Celebrity

Pevita Pearce Berbicara Tentang Sri Asih, Intuisi, dan PUBG!

  by: Giovani Untari       16/12/2019
  • Siapa yang tak mengenal sosok sweetheart dengan followers sebanyak 12 juta di Instagram (and of course still counting!) ini? 

    Sepanjang kariernya, Pevita Pearce telah menyapa kita lewat sejumlah transformasi peran di layar lebar. Ia pun duduk bersama Cosmo untuk membahas mengenai intuisi dalam berakting, games PUBG, dan tentu saja her upcoming (and big) role… Sri Asih.




    Hai Pevita, project film terbaru kamu adalah Sri Asih. Seperti apa kamu mempersiapkan diri untuk peran ini?

    Hai Cosmo, saat ini dan beberapa bulan ke belakang saya memang sedang sibuk mempersiapkan diri untuk film terbaru saya Sri Asih. Persiapannya terutama dari segi fisik dan mentality, karena ini suatu peran yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya excited sekali dan sangat ingin memberikan yang terbaik untuk film ini. Saya melihat peran ini sebagai challenge untuk diri saya sendiri sebagai seorang aktris di industri perfilman Indonesia yang tengah berkembang. Saya percaya bahwa yang mengerjakan film ini pun adalah best of the best team di Indonesia, jadi saya tidak ingin mengecewakan. Jadi mohon doanya!


    Berperan sebagai salah satu tokoh superhero Indonesia, apakah ini menjadi beban bagi Pevita? Terutama ada banyaknya ekspektasi dari masyarakat sejak kemunculan Sri Asih di film Gundala?

    Ya, ekspektasi yang tinggi untuk peran ini memang sempat menjadi sebuah pressure, tapi saya percaya: pressure is good for you. Justru pressure itulah yang saya cari dalam sebuah project karena itu membuat saya lebih berkembang dan bisa menciptakan standar baru dalam diri dan karier saya.


    Faktor apa saja yang biasanya Pevita perhatikan dalam memilih sebuah peran di film?

    Biasanya saya melihat projek tersebut dari berbagai angle. Yang utama adalah storyline, lalu seperti apa karakternya, dan yang ke ketiga tim yang mengerjakan. Tapi yang paling utama terkadang intuisi sih, jadi ketika menerima skenario dan membaca ada semacam feeling yang mengatakan bahwa saya harus mengambil peran tersebut. Bukan sekadar besar atau kecilnya karakter yang ditawarkan, tetapi lebih ke intuisi bahwa peran tersebut memang seru untuk saya eksplor. 


    Ada banyak film yang telah kamu perankan, tapi sejauh ini peran apa yang paling membekas bagi ?

    Hayati dalam film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Bayangkan satu minggu sebelum syuting, saya sempat datang ke produser karena merasa sangat khawatir tidak bisa memerankan peran tersebut dengan baik. Rasanya seperti ada ketakutan bahwa saya tidak boleh gagal. Karena saya merasa kekecewaan terbesar itu sering datang diri kita sendiri, bukan dari orang lain. Saya saat itu terlalu takut dan tidak bisa menanganinya. Tapi syukurlah karena nasihat produser, setelah syuting berjalan dan melihat hasilnya saya merasa senang. Dan ternyata peran tersebut juga membekas di hati banyak orang. Hingga saya ingat banyak orang yang memanggil saya Hayati, bukan Pevita.



    Apa film favorit Pevita?

    Girl Interuppted, Fight Club, Memento, The Sixth Sense serta Ju-On. By the way saya suka film horor! Baru-baru ini saya baru saja nonton kembali film The Shutter.


    Banyak talenta baru di industri hiburan dan perfilman Indonesia, bagaimana kamu menyikapinya?

    Saya merasa senang ada banyak teman-teman baru di dunia hiburan dan perfilman. Karena jujur saya gembira sekali melihat orang menjalani apa yang mereka sukai dan passionate di dalamnya, mulai dari makeup artist, para pemain, sutradara, juga kru yang ada. Saya merasa terinspirasi dan senang mendapat banyak teman baru.


    Pevita memiliki jumlah followers sebanyak 12 juta (and still counting!) di akun Instagram. Apakah sulit meng-handle media sosial dengan pengikut sebanyak itu?

    Saat saya mulai memiliki akun Instagram di tahun 2011 sampai sekarang tidak berubah, prinsip saya apa yang saya bagikan di media sosial tujuannya murni untuk berbagai momen atas apa yang saya sedang lakukan. Saya rasa kita semua pasti punya boundaries-nya masing-masing, bukan? Seperti apa saja batasan yang baik dan pantas untuk di-share dan sebaliknya. Saya menghargai bahwa batasan setiap orang jelas berbeda. 


