Better You

Kenapa Anda Harus Menghindari Senyuman Palsu?

  by: Redaksi       15/12/2011
  • Ketika harus terpaksa dating dengan pria yang memiliki selera humor buruk, berhadapan dengan HRD yang menyebalkan, atau terjebak mendengarkan cerita rekan kerja yang suka pamer, membuat Anda seringkali menebar senyum seolah menyukai suasana itu. Well, mungkin Anda berpikir bahwa senyum ya senyuman, but, it's not true honey...

    Senyum Palsu Mudah Sekali Dibedakan

    Mayoritas orang dapat membedakan mana senyum yang dipaksakan dengan senyum yang berasal dari hati. “Dalam senyuman natural, gerakan wajah terjadi secara otomatis. Sementara untuk senyum yang dibuat-buat, otot wajah kentara dikendalikan,” ujar Melanie Schlatter, health psychologist di Dubai. Dalam sebuah studi di Universitas Blaise Pascal, Prancis ditemukan bahwa ketika orang menerima genuine smile, ada bagian di dalam otak yang aktif untuk memancarkan emosi positif dan.... vice versa. “Siapapun bisa mengartikan sebuah senyuman, karena ini sebuah petunjuk dalam berkomunikasi,” jelas Guy Winch PhD, penulis The Squeky Wheel. Jadi ketika ekspresi wajah tidak sesuai dengan emosi yang ditunjukkan, orang lain pun akan menangkap sinyal kalau Anda hanya berpura-pura menikmati suasana.



    Cara Menghindari Senyum Palsu



    Daripada harus menarik otot wajah untuk tersenyum, sebenarnya ada solusi yang bisa mengatasi situasi yang “menyiksa” itu. Anda bisa berakting tersenyum dengan mengalihkan fokus pikiran ke berbagai momen yang membuat Anda merasa bahagia. “Cara seperti ini lebih baik daripada berpura-pura tersenyum demi orang lain yang dapat membuat mood Anda ke depannya malah semakin buruk,” lanjut Melanie. Dengan melakukan trik ini, mood Anda tetap terjaga dengan baik dan tidak akan muncul kesan fake. (Calvin Hidayat/SW/Image:doc. Google)