Better You

Bye Bye Morning Sickness!

  by: Hagi       13/12/2012
  • Mual, pusing, lalu muntah. Jika gejala ini Anda alami artinya Anda tengah dalam fase morning sickness yang sebagian besar terjadi pada wanita hamil. Bagaimana mengatasinya? Cosmo Pregnancy akan beritahu Anda.

    Kehamilan adalah sebuah anugerah Tuhan buat setiap wanita. Apalagi jika Anda sejak lama sudah merencanakannya dengan pasangan. Bagi wanita yang baru hamil untuk kali pertama, biasanya akan tertegun dengan perubahan bentuk tubuh termasuk perubahan hormonal yang membuat metabolisme tubuh terganggu. Salah satu yang umum terjadi pada trimester pertama adalah morning sickness.
    Aroma kopi yang biasanya Anda hirup sebagai bagian dari penyemangat pagi Anda, tiba-tiba membuat perut Anda bergejolak seperti ada kupu-kupu yang terbang di dalamnya. Wangi parfum pasangan Anda yang kerap membuat Anda bergairah ingin menciumnya, tiba-tiba membuat Anda mual dan ingin memuntahkan semua isi perut. Something wrong, right?  Meski begitu, jangan khawatir, sebab ini sesuatu yang normal dan merupakan fase yang harus Anda lalui. Inilah yang disebut sebagai morning sickness.

    Berkenalan dengan Si Morning Sickness
    Sebagian besar wanita hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kehamilan. Lebih dari 2/3 dari seluruh wanita hamil di dunia. Wow, banyak sekali kan? Jadi, Anda memang tidak sendiri. Umumnya, keluhan ini mulai dirasakan di minggu-minggu pertama kehamilan dan berakhir menjelang trimester kedua, atau sekitar usia 12 minggu kehamilan. Tapi pada sebagian kecil wanita hamil, tepatnya 1 dari 5 wanita hamil akan mengalami morning sickness hingga trimester kedua kehamilan.
    Secara harfiah, morning sickness adalah keluhan atau sakit yang terjadi di pagi hari. Namun nyatanya tidak demikian, lho. Morning sickness dapat terjadi pada waktu dan jam yang tidak terduga. Bisa di pagi hari begitu Anda bangun tidur, siang saat Anda beraktivitas di kantor, atau malam ketika Anda bersiap bermesraan dengan pasangan.
    Lantas, apa sih pemicu morning sickness yang membuat Anda mual dan muntah itu? Berdasarkan hasil penelitian, penyebabnya adalah perubahan hormon dalam tubuh, fluktuasi atau naik turunnya kadar gula darah Anda, serta metabolisme tubuh yang berubah. Di samping itu, ada juga pengaruh dari rendahnya kadar gula darah sebagai efek dari perut yang tidak terisi makanan, sehingga memicu mual. Untuk menyiasati agar perut Anda tidak kosong, makanlah dalam porsi kecil namun sering, daripada dalam porsi besar tapi hanya tiga kali sehari. 
    “Hormon ekstrogen yang meningkat dapat memicu muntah pada wanita hamil dan perut yang tertekan akibat perubahan rahim yang membesar pun menjadi penyebab mual. Kedua hal inilah yang menjadi penyebab morning sickness,'' kata Ginekolog dr. Gino Pecoraro, sumber Cosmo Pregnancy di Brisbane, Australia.
    Ditambahkan dr. Gino, morning sickness juga akan lebih sering “menyerang” wanita dengan kehamilan kembar, wanita hamil yang tidak cukup istirahat, atau pada wanita hamil yang daya tahan tubuhnya lemah sehingga mudah sakit. Walau demikian, Anda tidak usah khawatir, keluhan ini akan menyakitkan bayi mungil Anda. Sebab, sejauh ini tidak ada satu pun penelitian yang menyatakan hubungan morning sickness dengan keguguran.
    Morning sickness tidak akan menyebabkan keguguran pada kehamilan. Tapi, bila dibiarkan keluhan ini akan berkembang menjadi reflux, heartburn, hingga ketidakmampuan untuk mencium aroma menyengat seperti bau daging bakar,” ujar dr. Gino.



