Lifestyle

7 Tradisi Kuliner Natal dari Seluruh Dunia

  by: Alexander Kusumapradja       21/12/2019
  • Selayaknya hari besar lainnya, hari Natal pun tak terpisahkan dari tradisi kuliner yang menyertainya. Merayakan Natal tentu terasa tak lengkap bila tidak berkumpul bersama keluarga, bertukar kado, dan menikmati menu makanan yang identik dengan Hari Raya tersebut. Setiap negara, tempat, hingga setiap keluarga mungkin punya tradisi kuliner masing-masing, namun menyambut Natal tahun ini, tak ada salahnya bila kita mengintip tradisi kuliner Natal dari banyak negara lain di dunia yang bisa menjadi inspirasi kita untuk mencoba menghidangkannya. Siap berkeliling dunia melalui makanan Natal? Let’s go! 




    1. Christmas Fried Chicken (Jepang)

    Setiap menjelang Natal, restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) akan mengalami jumlah kenaikan pembeli yang pesat karena ayam goreng restoran cepat saji tersebut menjadi menu favorit sekitar 3,6 juta keluarga Jepang untuk merayakan malam Natal. Saking membludaknya, terkadang orang harus sampai mereservasi pesanan mereka dari dua bulan sebelumnya! Hal ini bermula dari strategi marketing KFC Jepang di tahun 1970-an di mana saat itu Jepang belum punya tradisi merayakan Natal secara khusus. Menangkap peluang tersebut, KFC mempromosikan bucket ayam goreng mereka sebagai sajian yang enak disantap saat malam Natal dan siasat dagang itu pun berhasil dan menjadi tradisi hingga sekarang. Belakangan, bucket Natal KFC tak hanya berisi ayam goreng, tapi juga kue Natal yang menjadi bagian penting dalam menu liburan Natal di Jepang.


    2. Weihnachtsgans (Jerman)

    Weihnachtsgans alias angsa Natal merupakan sajian tradisional Natal di Jerman yang bermula dari Abad Pertengahan. Awalnya, tradisi menyantap angsa lebih identik dengan perayaan St. Martin’s Day namun berkembang menjadi bagian tradisi Natal. Resep tertua dari angsa ini ditemukan di buku resep “Das Buch von guter Speise” yang dipublikasikan tahun 1350. Kini, bagian dalam weihnachtsgans biasanya diisi dengan apel, kastanye, bawang, buah prem lalu dibumbui dengan daun mugwort dan marjoram, serta didampingi dengan kubis merah, pangsit, saus gravy, dan sauerkraut.


    3. Panetonne (Italia)

    Sebagai salah satu surga kuliner, Italia punya banyak tradisi yang berkaitan dengan makanan Natal. Di beberapa daerah di Italia, mereka merayakan Natal dengan menyajikan The Feast of the Seven Fishes yang merupakan rangkaian menu yang terdiri dari tujuh jenis ikan berbeda yang disajikan dengan 7 cara memasak. Selain itu, menu makanan manis pun tak boleh dilupakan begitu saja. Di bagian utara Italia, salah satu kue Natal paling digemari adalah panetttone yang merupakan kue dengan manisan buah, cokelat, kismis, dan kacang.


    4. Tamale (Kosta Rika)



    Dekat dengan garis ekuator dan panas sepanjang tahun, kamu mungkin tak akan menemukan salju bila merayakan Natal di Kosta Rika, namun kamu bisa menikmati tamale yang menjadi sajian favorit keluarga Kosta Rika untuk merayakan Natal. Setiap keluarga punya resep rahasia masing-masing, namun pada dasarnya tamale terbuat dari tepung jagung yang dibungkus dengan daun pisang atau sekam jagung, kemudian dikukus. Untuk isinya, tamale umumnya diisi dengan daging ayam, sapi, atau babi dan dilengkapi bawang putih, bawang merah, kentang atau kismis.


    5. Puding Natal (Inggris)

    Hidangan ini punya banyak nama, dari figgy pudding, plum pudding, ‘pud’ atau sesimpel puding Natal. Yang jelas makanan penutup ini adalah kunci tradisi kuliner di Inggris, Irlandia, dan beberapa daerah di Amerika Serikat. Walaupun juga disebut sebagai plum pudding, namun sebetulnya puding ini tidak mengandung buah plum. Di zaman dahulu, “plum” mengacu pada kismis dan karena buah kering seperti kismis menjadi bagian penting dari puding ini, nama plum pun melekat padanya. Puding ini sendiri pada dasarnya terbuat dari lemak, telur, gula tetes, rempah-rempah, dan buah kering dan biasanya dibakar dengan brandy sebelum disajikan.


    6. Bûche de Noël (Prancis)

    La Bûche de Noël merupakan menu dessert yang secara simbolis menggambarkan Yule Log—batang kayu yang secara tradisional dibawa pulang ke rumah, diciprati wine, dan dibakar di Malam Natal. Di tahun 1940-an ketika tradisi ini mulai memudar, sebagai gantinya orang membuat kue berbentuk batang kayu tersebut. Umumnya kue ini terbuat dari sponge cake dan chocolate buttercream, namun seiring zaman, banyak variasi lain yang muncul dari mulai tiramisu, lemon, hingga krim karamel.


    7. Saffron bun (Swedia)

    Orang Swedia merayakan Natal dengan menyajikan Julbord yang merupakan tiga rangkaian makanan. Makanan pertama biasanya menu ikan—umumnya ikan herring yang sudah diacari. Menu kedua adalah potongan daging (termasuk daging ham) dan sosis. Menu ketiga biasanya meatballs dan kaserol kentang bernama Janssons frestelse. Sebagai penutup, orang Swedia gemar membuat Saffron Buns yang manis dan berwarna kuning (karena kunyit). Kue ini dibentuk menyerupai huruf “S” dan dibakar hingga bermentega. Secara tradisi, kue ini dibuat oleh anak perempuan tertua dalam sebuah keluarga, tapi kamu pun bisa mencoba membuatnya dan menikmati hasilnya.


    (Alex. K / Image: Toa Heftiba on Unsplash)