Celebrity

Chelsea Islan: The Next Indonesian Rising Star

  by: Redaksi       24/12/2013
  • Wanita berusia 18 tahun ini rasanya pantas mendapat julukan The Next Indonesian Rising Star karena sedang menjadi buah bibir belakangan ini lewat kecantikan wajahnya dan kemampuan aktingnya. Ingin tahu lebih dalam mengenai wanita yang katanya tomboi ini? Simak wawancara eksklusif Cosmo bersama aktris berakun Twitter @chelseaislan ini.

    Cosmo (C): Halo Chelsea, sedang sibuk apa sekarang?
    Chealsea Islan (CI): Halo, sekarang ini aku baru saja syuting Street Society arahan Awi Suryadi. Saya berperan sebagai Karina, wanita yang ambisius, licik, manipulatif terhadap laki-laki, dan tahu apa yang dia mau. Di film yang rencananya baru akan rilis awal tahun depan ini saya berkolaborasi bersama Marcel Candrawinata, Ferry Salim, Wulan Guritno, dan Senk Lotta.

    C: Karakternya berbeda sekali ya dengan yang di Refrain? Apakah Anda memang sengaja ingin memainkan karakter yang berbeda di setiap film?
    CI: Jalan ceritanya saja sudah berbeda dengan Street Society. Kalau Refrain bercerita tentang persahabatan, sedangkan Street Society lebih action dan bercerita tentang komunitas anak-anak klub mobil yang hobi balapan. Saya sengaja ingin memerankan karakter berbeda di tiap film, agar lebih variatif sekaligus mengasah kemampuan akting.



    C: Bagaimana Anda menghadapi kendala ketika berakting di depan kamera?
    CI: Refrain adalah film pertama saya. Jelas saja ketakutan salah dialog di depan kamera sempat ada. Untungnya, saya pernah mengikuti eskul teater di sekolah, sehingga banyak ilmu-ilmu dari teater membantu ketika syuting berlangsung. Untuk film kedua rasanya sudah tidak se-deg-deg-an film pertama. Mungkin karena sudah ada gambaran bagaimana berakting di depan kamera, jadinya bawannya lebih santai...

    C: Apakah Anda memiliki passion lain di luar akting?
    CI: Untuk ke depannya, saya ingin menjadi sutradara. Saya suka film-film yang mengusung tema nasionalisme Indonesia, karenanya saya tertarik untuk mengangkat isu sosial dan sejarah Tanah Air. Sekarang saya sedang mengambil studi sosiologi dan berencana untuk memperdalam studi sinematografi di Amerika Serikat agar dapat menghasilkan karya yang berwawasan dan apik secara visual.

    C: Seperti apa personality style Anda?
    CI: Hmmm... Aku lebih senang gaya yang simple tapi tetap berkesan edgy dan quirky. Mostly, aku suka suka gaya indie costume, unik, dan nggak biasa. Let's just say, Alexa Chung is my favorite fashion muse.



    C: Siapa sih artis favorit Anda?
    CI: Johnny Depp, Meryl Streep, dan Winona Ryder. Totalitas adalah 'nama tengah” mereka dalam berakting. Johnny Depp dengan intelektual yang dimilikinya dapat meracik karakter yang diperankannya dengan aktingnya yang khas. I think he is a true actor. Meryl Streep terkenal dengan aktingnya yang kawakan. Winona Ryder menurutku bisa berperan sebagai bad girl or good girl. They have the capability to do everything.

    C: Makanan favorit Anda...
    CI: Sushi dan sashimi. Suka banget! Hahaha...

    C: Last but not least, apa pengalaman hidup paling tak terlupakan yang pernah Anda alami?
    CI: Dua tahun lalu saya pernah diving di Tulamben, Bali, bersama teman-teman. Kata banyak orang, daerah ini terkenal angker. Benar saja, di sana alat bantu diving yang dikenakan tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, saya harus naik ke permukaan lebih cepat dan terpisah dari grup. Sendirian di laut lepas jelas membuat saya ketakutan. Untungnya, ada boat yang kebetulan lewat dan mengarah ke tempat penginapan yang sama. Benar-benar pengalaman seru yang rasanya tidak akan bisa saya lupakan. Saya nggak tahu deh harus bagaimana kalau tidak ada boat yang kebetulan lewat itu, haha! (Rachelle Kandou/VP/Image: Dok. Cosmopolitan)