seperti itu sudah cukup untuk membuka seluruh percakapan tentang olahraga lokal apa yang mereka sukai dan rekomendasikan. Orang-orang senang ketika mereka terlihat sebagai ahli dan berbagi tentang apa yang mereka ketahui. Dan, hey, kamu nantinya juga akan mendapatkan saran yang bagus dari mereka, lho!

Jadi, kalau kamu merasa nyaman berada di dekat orang-orang baru, kamu bisa mulai dengan pergi ke tempat di mana orang-orang memiliki minat yang sama (kelas olahraga, klub buku, salon kuku, arisan teman). Setiap kesamaan, seperti obrolan kita terhadap cat kuku untuk natal dan tahun baru, buku yang menarik untuk dibaca saat liburan, atau kedai kopi favorit, semuanya adalah titik awal yang bagus untuk memulai hubungan baru.


2. Tanya apakah mereka hangout bersama

Dalam sebuah hubungan yang punya potensi baik, seseorang harus berinisiatif lebih! Pertanyaannya: Mengapa tidak kamu saja yang melakukan inisiatif itu? Kamu dapat memulainya dengan mengajak mereka minum kopi atau makan siang santai bersama. Memang, kita tahu itu bisa terasa tidak nyaman di awal, tapi jika kamu tidak bertanya, jawabannya akan selalu tidak.

Lalu, bagaimana jika kamu sudah mencoba dan ternyata kamu tidak berhasil? Well, tidak apa-apa! Life is busy. Ketika Susie pertama kali pindah ke New York, ia bertemu dengan seorang perempuan yang menarik di sebuah acara kerja dan memintanya untuk makan siang bersama. Perempuan tersebut ternyata akan menikah sekitar waktu itu, jadi ia menolak permintaan tersebut (mungkin karena sibuk?). Susie bertanya lagi kepadanya beberapa minggu kemudian, dan 12 tahun kemudian, mereka baru saja merayakan ulang tahun Susie bersama-sama dengan fun girls’ trip.

Pelajaran yang bisa kamu petik: Kamu boleh kok, bertanya sekali lagi jika mendapatkan penolakan di awal— jangan takut untuk mendengar kata “tidak”. Keuntungan yang ada jauh lebih besar daripada risikonya. Berinisiatif akan lebih mudah ketika kamu menyadari bahwa hidup ini sibuk dan kamu tidak perlu menganggap kata "tidak" sebagai hal yang personal.


3. Carilah waktu dan tempat untuk bertemu

Agak menjengkelkan dan terkadang hanya menjadi sebuah wacana ketika seseorang berkata, "Kita harus hang out bersama kapan-kapan!" Itulah yang sering kita katakan ketika kita tidak bermaksud untuk melakukannya.

Alih-alih menggunakan kalimat tersebut, tanyakan apa menu favoritnya, lalu kamu dapat bertanya, “Saya mendengar restoran vegan bagus yang baru saja buka. Apakah kamu memiliki waktu kosong hari Kamis depan untuk mencoba promosi mereka? Sepertinya promosinya dimulai pada pukul 6 sore!”

Saat kamu spesifik mengajukan sesuatu yang mereka sukai, hal itu dapat menjadi sebuah kemudahan dalam memulai sebuah pertemuan. Kamu akan membuat orang lain mudah untuk menerima tawaranmu.


4. Pedulilah dengan mereka

Salah satu teman yang baru saja Susie temui kemarin menyadarkan dirinya tentang pentingnya ingatan yang kuat dan kebaikan pada seseorang ketika memulai sebuah hubungan. “Saya bertemu dengannya di sebuah pesta barbecue, dan saya kemudian memberitahu dia tentang peluncuran buku saya yang akan segera datang. Beberapa minggu sebelum itu, ia kemudian mengirimkan saya DM untuk memberitahu bahwa ia telah memesan pre-order buku saya, memberikan saya doa ‘semoga beruntung’, dan bertanya apakah ada yang bisa dia bantu,” ujar Susie.

