Better You

Fakta atau Mitos, Deodoran Menyebabkan Kanker Payudara?

  by: Hafif Rahman       14/12/2019
  • Memiliki bau tidak sedap yang berasal dari ketiak tentu membuat kamu kurang percaya diri. Apalagi kalau kamu tergolong aktif sehingga produksi keringat menjadi lebih banyak. Menggunakan deodoran memang merupakan solusi dan cara paling mudah untuk menghilangkan bau tidak sedap yang berasal dari ketiak. Namun, benarkah menggunakan deodoran akan menyebabkan kanker payudara?

    Dr. Boy Abidin, seorang ahli ginekologi, mengonfirmasi bahwa kabar yang mengatakan bahwa deodoran menyebabkan kanker payudara sebenarnya adalah mitos. “Penggunaan deodoran saat ini tidak serta merta menjadi penyebab seseorang terkena penyakit kanker payudara,” ujarnya. 

    Menurut dr. Boy Abidin, zat kimia yang ada dalam kandungan deodoran kecil kemungkinannya untuk menyebabkan kanker. Jika diperhatikan, zat-zat kimia yang terkandung di dalam deodoran sebenarnya aman digunakan. Menurut dr. Boy Abidin, faktor utama penyebab kanker payudara sebenarnya ada dua, yaitu faktor keturunan serta penggunaan obat-obatan hormonal - terutama estrogen yang bisa memicu keganasan kanker payudara. 




    Baca Juga: Cara Simpel Yang Jauhkan Bahaya Kanker Payudara


    Mengutip dari American Cancer Society, selain faktor keturunan dan konsumsi obat-obat hormonal, faktor pemicu dan penyebab kanker payudara berasal dari pola hidup yang tidak sehat, di antaranya :  



    Kelebihan Berat Badan


    Masalah obesitas atau kelebihan berat badan bisa memicu risiko kanker payudara. Pasalnya, jumlah lemak yang menumpuk dapat menyebabkan pelepasan sitokin (sejenis protein yang diproduksi oleh sel imun dan sangat penting dalam pertumbuhan sel tertentu) ke dalam aliran darah, yang berdampak pada metabolisme sel kanker dan membuatnya lebih agresif.



    Jarang Olahraga atau Aktivitas Fisik


    Banyak penelitian yang membuktikan bahwa olahraga dan aktivitas fisik secara rutin dapat menurunkan risiko kanker payudara, khususnya untuk perempuan yang sudah memasuki masa menopause. Oleh karena itu, perempuan dewasa disarankan untuk melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit dalam satu minggu.


    Baca Juga : 7 Cara Mudah Cegah Kanker Payudara



    Merokok dan Konsumsi Alkohol




    Kebiasaan merokok terbukti meningkatkan risiko beragam penyakit kanker, termasuk kanker payudara. Apalagi kebiasaan ini diimbangi dengan minum alkohol dalam jumlah berlebih. Seseorang yang mengonsumsi alkohol dua sampai tiga gelas setiap hari akan memicu risiko kanker sebanyak 20%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol.


    Baca Juga : More Alcohol = More Troubles!



    Kontrol Kelahiran


    Penggunaan pil kontrol kelahiran hormonal juga meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Seperti kontrasepsi oral, implan, hingga penggunaan alat kontrasepsi IUD, serta obat hormonal.



    Terapi Hormon


    Salah satu solusi paling populer untuk meredakan gejala akibat menopause adalah dengan melakukan terapi hormon. Biasanya pasien akan diberikan hormon estrogen dan progesteron. Namun, metode ini juga memiliki risiko penyakit tertentu seperti stroke, kanker payudara atau kanker rahim.


    Baca Juga : Trik Jitu Menyeimbangkan Hormon

    Meski penggunaan deodoran menyebabkan kanker payudara saat ini diklaim sebagai mitos, ada baiknya kamu lebih cermat dalam memilih deodoran yang aman untuk digunakan. Semisal, hindari menggunakan deodoran yang mengandung paraben untuk mengurangi risiko terkena kanker. Selain itu, terapkan pola hidup sehat semaksimal mungkin untuk menghindari penyakit ini.