Better You

5 Masalah Kesehatan Wanita di Usia Produktif

  by: Nungki Dwiandara       9/12/2016
  •  

     

    Anda pasti sudah tahu kalau menjaga kesehatan adalah hal yang penting. Namun, kesibukan selalu Anda jadikan alasan untuk tak memperhatikan kesehatan. Hmm.. Akibatnya? Anda pun akan rentan terjangkit berbagai macam penyakit, dari yang ringan hingga penyakit yang sangat berbahaya.



     

    Dear, masih ingat dengan “Tanya Dokter Ahli Seputar Masalah Kesehatan Wanita di Usia Produktif hingga 40 Tahun ke Atas” yang diadakan oleh Combiphar dan Cosmopolitan Indonesia beberapa waktu lalu? Yup, berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh participant ke Dokter Carlinda Nekawaty.

     

    Q: Apakah wanita usia produktif 20-30 ada kemungkinan untuk menopause dini? Apakah efek negatif nya jika menopuse dini terjadi pada wanita produktif? Apakah masih bisa hamil? -Ria Novriyanti

    DA (Dokter Ahli) : Menopause dini terjadi pada wanita usia dibawah 40 tahun, sehingga usia produktif bisa saja mengalami menopause dini. Menopause sendiri berarti berhentinya proses menstruasi paling sedikit selama 1 tahun dan berakhirnya periode reproduksi pada wanita, sehingga jika seorang wanita telah mengalami menopause maka tidak dapat bereproduksi lagi atau tidak dapat hamil lagi. Efek yang timbul jika seorang wanita mengalami menopause adalah karena menurunnya kadar hormone estrogen yang berfungsi sebagai pelindung wanita, sehingga akan timbul berbagai masalah kesehatan pada wanita seperti osteoporosis, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.

     

    Q: Dr. Carlinda, apa saja asupan gizi yang tepat untuk merawat kulit agar terhindar dari penuaan dini? -Restia Sophiatika

    DA: Asupan gizi yang baik untuk membantu kesehatan kulit adalah mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, C, D seperti yang terdapat dalam buah dan sayur. Selain itu, disarankan pula mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3 yang banyak terkandung pada jenis kacang-kacang, ikan salmon. Kandungan omega-3 ini berfungsi melembabkan kulit, dan lemak jenuh yang terkandung mampu meningkatkan kekencangan kulit dan dapat memperbaiki kerusakan jaringan pada kulit.

     



    Q: Apakah berbahaya jika mengalami keputihan setiap hari? Dan hal ini sudah berlangsung 10 tahunan. Apakah ada efek samping jika menggunakan pembalut tipis setiap hari? -Astri Syafitri

    DA: Keputihan merupakan hal yang sering dialami oleh wanita. Keputihan yang normal umumnya terjadi pada masa tertentu seperti saat menyusui, saat berhubungan seksual, dan pada saat atau sekitar masa haid. Jika keputihan yang dialami termasuk keputihan dengan tanda yang normal maka tidak perlu dikhawatirkan, namun jika tidak maka Anda perlu konsultasikan ke dokter spesialis. Mengenai penggunaan pembalut tipis, disarankan untuk tidak digunakan setiap hari karena dapat membuat organ intim menjadi lembab & memicu perkembangan kuman yang memungkinkan terjadinya keputihan yang tidak normal.

     

    Q: Ada berapa tipe vaksin serviks? Apakah masih wajib untuk wanita yang sudah melahirkan? Lalu, apakah ada efek samping jika mengonsumsi obat, misalnya obat batuk atau demam saat haid? Apakah hal ini akan mempengaruhi siklus haid? -Verina

    DA: Jenis vaksin tersebut ada 2, yaitu: Vaksin HPV bivalent yang berfungsi untuk mencegah adanya HPV tipe 16 dan 18 yang merupakan penyebab kanker serviks, dan Vaksin quadrivalent yang mencegah virus HPV tipe 16, 18, 6, dan 11 yang mempunyai kemampuan untuk mencegah kanker serviks serta kutil pada kelamin. Vaksin ini dapat diberikan pada wanita usia 10-55 tahun, bila belum menikah/belum pernah melakukan aktifitas seksual bisa langsung diberikan, namun jika telah menikah atau sudah melakukan aktifitas seksual maka disarankan untuk melakukan pap’s smear terlebih dahulu sebelum menerima vaksin. Mengenai konsumsi obat batuk disaat haid, sampai saat ini belum ada data klinis yang menjelaskan bahwa obat batuk dapat mempengaruhi siklus haid.

     

    Q: Dok, saya ingin bertanya seputar penyakit infeksi saluran kemih, apakah penyakit ini timbul karena sering menahan buang air kecil? Adakah obat yang bisa menyembuhkan? -Komala Widayanti

    DA: Salah satu penyebab utama Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah sering menahan buang air kecil. Perilaku yang tidak benar ini akan menyebabkan timbulnya kuman E-Coli yang menempel pada dinding salur kemih sehingga terjadi ISK. Penyakit ini umum terjadi pada wanita usia produktif, yaitu 20 sampai 30 tahun.

     

    No worries, dear! Untuk mencegah Infeksi Saluran Kemih, ubah gaya hidup Anda yang tidak higienis, dan konsumsi cukup air putih serta produk dengan komposisi alami Ekstrak Cranberry. Prive Uri-cran sebagai produk esktrak cranberry yang mampu mencegah datangnya bakteri E-Coli yang menempel pada dinding saluran kemih, sehingga menghindarkan resiko Infeksi Saluran Kemih.