“Saya benar-benar tersentuh. Kebanyakan orang tidak ingin repot-repot mengingat hal-hal yang akan dilakukan orang lain, seperti ulang tahun, perpindahan karier, atau perlombaan maraton yang baru saja mereka lakukan. Kenapa kita tidak mengingat dan bertanya soal hal itu? Tunjukkan kepada mereka bahwa kamu peduli—dan jika kamu membaca ini, kamu mungkin memang peduli,” lanjut Susie.

Ini adalah prinsip "berikan apa yang ingin kamu dapatkan". Jika kamu menginginkan teman yang baik dan suportif yang peduli denganmu, maka jadilah orang itu terlebih dahulu.


5. Cobalah untuk tetap ramah

Ketika tiba saatnya untuk hang out dengan teman barumu (yay!), penting bagi kamu untuk bersikap baik dan tidak merepotkan saat bersama mereka. Misalnya, cobalah untuk tidak menjadwal ulang pertemuan pertamamu atau datang terlambat atau terlalu cerewet. “Saya akan selalu ingat pertemuan pertama saya dengan seorang teman baru yang terlambat 25 menit dan memiliki begitu banyak batasan diet sehingga pada akhirnya kami tidak makan banyak dan waktu pertemuan itu super-singkat. Hal ini kemudian membuatku menjadi agak enggan untuk hang out dengannya lagi,” ucap Susie.

Hormati kebutuhan pribadimu, tetapi ingatlah, fleksibilitas dan kemudahan adalah sebuah fondasi yang bagus untuk membantumu menuju ke hang out kedua! 


6. Jangan atur mereka berdasarkan pengalamanmu

Salah satu bagian dari menjadi dewasa adalah menerima orang lain apa adanya. Seorang teman tidak harus benar-benar selaras denganmu dalam segala hal untuk memelihara hubungan yang baik.

Perbedaan pendapat tentang politik, misalnya, tidak harus menjadi deal breaker. Sama juga dengan pendapat memiliki atau tidak memiliki anak, atau menjadi wine-lover versus sober curious. Fokuslah pada sisa 90% kesamaan yang kamu miliki! Temanmu dapat memiliki ambisi yang sama denganmu, minat perjalanan yang serupa, menyukai sushi yang sama, tetapi mungkin ia memiliki perbedaan dengan sesuatu yang penting dalam hidupmu saat ini. That’s okay. Sering kali cara berpikir orang yang berbeda dapat mengajarkan kita banyak hal baru apabila kita memiliki pikiran yang terbuka. A live and let live adalah magnet dalam sebuah pertemanan.


7. Mintalah untuk diikutsertakan

Sama seperti saat orang bertanya apakah kamu memiliki teman yang lajang ketika mereka sedang mencari pasangan, kamu juga dapat melakukan hal yang sama ketika mencari teman baru! Sesederhana, "Hei, saya ingin bertemu lebih banyak orang keren di tahun ini, dan saya ingin ikut serta dalam berbagai kegiatan atau grup apa pun yang kamu lakukan!". Tampil lah sebagai individu yang percaya diri dan jujur. Orang tidak tahu apa yang kita inginkan jika kita tidak memberi tahu mereka. Dan ketika kamu diajak oleh teman barumu, ingat semua hal yang telah kita bahas di atas!

Percaya diri saat membangun hubungan pertemanan baru memiliki manfaat yang luar biasa. Kamu akan lebih cenderung mengatakan “ya” untuk sebuah perubahan. Terkadang kita dapat menciptakan koneksi yang bisa membawa kita menuju perjalanan karier baru. Kita akan menjadi lebih banyak belajar tentang dunia dan diri sendiri melalui hubungan yang kita bangun dengan teman baru. Ingat saja: This is supposed to be fun! Dan seseorang yang menyenangkan adalah orang yang kita inginkan ada di sekitar kita.


(Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Salsa Meilivia / VA / Image: Dok. Helena Lopes on Unsplash).

0 REACTIONS

Comments

Leave A Comment

POST COMMENT
What are you looking for?
Content of the popup
CLOSE