Celebrity

Fakta Unik, Biodata, dan Kiprah Gong Yoo di Dunia Perfilman

  by: Alvin Yoga       28/12/2019
  • Kalau kamu termasuk penggemar berat Gong Yoo, kamu pasti sudah pernah menonton Train to Busan dan Coffee Prince. Film dan serial televisi tersebut bisa dikatakan salah satu proyek yang mengubah kehidupan karier Gong Yoo. Oh, dan jangan lupa dengan serial televisi Goblin yang membuat saya ~*endlessly*~ terobsesi. Saya bahkan memaksa beberapa orang—rekan kantor terutama—untuk menonton serial tersebut supaya kami bisa menganalisa setiap adegan menggemaskan bersama-sama. Hahaha!

    Jika boleh jujur, mungkin penggemar terberatnya sekali pun tak banyak mengetahui sisi sebenarnya dari seorang Gong Yoo—selain informasi-informasi yang ia sendiri katakan ketika wawancara. Of course, kita semua tahu bahwa ia lahir dari sebuah keluarga yang cukup kaya di Busan. Penggemarnya tentu tahu bahwa Gong Yoo bukanlah nama aslinya (nama sebenarnya adalah Gong Ji Cheol); ia memiliki dua ekor kucing; ia suka sekali bermain basket; ia bisa berbicara dalam bahasa Inggris; ia tak punya satu pun akun media sosial; dan ia suka sekali dengan kopi. Namun, boleh taruhan, pasti tak ada satu pun yang pernah mendengar skandal mengenai dirinya. Tak ada informasi sedikit pun mengenai di mana ia tinggal, atau dengan siapa ia menjalin hubungan asmara (Cosmo penasaran sekali dengan yang satu ini!).





    Dalam sebuah wawancara dengan CNN Talk Asia pada Agustus 2017 lalu, Gong Yoo mengungkapkan bahwa alasan dibalik sikapnya yang tertutup ini adalah karena ia ingin memisahkan antara kehidupannya sebagai aktor, dan kehidupannya sebagai...yah, Gong Ji Cheol. Ia berkata: "Sebagai seorang aktor, saya harus bertemu dengan banyak orang setiap waktu. Ini adalah pekerjaan yang membuat orang-orang bermimpi mengenai karakter yang saya mainkan, namun di sisi lain pekerjaan ini juga membuat orang-orang berprasangka terhadap diri saya. Menurut saya, dugaan-dugaan inilah yang paling menyeramkan, karena seakan-akan orang-orang 'menghakimi' kehidupan personal atau image saya, dan hal ini akan mempengaruhi karakter-karakter yang akan saya mainkan di film. Maka dari itu, saya berusaha untuk tidak terlalu banyak menampilkan sisi kehidupan personal saya."


    Jadi, jika publik tidak mengetahui banyak hal mengenai kehidupan personalnya, mengapa ia bisa begitu populer?


    Awal karier Gong Yoo

    Gong Yoo memulai kariernya di dunia hiburan dengan menjadi model, di mana ia beberapa kali mengatakan bahwa sebenarnya ia tidak berencana untuk menjadi seorang aktor. Namun cintanya pada akting mulai tumbuh ketika ia masuk Kyung Hee University (KHU), di mana ia lulus dengan gelar di Seni Teater. FYI, KHU adalah sebuah universitas privat, dan universitas tersebut menempati peringkat kedelapan di Korea Selatan dan proses pendaftarannya sangat ketat sehingga tak sampai 10% dari para pelamar terpilih untuk masuk setiap tahunnya. Dalam salah satu wawancaranya, Gong Yoo menjelaskan bahwa awalnya ia tidak berniat lulus dari Seni Teater untuk menjadi aktor, tapi ketika ia sedang memperdalam seni tersebut, ia bertemu dengan beberapa teman yang membuatnya menyadari bahwa tantangan untuk menghidupkan berbagai karakter ke layar lebar adalah suatu pekerjaan yang menarik.



    Meskipun awalnya ia tidak percaya diri, Gong Yoo berusaha sebaik mungkin dengan memulai karier sebagai VJ dan pembawa acara untuk Mnet dan MBC mulai dari 2000 sampai 2004. Ia juga bermain sebagai peran pendukung kecil dalam beberapa K-drama, seperti School 4, Hard Love, dan Screen—dua di antaranya membawanya pada nominasi (dan menang!) sebagai aktor pendatang baru terbaik. Dengan popularitasnya yang semakin merangkak naik, tawaran untuk bermain di berbagai serial drama TV dan film pun bermunculan satu per satu. Namun sejak awal, Gong Yoo telah dikenal sangat picky mengenai proyek yang akan ia ambil. Gong Yoo biasanya tidak terlalu pemilih soal karakter yang akan ia mainkan, ia biasa memilih drama dan film dengan jalan cerita yang menarik.

    Sejak awal, Gong Yoo telah dikenal sangat picky mengenai proyek yang akan ia ambil. Gong Yoo biasanya tidak terlalu pemilih soal karakter yang akan ia mainkan, ia biasa memilih drama dan film dengan jalan cerita yang menarik.

