Better You

How to Help Friend in Trouble

  by: Adya Azka       28/12/2014
  • Ketika seorang sahabat mengalami masalah, Anda pasti ingin jadi orang yang ada di sampingnya, memberikan support yang ia butuhkan. Tapi kerap kali Anda bingung bagaimana melakukannya, dan dukungan seperti apa yang ia butuhkan. Well, Cosmo mencoba menjawab berbagai pertanyaan Anda.

    Situasi: Sahabat Anda punya kebiasaan yang self-destructive (alcoholic).
    Saran Cosmo: Menurut J. Wesley Boyd, MD, psikiatris di Harvard Medical School, Anda tidak bisa memaksa sahabat untuk mencari bantuan. Peran Anda ialah untuk membantu dia menyadari bahwa ia butuh bantuan. Konfrontasi padanya dengan tenang dan tetap bertahan dengan fakta-fakta yang ada. Hindari memberikan penilaian pada hal yang telah ia lakukan. Kalimat: “Saya pikir kamu punya masalah” hanya akan membuatnya menyangkal. Sebaiknya ganti dengan kalimat: “Kamu tidak sadar sampai tiga malam berturut-turut lho,” fakta ini pasti akan sulit untuk ia sangkal. Jika Anda beruntung berhasil memengaruhi isi kepala sang sahabat, katakan padanya bahwa ia butuh bantuan dengan syarat utama adalah ia punya keinginan untuk berhenti. Selanjutnya Anda bisa menemaninya pergi ke dokter atau pusat perawatan yang ia butuhkan.

    Situasi: Sahabat didiagnosa mengidap penyakit berbahaya.
    Saran Cosmo: “Ingat hal ini: Sahabat Anda butuh penyemangat, bukan tambahan medical-ease untuk membantunya melewati semua ini,” ujar Jan C. Buckner, MD dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota. Yes darling, sangat penting untuk memberikan harapan nyata pada sahabat Anda. Ungkapkan bahwa apapun yang terjadi, Anda akan berada di sampingnya saat ia membutuhkan dan bersama-sama melawan penyakit yang ia rasakan. Anda juga bisa memberikan perhatian ekstra seperti menemaninya ke dokter atau membawakan sahabat Anda makan malam.



    Situasi: Sahabat kehilangan pekerjaan.
    Saran Cosmo: Saat kehilangan pekerjaan, ada dua hal besar yang juga ikut hilang: Rutinitas harian dan bagian besar dari identitas seseorang. Orang yang baru saja kehilangan pekerjaan pastinya sedang merasakan berbagai emosi dan ia memerlukan “wadah” untuk mengeluarkannya sebelum bisa berpikir mengenai langkah berikutnya. Untuk satu hingga dua minggu pertama, cobalah jadi pendengar yang baik. Dan jika ia sudah siap membicarakan mengenai masa depannya, tanyakan skill apa yang bisa ia peroleh di pekerjaan terakhirnya dan koneksi apa yang ia bisa peroleh untuk mulai mencari pekerjaan baru.



    Situasi: Sahabat sedang berduka.
    Saran Cosmo:
    Setelah menyampaikan belasungkawa ada baiknya Anda mencoba berbincang mengenai topik lain. Saat Anda cobalah berbincang mengenai topik lain, Anda tidak perlu menanyakan mengenai apa yang sedang ia pikirkan. Jika Anda membahas kehilangannya terus menerus, ia pasti akan terus merasa sedih. Beberapa minggu kemudian, Anda bisa mencoba mengajak ia hang out atau bahkan liburan bersama. Berikan ia kebebasan menentukan destinasinya. (Salli Sabarrang/VP/Image: David Pereiras Villagra/iStock/thinkstock)

    tags: teman, berduka, sahabat