Better You

Hindari Tujuh Kebiasaan Buruk ini Saat Berbicara dengan Orang Lain

  by: Silvya Winny       21/12/2015
  • Ada alasan mengapa anjuran “think before you speak” kerap dilontarkan—Anda mungkin tak menyadarinya tapi kebiasaan asal bunyi Anda justru bisa jadi penghalang Anda menuju kesuksesan, lho. Simak apa saja tujuh kebiasaan buruk tersebut.

    Gossip Girls. Mungkin Anda pernah dengar cerita tentang gosip sama dengan sebuah bulu yang tertiup angin—setelah terhembus maka akan sangat sulit untuk mencari dan mengembalikannya. Gosip dalam skala “kecil” mungkin tidak apa-apa (semisal tentang selebritas) tapi kalau Anda justru sering bergosip tentang orang-orang sekeliling Anda, well, jangan heran kalau Anda akan balik digosipkan sebagai orang yang wajib dihindari.
    Lebih Baik... Ikuti prinsip “If you got nothing nice to say then don’t say it.” Fokuslah pada sisi positif orang dan berharap kalau perilaku tersebut bisa menular kepada Anda.

    Judging Judy. Setelah bertemu dengan orang baru (atau bahkan BFF sehari-hari), apakah Anda sering berkata “ih, dia sepertinya kurang pintar ya jadi project leader” atau “kok bisa ya dia suka sama si Andy?”, padahal orang tersebut belum melakukan apa-apa untuk menunjukkan kapasitasnya! Hmm, that’s not really nice, is it ladies?
    Lebih Baik... Well, jangan keburu menilai orang dan kembangkan sifat percaya dan suportif kalau semua orang memiliki kehidupan serta keahliannya tersendiri dalam hidup. Focus on your life and personality instead and mind your own business, please...



    Debbie Downer. So, Anda diajukan pertanyaan basa-basi “cuacanya bagus ya hari ini, sejuk,” namun kemudian Anda menjawab dengan “Iya, ‘bentar lagi kayaknya bakal hujan terus nanti Jakarta bakal makin parah deh macetnya.” Snooze. No one likes negativity, honey...
    Lebih Baik... Memiliki mentalitas yang optimis dan fun-loving. Memang sih menghadapi jalanan Ibu Kota bisa bikin stres, tapi antara opsi stres dan bahagia, tentu Anda tahu pilihan mana yang lebih “sehat” kan?

    Plain Complain. “Aduh si A kerjaannya gak bener, deh” (padahal tugasnya adalah teamwork yang melibatkan Anda sebagai team leader); atau “gak suka gue nonton di urutan kursi ini” atau “makanannya gak enak deh” dan terus-menerus rangkaian komplain terlontar. That’s REALLY annoying, right??
    Lebih Baik... Simpan komplain Anda dan untuk ke depannya pikirkan apa yang Anda bisa lakukan untuk mencegah atau menghindari hal-hal yang Anda tak sukai. Tapi coba deh tarik napas dalam-dalam sebelum Anda mau komplain dan ucapkan kata-kata berikut: “It’s not the end of the world...



    Excuses, Excuses. Ini dia yang mungkin mayoritas orang masih merasa sulit untuk mengucapkan (keras-keras) dan terkadang justru lebih memilih mencari alasan eksternal akan kesalahan atau kegagalan dalam hidup.
    Lebih Baik...honesty is the best policy. Memang ada kalanya orang lain yang melakukan kesalahan tapi meskipun hal itu terjadi berpikirlah secara introspektif dan sadari kalau sebenarnya Anda pun juga memiliki tanggung jawab atas apa yang telah (atau tidak) dilakukan. Trust Cosmo, it’ll make you feel better.

    Exaggeration Darling. Memang ada teori yang mengatakan info yang datang bukan dari sumber awal akan dilengkapi dengan bumbu-bumbu lainnya. Dan bila Anda cenderung memberikan bumbu yang berlebihan (yang kerap malah mengangkat nama sendiri), people can smell it, dear...
    Lebih Baik... Milikilah integritas dan sampaikan informasi atau cerita yang sesuai dengan apa yang terjadi. Don’t try to take credit, bahkan sampai berbohong, alih-alih Anda akan dihantui rasa paranoid karena takut kelak orang akan mengetahuinya.

    Dog(ma) Style. Pernahkah Anda meleburkan fakta dengan opini? Semisal “saat meeting pikirannya terlihat begitu teralihkan yang mungkin gara-gara ia baru saja melalui proses perceraian.” Nah, mana yang fakta dan mana yang opini nih?
    Lebih Baik... Get your facts straight, dan bila Anda ingin memberikan opini, well, setidaknya usahakan sifatnya positif. Lagi-lagi, hati-hati dengan kata-kata Anda, ladiescoz other people might believe it! (Sahiri Loing / SW / Image: Syda Productions / Shutterstock / Click Photos)