    Salah satu dari drama tersebut adalah Hello My Teacher, di mana ia bermain dengan aktris terkenal Gong Hyo-jin pada 2005 lalu. Gong Yoo bermain sebagai Park Tae-in, seorang remaja arogan berumur 20 tahun yang jatuh cinta pada seorang guru pengganti berumur 25 tahun. Drama ini tidak hanya menarik penonton Korea karena jalan ceritanya yang kontroversial (seorang remaja pria yang jatuh cinta dengan gurunya? Kurang kontroversial apalagi!) , namun juga menjadi awal persahabatan antara Gong Yoo dengan Gong Hyo-jin di kehidupan nyata, yang oleh para fans dianggap begitu menggemaskan.




    Gong Yoo rehat dan kembali dengan sukses

    Salah satu bukti bahwa Gong Yoo memiliki cara pikir yang unik adalah ketika ia bermain dalam drama Coffee Prince, yang bisa dikatakan merupakan salah satu drama terbaiknya. ICYMI, Coffee Prince disukai oleh banyak orang karena chemistry antara Gong Yoo dan Yoon Eun-hye (yang juga memainkan Princess Hours dan My Fair Lady) yang luar biasa baik di depan layar, dan juga karena serial ini melawan isu homofobia di negara yang menganggap bahwa pernikahan sesama jenis masih dianggap tabu. Gong Yoo mendapat pujian yang luar biasa setelah ia berhasil memainkan sang playboy kaya raya Choi Han-kyul, yang keliru menganggap Go Eun-chan, seorang perempuan tomboy, sebagai seorang pria. Keduanya kemudian saling jatuh cinta dalam serial drama tersebut, membuat karakter Han-kyul mempertanyakan seksualitasnya.



    Setelah kesuksesan Coffee Prince, Gong Yoo kemudian meninggalkan dunia entertainment untuk sementara demi memenuhi panggilan wajib militernya. Dalam salah satu wawancaranya, ia berkata bahwa selama dua tahun ia mendapatkan begitu banyak pelajaran dan masukan yang berarti, entah itu sebagai seorang pria atau pun sebagai seorang aktor, berkat pertemuannya dengan pemuda-pemuda lain yang bukan berasal dari dunia hiburan. Ia juga menyebutkan bahwa ia tidak menyesal ketika harus meninggalkan dunia hiburan ketika ia justru sedang berada di puncak karier sebagai seorang selebriti.





    Setelah wajib militer, Gong Yoo kemudian membuat comeback yang sukses dengan memainkan film Finding Mr. Destiny, sebuah film komedi romantis di mana ia bermain sebagai seorang karakter yang mengidap OCD. Dan jangan lupakan juga film Silence yang diangkat dari sebuah novel berjudul The Crucible, yang menceritakan kisah asli peristiwa kriminal yang terjadi di sebuah sekolah bagi para anak-anak tuli di Gwangu, Korea Selatan. Film tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat Korea dan membuat geram seluruh negeri, membuat pemerintah setempat harus membuka kembali kasus kriminal tersebut dan melakukan interogasi yang lebih dalam terhadap para korban dan sekolah yang bersangkutan.

    Dalam film tersebut, Gong Yoo bermain sebagai seorang guru seni, yang kemudian menemukan bahwa para murid tuna rungu yang bersekolah di tempat tersebut mengalami pelecehan seksual oleh para guru dan juga pimpinan sekolah. Dengan judul asli Dogani, film ini berhasil mengambil keuntungan sebesar US$30,7 miliar di Korea hanya dalam sepuluh minggu, dan membuat pemerintah kemudian menerbitkan hukum khusus untuk pelanggaran hak asasi manusia bagi para kaum disabilitas di Korea Selatan. Ketika ditanya mengenai kesuksesan Dogani serta keterlibatannya dalam mengangkat kasus HAM, Gong Yoo berkata bahwa ia hanya sekadar memainkan karakter yang tepat, dan perubahan besar yang terjadi sebenarnya bukanlah karena dirinya namun karena reaksi publik yang luar biasa. Meski begitu, hal ini mengubah cara pandangnya dalam pekerjaan yang ia lakukan. "Setelah bermain dalam Dogani, saya menyadari bahwa saya memiliki tanggung jawab yang lebih besar sebagai seorang aktor," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan CNN.




    Karya besar Gong Yoo

    Kesuksesan Gong Yoo kemudian dilanjutkan dengan film dan serial drama lain, yang semakin mengukuhkan dirinya sebagai aktor papan atas. Di antaranya ada Big, sebuah serial drama dengan ending kontroversial yang membuat para penggemar K-drama bertanya-tanya, serta sebuah film mata-mata berjudul The Suspect. Film tersebut berhasil mendapatkan pujian dari beberapa publikasi internasional, dan membuatnya memenangkan Top Excellence Award by an Actor in Film dalam Korea Culture Awards pada 2014 lalu setelah berhasil memerankan mata-mata asal Korea Utara.



