Love & Sex

6 Mitos & Fakta Seputar Seks Yang Wajib Kamu Ketahui

  by: Kezia Calesta       19/12/2019
  • Wanita sering berasumsi bahwa pria selalu ingin berhubungan seks, sedangkan sebagian pria percaya bahwa wanita jarang melakukan aksi solo sex. Faktanya, seksualitas pria dan wanita lebih rumit dari yang kamu kira. Ini kebenarannya.


    MEN AND SEX

    Pria adalah makhluk sederhana yang selalu menginginkan seks. Mereka tidak terlalu peduli akan kebutuhan pasangannya di ranjang, dan mereka cenderung agresif dan suka mendominasi. True or false?





    Tiga pertanyaan tersebut merupakan stereotip tentang seksualitas pria yang tidak terbukti benar. Menurut Esther Perel, terapis seks profesional yang menulis buku Mating In Captivity, mitos-mitos yang ada tidak mencakup psikologi seks pria pada umumnya. Maka sebelum kamu berasumsi lebih lanjut, here’s what you need to know.


    Mitos #1

    Pria siap untuk berhubungan seks setiap waktu.



    Yes, hasrat seksual wanita dilihat dari dimensi psikologis – wanita perlu merasakan kedekatan dengan pasangannya sebelum ia bisa berhubungan intim, dan ada banyak faktor lainnya yang diperlukan oleh wanita untuk merasa horny. Sebaliknya, seksualitas pria dilihat dari sisi yang lebih biologis – mereka selalu siap untuk seks. Wrong! Percaya atau tidak, hal-hal yang terjadi dalam kehidupan pribadi seorang pria juga dapat berdampak besar terhadap gairah seksnya. Bila seorang pria sedang mengalami depresi, kegelisahan, atau ego crisis, faktor tersebut akan menurunkan gairahnya. 


    Bedanya, saat suasana hati pria sedang down, mereka seringkali menganggap seks sebagai moodbooster – maka mereka pun tak jarang bermasturbasi untuk memendam perasaan negatif tersebut. Faktanya, pria kerap mengalami kecemasan mengenai performa seks, takut akan kegagalan, dan ingin menunjukkan kompetensinya dalam setiap aspek. Banyak wanita berpikir, “Pasangan saya seharusnya ingin berhubungan seks setiap kali saya memberikan ‘kode’. Jika tidak, ini salah saya – saya kurang menarik, atau ia sudah tidak menyayangi saya lagi.” 


    Sebelum kamu terjerumus dalam pikiran negatif, ingat bahwa tidak semuanya berhubungan dengan kamu. Mungkin ia sedang menghadapi konflik di tempat kerja, atau ia sedang bermasalah. If he can’t get hard, it’s not always about you.


    BACA JUGA: 7 Alasan Hilangnya Ereksi Pria


    Mitos #2

    Pria cuma mementingkan orgasmenya sendiri.



    Siapa bilang semua pria tidak peduli akan kepuasan pasangannya? With great ego, comes great responsibility (LOL). Seorang pasangan yang menyayangi kamu pasti memiliki keinginan untuk memuaskan kamu di ranjang. Bahkan, kemampuannya untuk membuat kamu mencapai klimaks pasti akan memberikannya kepuasan tersendiri.


    Apakah sang pasangan senang melihat Anda yang horny, atau sering memastikan bila kamu sudah mencapai klimaks? That means he feels responsible for your pleasure. Tidak seperti masturbasi yang hanya memuaskan diri sendiri, bercinta dengan pasangan membutuhkan chemistry dan keinginan untuk menyenangkan satu sama lain. Maka dari itu, jika sang pasangan belum bisa membawa kamu ke puncak kenikmatan, jangan ngambek atau diam saja. Katakan, “Saya tahu kamu ingin membantu saya klimaks. Let’s explore different ways and figure it out together, baby.


    “Believe it or not, kejadian seputar kehidupan pribadi seorang pria dapat berdampak besar terhadap gairah seksnya.”


    Mitos #3

    Tender sex is a turn-off.