    Dapat berbahaya, jika...
    Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, morning sickness hanya akan terjadi hingga trimester kedua, namun ini pun hanya dialami sebagian kecil wanita hamil. Sayangnya, 1 dari 1000 wanita hamil yang kurang beruntung ini harus mengalami morning sickness berkepanjangan hingga trimester terakhir kehamilan. Hyperemesis gravidarum, demikian nama keluhan tersebut, tentu berdampak buruk bagi kehidupan sosial maupun pekerjaan si wanita hamil itu.
    Ini yang terjadi pada Jackie, 40 tahun. Pada kehamilan pertamanya, ia mengalami morning sickness selama sembilan bulan! “Saat itu saya merasa tidak enak badan sepanjang hari secara terus-menerus. Bahkan dalam sehari saya bisa muntah sebanyak tiga kali. Saya tidak bisa terlalu dekat dengan tempat sampah atau toilet. Rasanya ingin muntah saja,” kenang Jackie. 
    Masalah ini pun berlanjut karena Jackie mengalami dehidrasi akibat seringnya mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya. Padahal ia sudah mencoba mengatasinya dengan mengonsumsi jamu dan teh jahe, namun tidak berhasil. Efeknya, Jackie bilang, ia tidak bisa bekerja maksimal dan komunikasi dengan suami pun terhambat.
    Hyperemesis gravidarum seperti yang terjadi pada Jackie memang bisa menyebabkan masalah fisik maupun psikis. Menurut dr. Gino, wanita hamil dengan morning sickness berkepanjangan cenderung memiliki tingkat kecemasan berlebih, lebih mudah depresi, dan stres. “Dengan kata lain, hyperemesis gravidarum bisa membuat seorang wanita takut untuk hamil lagi. Ini juga sekaligus dapat memicu terjadinya masalah dalam rumah tangga,” ujar dr. Gino.
    Walau faktanya demikian, untunglah Jackie tidak demikian. Setelah melahirkan bayinya, ia justru merasa sehat. Bahkan, ia tak trauma dan memiliki dua anak lagi tanpa keluhan berarti di dua kehamilan berikutnya tersebut. “Hanya karena Anda pernah hyperemesis gravidarum di sebuah kehamilan, tidak berarti setiap kali Anda hamil, akan seperti itu. Jadi, jangan takut untuk hamil lagi,” ungkap dr. Gino.



    Stop it, with...
    Hampir semua masalah pasti memiliki solusi. Tak beda halnya dengan morning sickness, meski tidak 100% bisa mencegah keluhan ini secara total. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan, misalnya menghindari aroma yang menyengat seperti asap rokok, asap masakan yang digoreng, hingga polusi udara. Anda juga harus memastikan asupan cairan dalam tubuh Anda tetap cukup untuk mendukung aktivitas sehari-hari sehingga Anda tak dehidrasi.
    Tidak hanya itu, sebaiknya Anda juga memperhatikan pakaian yang Anda kenakan sehari-hari. Hindari pemakaian busana yang terlalu ketat di bagian perut agar Anda tidak mudah mual, serta perhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi. Menurut Pip Golley, nutrisionis dan juru bicara dari Nutritionist and Dietitians Association of Australia, morning sickness bisa makin parah bila Anda membiarkan perut Anda kosong. Menyiasati hal ini, makanlah dalam jumlah kecil namun sering.
    Bila memang morning sickness Anda sudah tidak bisa ditolerir dengan obat tradisional, Anda tak perlu khawatir. Dokter Gino bilang, ada banyak obat antihistamin, antimual, dan pada beberapa kasus, bisa diberikan steroid, untuk membantu meringankan morning sickness yang berat. “Semua obat ini aman untuk ibu hamil,” paparnya.
    Sedangkan bila morning sickness Anda masih tergolong ringan, ada baiknya Anda mencoba terapi alami dengan mengonsumsi jahe dan makanan berkarbohidrat tinggi. “Selain itu, konsumsi 10 – 25 mg vitamin B6 sebanyak 3 kali sehari, dipercaya dapat membantu meringankan morning sickness saat hamil. Tapi Anda harus benar-benar memerhatikan dosisnya. Bila konsumsi vitamin B6 ini lebih dari 200 mg per hari, maka ini dapat berbahaya bagi kehamilan Anda,” urai Golley.
    Menu sederhana yang dapat Anda coba misalnya, sarapan dengan bubur atau sereal kaya karbohidrat, yang mudah diserap tubuh. Ini akan membantu perut Anda tetap berisi dan Anda pun memiliki energi yang cukup di pagi hari. “Sediakan selalu buah segar dalam lemari es atau meja kantor Anda. Pastikan buah ini mengandung bermacam vitamin dan mineral yang Anda butuhkan untuk kehamilan. Jika Anda tak suka buah segar, Anda bisa mencampurnya dengan susu untuk mendapatkan segelas smoothie yang lezat,” imbuh Golley. (Lenny Delima/ Image: Dok. Cosmo Pregnancy)

    tags: tips, info, food