Lifestyle

CEO Path Dave Morin Menyapa Jakarta

  by: RedaksiCosmopolitan       7/12/2014
  • Tanggal 8 Oktober lalu, Cosmo berkesempatan untuk melakukan sesi wawancara eksklusif bersama Product Manager Path, Cynthia Samanian. And guess what, hari Sabtu pagi tanggal 6 Desember, kesempatan besar untuk lebih dekat dengan social media yang berbasis di San Francisco itu datang di depan mata. Yes, we had a chance to meet one of the Path’s founders and CEO, Dave Morin!

    Dave sendiri sangat bersemangat ketika tiba di Jakarta tanggal 5 Desember lalu. Buktinya, ia langsung berkicau di akun Twitter pribadinya dan menuliskan “Good morning, Jakarta,” sambil menyertakan gambar gedung-gedung pencakar langit di kawasan Lingkar Mega Kuningan. Dan ketika ditemui di studio ANTV pagi itu (6/12), Dave pun tak segan untuk berbagi banyak hal.

    Aplikasi social media yang masih terhitung “muda” ini (red. Path baru berdiri tahun 2010) memang sangat diminati di Indonesia, dan hal tersebut dibenarkan oleh Dave dalam wawancaranya dengan Senior Editor Cosmopolitan Indonesia, Vidi Prima. “Ya, Indonesia adalah negara pengguna Path terbesar di dunia,” ungkapnya. Secara global, Path kini memiliki 4 juta pengguna aktif setiap harinya. Tentu hal ini makin membuat pria yang dulu pernah bekerja untuk Facebook tersebut semakin ingin mengembangkan bisnisnya di Tanah Air. Melalui diskusi terbuka yang ia lakukan bersama beberapa investor, pelaku industri start-up, mahasiswa, dan jurnalis hari itu, Dave pun mengungkap bahwa Indonesia adalah market yang penting. Ini karena para pengguna Path dari Tanah Air sangat aktif, dan setiap harinya sekitar 50% pengguna aktif harian Path berasal dari Indonesia. Ia juga mendapat banyak masukan dari para pengguna Path di Indonesia untuk terus meningkatkan fitur-fitur yang ada. Mungkin atas dasar itu pulalah Path berencana membuka kantor perwakilan di Jakarta di awal tahun 2015 - selain untuk mempelajari karakter pasar dan terus menciptakan inovasi.



    Selain itu, Path pun terus berusaha membuat fitur-fitur yang berhubungan dengan Indonesia, mulai dari membuat stiker yang sangat Indonesia hingga menghadirkan fitur Inner Circle. Lucunya, Dave mengungkap bahwa tim teknisnya sedang mengerjakan fitur “untag” yang merupakan masukan dari banyak pengguna Path di sini. Well, Anda mengerti kan betapa mengesalkannya jika mendapat rentetan notifikasi dari post yang di-tag ke banyak orang. “We will call it ‘Mute’,” jelasnya sambil sedikit tertawa. Selain itu, dikatakan Dave jika penambahan jumlah teman di Path dari 150 ke angka 500 juga berasal dari user Indonesia. “Pertama, hal tersebut jadi permintaan nomor satu yang di-request oleh para pengguna Path di seluruh dunia. Kedua, kami sadar bahwa banyak pengguna Path di Indonesia yang sampai memiliki dua akun agar bisa menampung request dari orang-orang terdekat mereka,” ungkapnya.



    Terakhir, ia juga menambahkan jika Path akan meluncurkan beberapa fitur baru yang sangat menarik, yaitu fitur Places yang terdapat dalam Path Talk. Fitur ini nantinya ditujukan untuk menghubungkan lebih banyak orang, tempat-tempat hangout, hingga local business dengan menggunakan Path Agent yang akan membuatnya saling terkoneksi. Sayangnya, fitur ini masih belum bisa diluncurkan di Indonesia, tapi Dave meyakinkan jika fitur ini sedang dilakukan penyesuaian dan akan diluncurkan ketika semuanya sudah siap. Can’t wait any longer, Dave! (Vidi Prima / FT / Image: dok. CosmoIndonesia, dok. Cohn & Wolfe Indonesia)