    Ia kembali tiga tahun kemudian untuk mengisi peran penting dalam film Train to Busan, yang membuat nama Gong Yoo dikenal secara internasional—bukan hanya karena film tersebut berhasil masuk dalam daftar box office, namun juga karena film tersebut berhasil membawanya pada berbagai nominasi dalam ajang penghargaan seperti Asian Film Awards, Blue Dragon Film Awards, Korean Association of Film Critics Awards, Baeksang Arts Awards, dan Chunsa Film Awards. Film terakhirnya di tahun 2016, The Age of Shadows, berhasil mewakili Korea Selatan dalam ajang Academy Awards a.k.a. Oscars ke-89 dan, hingga saat ini, masih mendapatkan peringkat 100% di Rotten Tomatoes. Di saat yang hampir bersamaan ini, penulis ternama asal Korea Selatan Kim Eun-sook dan sutradara ternama Lee Eung-bok (pasangan terkenal yang juga berhasil mempopulerkan drama Korea Descendants of the Sun) mengonfirmasi bahwa Gong Yoo akan bermain dalam serial drama pertama setelah tiga tahun hiatus. Drama ini, seperti yang kita semua tahu, adalah salah satu drama terbaik tvN yaitu Guardian: The Lonely and Great God, yang juga dikenal secara internasional sebagai Goblin.


    Pengaruh Gong Yoo sebagai Kim Shin dalam Goblin

    Mulai dari sinematografinya yang menawan, percakapan antar karakternya yang menggemaskan, sampai adegan aksinya yang mendebarkan, masing-masing episode dari Goblin mampu membuat para penggemar K-drama jatuh cinta dan mengubah (hampir) setiap orang menjadi penggemar Gong Yoo. Drama ini juga membuat Gong Yoo memenangkan Best Actor Award dalam Baeksang Arts Awards dan membuatnya dikenal sebagai aktor nomor satu di Korea Selatan. Dan, bukan sebuah rahasia lagi bahwa tadinya Gong Yoo berniat untuk menolak tawaran bermain untuk menjadi sang Goblin.



    Dalam wawancaranya dengan Esquire Korea, aktor tersebut berkata bahwa, pada akhirnya, hal yang meyakinkannya untuk menerima tawaran tersebut adalah karena Kim Eun-sook, sang penulis drama terkenal yang dengan sabar perlahan-lahan menumbuhkan rasa kepercayaannya. "Saya lebih terkesima dengan 'kekuatan' yang dimiliki Kim (Eun-sook) di belakang layar setelah mencoba bermain dalam drama yang ditulis olehnya. Kekuatan inilah yang juga membuat para penonton tergila-gila dan jatuh cinta dengan drama tersebut. Inilah yang membuat saya mempercayai Kim dan kata-katanya. Sejujurnya, Kim sendiri tak bisa memprediksikan apa yang akan terjadi, namun dengan semangat yang ia miliki, ia mengeluarkan seluruh hasratnya yang sudah lama terpendam terhadap Guardian. Saya merasakannya ketika proses syuting."


    Drama Goblin membuat Gong Yoo memenangkan Best Actor Award dalam Baeksang Arts Awards dan membuatnya dikenal sebagai aktor nomor satu di Korea Selatan.


    Menurut Cosmo, yang membuat Goblin bisa begitu dicintai selain skala produksinya yang besar atau plotnya yang emosional adalah karena keahlian para kru dalam menciptakan setiap detail kecilnya terasa luar biasa, termasuk dalam mengarahkan akting Gong Yoo sebagai makhluk sekuat dewa. Caranya membawakan sebuah karakter dengan kisah sejarah yang panjang dan emosi yang dalam membuat serial tersebut terasa...masuk akal dan relatable, meski pada kenyataannya serial tersebut hanyalah sebuah kisah fantasi. Mungkin saja, hal ini terjadi karena Gong Yoo turut memberikan sisi terbaiknya. "Saya adalah orang yang mencintai kreativitas," ujarnya. "Ketika pertama kali masuk dalam dunia seni peran, proyek yang saya pilih kebanyakan adalah film atau serial yang bisa membuat saya merasa puas, keinginan saya untuk terus sukses. Saya tak tahu bahwa Goblin atau Train to Busan akan menerima begitu banyak perhatian dari seluruh dunia. Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari drama ini."



    Setiap wawancara yang Gong Yoo lakukan menunjukkan semangat dan cara berpikirnya yang dalam sebagai seorang manusia. Kamu mungkin merasa bahwa pria dengan kredibilitas yang luar biasa seperti dirinya akan merasa percaya diri dengan kemampuan aktingnya, namun sebenarnya, setiap kali Cosmo membaca responnya terhadap pertanyaan-pertanyaan wawancaranya, ia justru lebih sering berbicara mengenai hal-hal yang tak pandai ia lakukan, juga penyesalannya sebagai seorang aktor. Kombinasi dari kecerdasan, kerendahan hati, serta pengetahuan sosialnya yang luar biasa ini, membuat Gong Yoo menjadi salah satu pria (dan aktor) terbaik di dunia ini—yang, tentu saja, tak pernah kita bayangkan ada di antara kita.


    (Artikel ini disadur dari cosmo.ph / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / FT / Image: dok. Management SOOP / msoopent.com)