Love & Sex

7 Hal yang Terjadi Setelah Kamu Putus dengan Pacar

  by: Alvin Yoga       8/12/2018
  • Putus dengan pacar memang menyebalkan...dan menyedihkan - apapun alasan putus kalian. Belum lagi kamu pasti jadi begitu emosional setelah putus (sejujurnya, proses ini yang melelahkan), dan hal tersebut terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang. Menurut perhitungan Cosmo, ada tujuh proses yang biasa dialami setelah putus - yang seluruhnya normal saja dialami oleh setiap orang. Berikut ketujuh langkah tersebut.


    1. Penolakan

    Menerima kenyataan bahwa hubunganmu baru saja berakhir - atau si dia tak akan lagi berada di sisimu setiap waktu - memang sulit. Sebaik apapun dirimu - dan usahamu untuk menjaga agar hubungan tersebut bisa bertahan - tetap saja ada orang di luar yang sana yang tak bisa menghargai hal tersebut.



    Dibanding bolak-balik mengecek smartphone setiap lima menit (untuk mencari tahu apakah si dia akan minta maaf dan mengajak kalian balik - which is hmmm, not likely), atau yang lebih parah adalah stalking media sosial si dia untuk mencari tahu apa yang ia lakukan dan siapa yang sedang ia dekati, lebih baik kamu mengambil waktu untuk menyendiri sementara waktu, atau luangkan waktu untuk curhat bersama the girls atau kakakmu.


    2. Marah

    Put down the bat, girl. Kamu bukan Taylor Swift yang sedang membuat video musik Blank Space, dan tak baik menghancurkan hal-hal di sekitarmu hanya karena kamu ingin melampiaskan emosi. This is real life, dan ya, sah-sah saja kalau kamu merasa marah - terutama kalau alasan kalian putus adalah karena si dia "main belakang".

    Hanya saja, cari hal lain untuk melampiaskan amarahmu - semisal tulis kekesalanmu di selembar kertas, lalu robek kertas tersebut sampai kamu puas, atau pergi ke gym dan pukul punching bag semaumu. Melampiaskan amarah dengan cara mencari masalah di rumah atau memecahkan barang tak sebanding dengan konsekuensi yang harus kamu hadapi nantinya.


    3. Sedih

    Ugh, ini proses terburuk yang harus kamu hadapi setiap kali mengakhiri hubungan dengan seseorang. But well, ini normal terjadi, kok. Tak masalah jika kamu merasa sedih hingga berhari-hari ke depan - dengan cara tiduran di atas tempat tidur sambil scrolling isi gallery untuk melihat foto-foto lamamu dengan si dia, atau menolak untuk mandi atau makan karena tidak nafsu makan. Hey, really, that's okay! This is also one of the healthiest stages of a breakup. Luapkan seluruh rasa sedih itu sekarang, sehingga kamu bisa merasa lebih baik nantinya. Percayalah. Kamu pasti bisa melewati proses ini.


    4. Iri dan Kompetitif

    Jika kamu pernah memutuskan hubungan dengan seseorang sebelumnya, kamu pasti tahu seperti apa rasanya menghadapi fase ini. Salah satu contoh fase ini adalah ketika kamu stalking media sosial sang mantan (di tahap ini, kamu harus bisa membiasakan diri memanggilnya mantan!) dengan akun media sosial palsumu. Buruknya, kamu tak cuma melihat isi InstaStory-nya, namun juga melihat daftar followers-nya dan mengintip satu persatu foto perempuan yang mantanmu beri like.



    Perlu contoh lain? Mengunggah foto selfie secantik mungkin untuk mendapatkan komentar dan like yang banyak - dengan harapan sang mantan akan melihatnya. It's savage, but maybe a little much. Kamu sedang merasa super-insecure saat ini, jadi. Taruh. Handphone-mu. Sekarang.


    5. Apatis

    ...atau lebih tepatnya tak peduli dengan semua hal yang sedang terjadi di sekelilingmu. Dalam tahap ini, kamu bisa diandaikan seperti boneka kayu yang tak memiliki emosi, dan berjalan melalui rutinitas layaknya tak berjiwa. Ini adalah salah satu tahap yang paling penting, karena kamu sebenarnya sedang mencerna informasi bahwa dirimu sudah single, dan kamu sedang berusaha untuk kembali ke dirimu yang apa adanya. And for that reason, you are left feeling as empty as a hallow tree.


    6. Menerima

    Rasanya seperti ada seseorang yang menekan tombol "klik", dan tiba-tiba saja, kamu bisa menerima semua hal yang terjadi (baca: putus dengan sang mantan). I mean, REALLY get it. Kamu akhirnya bisa berdamai dengan kehilanganmu (RIP to old bae) dan, sedikit demi sedikit, kamu mulai merasa siap untuk move on (say yaasss!). Mungkin kamu tidak akan melihat hubungan tersebut sebagai suatu bagian dari hidupmu yang menarik, tapi kamu tahu kamu bisa belajar dari pengalaman tersebut dan siap untuk melanjutkan hidupmu ke tahap berikutnya. Hanya ada satu cara untuk menyelesaikan tahap ini: seperti yang dikatakan Ariana Grande, Thank U, Next.


    7. Berharap

    Ah, akhirnya, tahap terakhir. Meski hatimu sempat terpecah-belah, dibolak-balik layaknya sepiring omelette, dan emosimu naik-turun seperti roller coaster, kamu akhirnya berada di titik di mana kamu bisa mulai menata hidupmu lebih baik. You finally made it, girl! Kamu siap untuk memulai kembali dari awal, dan tahu bahwa ada orang lain di luar sana yang siap menerima dirimu apa adanya. Time to face the world.


    (Artikel ini disadur dari cosmo.ph. Perubahan telah dilakukan oleh editor. Alih bahasa: Alvin Yoga / FT. Image: Dok. Malakhov Aleksey©123RF.com)