    Salahkan film-film biru yang seringkali menggambarkan adegan bercinta yang agresif. Beberapa alasan mengapa film biru sangat menarik untuk pria: ada banyak wanita yang menginginkannya, para wanita selalu menjerit dan mengerang saat berhubungan seks (tak peduli apa yang sedang dilakukan sang pria), dan kedua pihak selalu mencapai orgasme. Pornografi hanya memberikan fantasi yang sulit dicapai oleh orang-orang di dunia nyata – padahal, realitanya gairah seks pria dan wanita seringkali bergantung pada perasaan emosional masing-masing.


    Seperti wanita, pria juga menyukai seks yang passionate dan romantis dengan pasangan yang ia cintai. Humans crave tenderness and connection. Maka dari itu, jangan malu untuk membicarakan apa yang kamu inginkan ketika bercinta, dan tanyakan hal yang sama kepada si dia.





    WOMEN AND SEX

    Men are from Mars, while women are from Venus. Seperti adanya stereotip tentang seksualitas pria, berikut adalah tiga mitos tentang seksualitas wanita dan Miss Cheerful yang perlu kamu ketahui.



    Mitos #1

    Wanita tidak melakukan solo sex.



    Apakah kamu sering mendengar teman-teman wanita mengaku bahwa mereka sering melakukan solo sex, alias masturbasi? Probably not. Meskipun solo sex bukan sebuah topik yang dibahas secara terbuka, aksi ini sebetulnya penting bila ingin mengenal Miss Cheerful secara lebih “dalam”. Bagaimana kamu bisa mengandalkan sang pasangan untuk memberikan orgasme jika kamu tidak mengenal Miss Cheerful sendiri? Bila kamu tidak pernah melakukannya, kamu pun tidak akan mengetahui gerakan atau posisi yang memberikan kenikmatan. Siap untuk mengeksplor tubuh dan Miss Cheerful?  


    BACA JUGA: Panduan Masturbasi Nikmat Untuk Wanita Fearless


    Mitos #2

    Semakin sering berhubungan seks, Miss Cheerful akan semakin kendur.



    Ada saja orang yang percaya bahwa elastisitas vagina kamu dapat menurun seiring waktu akibat kegiatan seks yang rutin. Padahal, Miss Cheerful memiliki otot pelvis yang dapat mengendur saat terangsang dan kembali kencang setelahnya. Faktanya adalah, aktivitas seksual yang rutin tidak akan menyebabkan kekenduran Miss Cheerful secara permanen, namun proses persalinan normal dapat menyebabkannya. 


    Menurut Dr. Alyssa Dweck, penulis The Complete A to Z for Your V, “Saat bayi dilahirkan lewat proses persalinan normal, Miss Cheerful belum tentu kembali 100% seperti semula setelahnya.” Even then, all hope is not lost. Kini ada berbagai alat bantu yang dapat membantu mengembalikan kekuatan otot vagina seperti kegel ball, alias alat latihan otot untuk menguatkan pelvic floor dalam Miss Cheerful. 


    Mitos #3

    Wanita dapat mencapai orgasme semudah pria.



    Wanita dewasa seringkali merasa bahwa mereka tidak bisa mencapai the big O semudah pria. Kamu tidak sendiri – menurut Cosmo’s Female Orgasm Survey di tahun 2015, hanya 57% wanita merasakan orgasme setiap kali berhubungan seks dengan pasangannya, namun 95% wanita berkata bahwa pasangan mereka selalu berhasil mencapai klimaks. 


    Rahasianya? Kebanyakan wanita dapat mencapai klimaks secara lebih mudah lewat stimulasi C-spot (alias klitoris) ketimbang penetrasi. So, bila kamu sulit berorgasme, tidak ada salahnya untuk mencoba stimulasi C-spot sebelum, selama, atau setelah berhubungan seks menggunakan jemari kamu sendiri. Psst… kamu juga bisa meminta sang pasangan untuk menjilat Miss Cheerful dan memainkan C-spot dengan lidahnya!


    Seiring usia, wanita dapat mencapai orgasme dengan lebih mudah karena ia akan mengenal tubuhnya dan kesukaan Miss Cheerful dengan lebih baik. Komunikasi dengan sang pasangan tentang apa yang disukai juga dapat meningkatkan peluang orgasme.


    BACA JUGA: 13 Fakta Soal Titik Orgasme Wanita Alias Klitoris


    (Penulis: Kezia Calesta / Sumber: Majalah Cosmopolitan Indonesia Edisi November 2019 / Gambar: lightfieldstudios©123RF.com)