Love & Sex

Respons Otak Saat Anda Jatuh Cinta

  by: Redaksi       4/12/2014
  • Senyum manis Anda tak berhenti berkembang, dan hati selalu berbunga-bunga. Jatuh cinta itu sejuta rasanya. Namun tahukah Anda bukan hanya hati dan jiwa Anda yang terkena dampaknya, otak juga ikut serta. Apa saja yang dirasakannya saat Anda jatuh cinta?

    Feel Addicted
    Ada benarnya bila Anda pernah mendengar bahwa cinta itu candu. Yes dear, otak Anda ikut merespons perasaan intens jatuh cinta yang Anda alami seperti halnya ia bereaksi pada seseorang yang menjadi pecandu obat. Euforia yang Anda rasakan akan membuat Anda menginginkan perasaan ini lebih dan lebih. Tentu saja kecanduan Anda ini bila disebut adiksi yang menyehatkan. So, siap jadi pecandu (in a good way)?

    Us = For Two
    Dunia Anda telah kedatangan orang baru. Sekarang Anda berdua tak lagi hanya memikirkan diri sendiri, tapi mulai memikirkan pujaan hati. Secara otomatis, otak Anda mulai menyadari perbedaannya. Ikatan yang Anda bagi bersama pasangan, tanpa Anda sadari akan menguat di dalam diri meski tak terlihat dari luar. Itu sebabnya, ada perasaan “meletup” saat Anda mengucapkan kata “Kami, atau Kita” daripada dulu menyebutkan kata “Saya (diri sendir)”. Ya, Anda pasti merasa bahagia.



    Kesehatan Mental Lebih Baik
    Saat jatuh cinta, tubuh akan lebih banyak menghasilkan dopamine, hormon bahagia yang memiliki pengaruh besar terhadap perasaan bahagia, desire, dan euforia. Tak heran bila banyak penelitian menemukan bahwa orang-orang yang selalu dilingkupi dengan suka cita dan cinta akan hidup lebih lama, lebih bahagia, dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik.



    More Supportive
    Dengan menjalin relationship, Anda memiliki sosok yang bisa diandalkan tiap waktu. Itulah pondasi penting dalam hubungan. Meskipun membangun semua itu bukan hal yang mudah,  tenang dear, otak Anda akan membantunya. Saat jatuh cinta, frontal cortex (bagian dari otak yang bertanggung jawab atas setiap penilaian Anda terhadap orang lain) tertutup! Jadi tahu kan kenapa saat jatuh cinta Anda tak lagi banyak mengeluh dan berkomentar buruk?

    Aman dan Nyaman
    Tanpa Anda sadari otak memiliki siklus yang berjalan sejak Anda dilahirkan. Sama seperti ikatan yang terjadi antara Anda dan ibu Anda. Berada di sekitar ibu Anda pasti akan membuat Anda nyaman dan aman, bukan? Perasaan inilah yang akan Anda alami saat jatuh cinta. Ini disebabkan karena otak Anda akan menutup bagian-bagian yang mengontrol rasa takut dan emosi negatif dalam tubuh. (Muhtar Rais/SW/Image: Anna Bizon/iStock/Thinkstock)