Lifestyle

Perdana! Konser Cello Tunggal Yo-Yo Ma di Jakarta

  by: Givania Diwiya Citta       26/12/2019
  • Yo-Yo Ma, pemain cello yang telah meraih 19 piala Grammy dan telah memproduksi lebih dari 100 album, untuk pertama kalinya menggelar konser di Jakarta, Indonesia. Konser yang berlangsung pada awal Desember lalu dan bertempat di Jakarta International Theatre, JiExpo, sukses digelar megah sekaligus intimate. Bagaimana tidak, teater berkapasitas 2500 pengunjung yang dilengkapi fasilitas sistem akustik Meyer Constellation System ini sukses disulap menghanyutkan berkat performa Yo-Yo Ma yang mempersembahkan rangkaian Six Cello Suites ciptaan Johann Sebastian Bach (1685-1750).





    Permainan cello tunggal Yo-Yo Ma selama dua setengah jam (tanpa rehat! Cosmo salut!) dikemas mengalir apik namun menggugah emosi. Latar panggung yang di-set terfokus pada Yo-Yo Ma dan cello miliknya ini semakin mengukuhkan permainan musik tersebut sebagai suara-suara yang menyenandungkan pesan dari sang cellist. Faktanya, ada kenangan personal antara ia dan rangkaian lagu-lagu Bach yang ia sampaikan lewat permainannya malam itu. Mulai dari kenangan Yo-Yo Ma yang diperkenalkan pertama kali pada Suite No. 1 di usia empat tahun oleh ayahnya, lalu kenangan Yo-Yo Ma akan cerita ayahnya (seorang pemain violin) yang menghabiskan masa Perang Dunia II dalam isolasi di Paris, sampai kenangan Yo-Yo Ma akan pahlawan musikal pribadinya, Pablo Casal, yang mengilhaminya tentang filosofi musik serta filosofi hidup sebagai seorang pemain cello.



    Cosmo tidak bisa memungkiri bahwa dari seluruh enam suites yang dimainkannya, selalu ada emosi yang dibawanya ke dalam lagu-lagu tersebut. Mulai dari memunculkan rasa bahagia atas perayaan hidup, lalu melewati masa-masa tekanan, sampai rasa tentang kehilangan, bahkan emosi nyaman serta aman. Persembahan Suites No. 1 hingga Suites No. 6 tersebut lantas sukses mengundang riuhnya penghormatan standing ovation pada Yo-Yo Ma malam itu. 





    Lebih dari itu, Yo-Yo Ma pun tak luput menyuarakan misinya yang ia bawa dari rangkaian 36 konser di enam benua yang telah ia laksanakan sedari Agustus 2018 dalam tajuk The Bach Project ini. Di setiap lokasi yang ia kunjungi untuk konser, seperti Leipzig, Mumbai, Byblos, hingga Jakarta sebagai lokasi ke-24, Yo-Yo Ma menggaungkan pesan bahwa musik serta masing-masing kultur yang dimiliki setiap negara, merupakan kunci universal yang menyatukan individu dari seluruh lapisan masyarakat bisa bersatu di antara keanekaragaman. Sebagai manifestasinya, konser malam itu pun ditutup oleh duet Yo-Yo Ma dengan penyanyi tanah air, Dira Sugandi. Keduanya pun membawakan salah satu lagu kebanggan Indonesia, Bengawan Solo, secara megah dan lively. Salute!


    (Givania Diwiya / Dok. Instagram @yoyomajakarta, @jiexpo_id / Layout: Dyah Puspasari)