Celebrity

Bryan Domani Bahas Pengalamannya di Dunia Hiburan Indonesia

  by: Shamira Priyanka Natanagara       17/12/2019
  • Meski masih muda, ia telah mencoba segalanya, mulai dari modelling, musik, dan kini akting. Tak salah bila dibilang Bryan Domani memiliki passion yang kuat akan dunia hiburan... and he’s just getting started. 


    Hai, Bryan! Baru-baru ini Anda membintangi film SIN, apa hal yang paling berkesan dari proses pembuatan film tersebut?

    Oh, thank you! Perjalanan saya lumayan panjang untuk SIN, so saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang meluangkan waktu untuk menontonnya. Hal yang paling menantang adalah persiapan fisik. Saya harus menyiapkan tubuh karakter Raga yang seorang atlet tinju selama tiga sampai empat bulan, plus ada latihan tinju selama sekitar dua bulan, lalu workshop akting selama sebulan.



    Untuk membentuk tubuh, saya harus workout lima kali seminggu, makan sekitar 500gr daging dan minimal dua telur sehari, no sugar, and no seasoning. Hal pertama yang saya makan setelah selesai syuting SIN adalah mie instan. It was so good!


    Apakah kepribadian Anda dan Raga berbeda?

    Raga itu benar-benar 180° dari diri saya. Raga pendiam dan suka memendam perasaan, sementara saya banyak berbicara, frontal, dan suka bertemu orang-orang baru. Awalnya saya diminta untuk coba hidup seperti Raga, bahkan sampai di rumah pun menjadi kebiasaan. Saya menjadi diam, tidak berbicara dengan siapa-siapa agar lebih siap di depan kamera, dan ayah saya akhirnya kesal, hahaha... Katanya, “Kalau di rumah kamu Bryan, bukan karakter kamu.” So setelah itu saya mulai belajar untuk memisahkan pekerjaan dari kehidupan nyata.


    Apakah memerankan karakter ini sebuah tantangan yang baru untuk Anda?

    Sebelum SIN saya berperan dalam Bumi Manusia sebagai Jan Dapperste/Panji Darman yang lumayan mirip dengan Raga. Panji agak penakut, sementara Raga independent—ia tahu apa yang ia mau. Untuk masing-masing karakter yang saya perankan ada fokus yang berbeda, tapi bukan berarti ada yang lebih susah daripada yang lain.



    Sepertinya Anda benar-benar passionate tentang akting, apa yang membuat Anda tertarik menjadi aktor?

    Yeah I am. Namun sebenarnya saya tidak pernah berencana untuk terjun ke dunia entertainment. Pada awalnya saya nekat mencoba modelling, lalu sekitar tahun 2010 saya membintangi iklan di mana saya bertemu banyak orang dari industri entertainment. Singkat cerita, saya diajak untuk bergabung menjadi personel boy band Super 7. And so I came in, sang and danced for them. Keesokan harinya langsung manggung. Bingung banget sih, langsung harus menghafalkan koreografi dan lirik lagu, apalagi saat itu bahasa Indonesia saya belum lancar!


    Setelah Super 7 Anda bergabung dengan Minutes Before Midnight, bagaimana pengalaman Anda dengan band tersebut?

    Yes, itu sebuah startup band dengan teman-teman saya tapi tidak tahu arahnya mau dibawa ke mana, jadi akhirnya bubar. It was like Jonas Brothers, bisa dibilang saya Joe-nya, walaupun saya tidak akan bisa se-cool Joe, hahaha...


    Apakah kamu akan kembali ke dunia musik?

    Music will always be a part of my life. Saya suka menulis lagu di waktu luang tapi untuk sekarang lagu-lagu saya masih personal. Bagi saya akting itu menjadi orang lain, tapi musik itu pribadi. Dan saya masih agak takut untuk merilis musik hasil karya sendiri karena ragu orang tidak akan menerima diri saya yang asli. My diary is my music.


    Sekarang, apakah Anda sedang mengerjakan upcoming project? 

    Bulan ini saya akan mulai mengikuti workshop untuk sebuah proyek yang masih rahasia. Kalau semua berjalan lancar, akan mulai syuting bulan Desember.





    Apa satu kata yang mendeskripsikan 2019 bagi Anda?

    Packed. Tahun ini jadwal saya lumayan padat. Pertama, ada syuting dan promosi untuk Bumi Manusia, setelah itu syuting untuk dua web series, syuting SIN, lalu saya juga mengisi suara untuk film animasi Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet yang akan dirilis tahun depan—that was really fun! Untuk proyek itu saya harus mengandalkan imajinasi karena tidak bisa menunjukkan fisik. Saya memerankan karakter bajak laut yang indie, tipe orang yang menyukai kopi dan senja, hahaha...


    Genre film apa yang paling ingin kamu mainkan?

    Horor. Sebenarnya sudah pernah sih, tapi saya tidak terlibat dalam adegan yang mengerikan. Ingin sekali bisa berperan dalam film horor garapan Kimo Stamboel atau Joko Anwar—siapa sih yang tidak mau main dalam film Joko Anwar? The gore, the craziness, really out of the box.


    Siapa aktor atau aktris Indonesia yang paling Anda idolakan?

    Hmm… ada banyak. Untuk aktris ada Mbak Christine Hakim, dia benar-benar humble dan tidak pelit ilmu sama sekali. Saya juga suka Della Dartyan, menurut saya dia keren sekali dalam Love for Sale, dan saya juga mengidolakan Mawar de Jongh karena saya suka bekerja sama dengannya. Untuk aktor, saya penggemar Reza Rahadian, Vino G. Bastian, Angga Yunanda, Jefri Nichol, dan aktor-aktor seangkatan saya seperti Kevin Ardilova—dan saya tidak takut untuk mengakuinya, karena walaupun satu generasi saya rasa kita tidak perlu berlawanan.


    Apa harapan Anda untuk 2020?

    Tidak mau berharap sih, karena harapan selalu membuat saya sakit, hahaha… Semoga motivasi yang saya miliki sekarang tidak akan hilang. Whatever opportunity I get, I will do it.




    Penulis: Shamira Natanagara

    Fotografer: Saeffie Adjie

    Makeup & Hair Do: Linda Kusumadewi

    Stylist: Dheniel Algamar

    Assistant Stylist: Yovita Pratiwi

    Wardrobe: Alleira Batik x Rama Dauhan