Beauty

Hindari 8 Penyebab Hiperpigmentasi Berikut Ini!

  by: Fariza Rahmadinna       12/12/2019
  • Hiperpigmentasi merupakan suatu kondisi di mana bagian kulit terlihat lebih gelap atau hitam dibandingkan warna kulit sekitarnya. Menurut Medical News Today, hiperpigmentasi terjadi ketika kulit memproduksi lebih banyak melanin, yaitu zat pigmen yang memberi warna pada kulit. Pada dasarnya, kulit kita memproduksi melanin dalam jumlah yang cukup untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV, sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Namun, ada beberapa keadaan yang bisa menyebabkan produksi melanin menjadi lebih tinggi dibanding biasanya. Berikut Cosmo rangkum delapan penyebab hiperpigmentasi. Keep scrolling, dear!


    1. Paparan Sinar Matahari dan Polusi




    Mengingat kita tinggal di negara yang memiliki intensitas paparan sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun, penggunaan sunscreen tentu tidak boleh terlewatkan. Paparan sinar UV dan polusi dapat menjadi salah satu penyebab hiperpigmentasi pada kulit. Untuk melindungi kulit dari bahaya paparan sinar UV, gunakan sunscreen secara reguler. Menggunakan tabir surya terlalu sedikit dan tidak mengaplikasikan ulang akan mempercepat risiko hiperpigmentasi dan penuaan dini. 


    2. Memencet Jerawat


    Menyentuh apalagi sampai memencet jerawat adalah hal yang sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan. Kebiasaan tersebut dapat mengakibatkan peradangan pada kulit dan dapat memicu peningkatan produksi melanin yang akhirnya menimbulkan bekas jerawat.


    Baca juga : Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Hiperpigmentasi


    3. Eksfoliasi Berlebihan


    Melakukan eksfoliasi secara rutin memang penting untuk mengangkat sel-sel kulit mati yang menjadi penyebab berbagai masalah kulit. Namun, melakukan eksfoliasi terlalu sering dan berlebihan pun tidak baik untuk kulit kamu, karena dapat menyebabkan iritasi. Proses eksfoliasi sebaiknya dilakukan satu sampai dua kali saja dalam seminggu. Terlalu sering melakukan proses eksfoliasi dapat menghilangkan kelembapan alami dan kulit menjadi rentan mengalami hiperpigmentasi. 


    4. Terlalu Sering Membersihkan Wajah


    Hiperpigmentasi juga bisa disebabkan karena terlalu sering membersihkan wajah. Hal ini dapat menurunkan kadar kelembapan alami kulit sehingga membuat lapisan kulit menjadi rusak. Kondisi kulit akan mudah mengalami peradangan yang menimbulkan hiperpigmentasi. Sebaiknya, membersihkan wajah cukup dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan malam hari. Pilih juga kandungan facial wash yang lembut dan tidak membuat iritasi pada kulit. 


    Baca juga : 4 Teknik Dokter untuk Mengatasi Hiperpigmentasi




    5. Peradangan Pada Kulit


    Bagian kulit juga dapat menghitam apabila kamu mengalami peradangan pada kulit akibat cedera, alergi atau jerawat. Hal ini terjadi karena produksi melanin meningkat dan membuat sel kulit kesulitan untuk melakukan regenerasi pigmentasi. Pada akhirnya, kulit akan menghasilkan pigmentasi yang lebih gelap di atas lapisan kulit yang mengalami peradangan, sehingga terjadi hiperpigmentasi. 


    6. Pengaruh Kandungan Kosmetik


    Bahan-bahan kimia yang terkandung dalam kosmetik tertentu, seperti parfum, zat pewarna, merkuri dan hidrokinon ternyata dapat memicu sel kulit memproduksi zat melanin lebih banyak, yang menyebabkan hiperpigmentasi pada kulit. 


    Baca juga : 8 Bahan Terbaik untuk Mengatasi Noda Hitam di Wajah!


    7. Tidak Memenuhi Kebutuhan Vitamin


    Tidak hanya disebabkan oleh faktor eksternal, hiperpigmentasi juga bisa disebabkan oleh faktor internal seperti nutrisi yang kurang baik. Salah satu vitamin yang penting dikonsumsi untuk mencegah terjadinya hiperpigmentasi adalah vitamin E. Kandungan antioksidannya dapat meminimalisasi hiperpigmentasi. Selain itu, vitamin lain yang juga penting untuk kulit adalah vitamin B12, yang mampu membantu proses penempatan pigmen kulit, sehingga mencegah terjadinya hiperpigmentasi.


    8. Tidak Melakukan Patch Test


    Bagi kamu yang sering bergonta-ganti produk perawatan kulit, dianjurkan untuk selalu melakukan patch test terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk menghindari dan meminimalisir efek samping yang akan didapatkan jika produk perawatan kulit yang kamu gunakan tidak cocok. Efek samping seperti breakout dan alergi dapat menjadi pemicu peradangan yang menyebabkan hiperpigmentasi. 



    (Fariza Rahmadinna / VA / Image: Dok. Natalie on Pexels)