    Pernahkah kamu dibuat pusing dengan komentar dari para netizen?

    Soal netizen, menurut saya media sosial juga pastinya dimiliki oleh banyak orang dari berbagai usia, gender, bahkan latar belakang pendidikan dengan perspektif yang berbeda pula. Pasti ada yang suka dan tidak suka, tapi pada akhirnya yang paling penting opini datang dari keluarga dan support system saya. Karena terkadang di media sosial kita sendiri tidak tahu maksud dan cara berbicara orang seperti apa bukan? Tapi saya sendiri merasa bahwa jika followers saya memiiki sesuatu yang ingin disampaikan pada saya misalnya kritik terhadap film saya bisa melalui direct message (DM) saja. Yuk kita sharing perspektif, karena kalau disampaikan di publik terkadang justru menimbulkan perdebatan dan akhirnya tidak sehat juga.


    By the way saat ini Anda juga aktif di games PUBG. Pevita bahkan ikut turnamennya di Berlin! Seperti apa awalnya kamu jatuh cinta dengan games ini?

    Saya mulai masuk di games ini pada season kedua dan akhirnya jadi terus bermain. Dulu saya memang suka main games seperti Counter-Strikes. Hanya waktu itu kalau mau main games harus ke warnet yang mana sebenarnya bukan tempat yang nyaman juga bagi perempuan. Saat bertemu PUBG saya merasa: "Wah ini dia games yang saya inginkan dan sesuai!" Ketika dapat kesempatan ikut turnamen dunia PUBG di Berlin saya sunguh merasa tak menyangka seperti sebuah mimpi yang jadi kenyataan! Saya pun nervous sampai kaki bergetar, haha. Saya rasa e-sport ini membuka mimpi baru bagi anak-anak Indonesia bahwa jika ditekuni serius ini akan mendatangkan banyak pengalaman baru dan membuat Anda bersosialisasi dengan banyak orang di seluruh dunia. 





    Pevita sangat aktif di games ini! Pernah terpikir suatu hari membuat Youtube berisi perjalanan games?

    Saya sebenarnya sudah ready. Mulai dari komputer, kamera, sampai green screen, hanya saja masih menunggu intuisi, haha..


    Siapa sosok selebriti yang pernah membuat kamu startruck?

    Gigi Hadid! Sungguh sebuah kehormatan waktu itu bisa berangkat bersama Maybelline ke event launching Maybelline x Gigi. Ya ampun rasanya sangat startruck karena saya sangat suka dengan fashion style-nya dan pembawaan Gigi Hadid. Saya sangat kagum dengan kepribadiannya yang sangat humble dan positif.


    Tahun 2020 apa mimpi seorang Pevita Pearce? Apakah kamu termasuk tipe yang membuat resolusi? 

    Saya membuat beberapa resolusi, tapi kadang tidak saya share karena tidak mau jinx. Harapan saya sebenarnya ingin bisa lebih bijaksana, semoga kalau pusing tidak berkepanjangan karena pada akhirnya selalu ada jalan atas apapun yang kita lakukan, bukan? Kadang kita sering khawatir akan sesuatu yang sebenarnya sifatnya sementara. Dan lupa bahwa hal buruk dan baik sebenarnya wajar sekali terjadi setiap harinya. Saya juga ingat salah satu pesan teman saya bahwa terkadang kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Jadi ya kita tak boleh tenggelam pada ketakuan dan negativity, karena hal itu tidak akan membawa kita kemana-mana. 


    Hal "gila" apa yang ingin kamu coba ke depannya?

    Rasanya dulu ada banyak hal gila yang saya lakukan, sekarang saya lebih tone down dan lebih memperhitungkan segala hal. Tapi saya ingin mencoba... skydiving mungkin! Tapi di luar itu apapun yang saya lakukan, saya tidak ingin lupa untuk having fun. Life is too short, jadi jangan sampai lupa untuk have fun!


    Satu kata yang paling mendeskripsikan seorang Pevita Pearce?

    Eksploratif!


    CREDITS:

    Stylist: Dheniel Algamar

    Fotografer: Insan Obi

    Digital Imaging: Vebby Citra

    Makeup: Archangela Chelsea

    Hair do: Oca PS

    Asst. Fashion stylist: Yovita Pratiwi

    Wardrobe: Gucci, Marc Jacobs

    Aksesori: Aiden and Ice

    Penulis: Giovani Untari