Career

Baru Lulus? Ini Panduan Membuat Resume yang Baik dan Benar

  by: Shamira Priyanka Natanagara       31/12/2019
  • Mencari pekerjaan bisa tampak seperti hal yang cukup menakutkan, terutama jika kamu adalah seorang fresh graduate! Jutaan mahasiswa cenderung lulus kuliah pada waktu yang hampir bersamaan, jadi tentunya kamu ingin memastikan bahwa kamu menonjol bagi calon atasan dan para staf HRD pada peak hiring season (alias musim di mana banyak sekali orang melamar pekerjaan). Membuat resume yang unik dan ditulis dengan baik adalah salah satu langkah terpenting untuk diperhatikan, dan banyak pelamar masih menganggap remeh langkah tersebut. So girls, agar lamaran pekerjaanmu tampak sempurna, simak terus artikel ini untuk mengetahui tips menulis resume yang baik dan benar!


    Memilih templat yang sesuai

    Setiap universitas memiliki kiat menulis resume dan merekomendasikan templat resume yang berbeda. Nah, jika tidak ada templat spesifik yang menjadi pilihan universitasmu, tidak perlu khawatir! Ada beberapa situs dan aplikasi online gratis yang bisa kamu gunakan. Canva adalah salah satu pilihan Cosmo, karena situs tersebut memiliki beragam templat resume yang rapih dan minimalis, serta kamu bisa mengeditnya dengan mudah sesuai keinginan. Atau mungkin kamu sedang merasa lebih kreatif? Kamu pun dapat membuat templat resume DIY yang beda dari yang lain!




    Penempatan kata

    Sudah menyiapkan templat resume? Nah, sekarang adalah waktunya untuk menempatkan seluruh informasi penting yang butuh dilihat oleh calon bos. Setiap resume membutuhkan lima informasi dasar: nama dan informasi kontak, sebuah tujuan karier yang jelas dan pribadi, edukasi, pengalaman kerja, dan keterampilan yang kamu miliki. 

    • Nama dan informasi kontak sebaiknya diletakkan di bagian paling atas resume. Informasi kontak bisa berupa alamat email, nomor ponsel, nomor telepon rumah, dan profil online atau portofolio, seperti LinkedIn (jika punya). Pastikan kamu bisa dihubungi melalui platform tersebut.
    • Tujuan karier bisa dibilang adalah bagian terpenting dari sebuah resume, ini adalah penjelasan singkat (dua atau tiga kalimat) mengenai goal yang kamu punya dan semua alasan konkret mengapa kamu berhak mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.
    • Untuk bagian 'edukasi', mulai dengan pencapaian pendidikan tertinggimu (jika sarjana, jangan lupa untuk masukkan jurusan). Pada bagian ini, kamu juga bisa mencantumkan IPK akhir, gelar kehormatan atau penghargaan, atau jika kamu sempat melakukan pertukaran pelajar.
    • Tidak semua orang memiliki pengalaman kerja, tapi kamu dapat mencatat segala jenis pengalaman kerja yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Sebutkan pengalaman magang, organisasi mahasiswa, community service, dan jelaskan secara singkat (tapi detail) tugas dan pencapaianmu selama pengalaman tersebut.
    • Apakah kamu pandai berbahasa Inggris? Atau mungkin ahli dalam menggunakan Microsoft Excel? Nah, hal-hal tersebut termasuk keterampilan yang patut kamu sebutkan dalam resume. Buat daftar keterampilan yang kamu miliki menggunakan bullet points.


    Selalu ingat untuk membuat resume yang singkat dan sederhana! Karyawan yang bertugas dalam proses perekrutan membaca banyak sekali resume per hari, mencari kandidat yang tepat. Tak ada yang punya waktu untuk membaca sebuah resume yang panjangnya empat sampai enam halaman. Buat resume satu halaman saja (maksimal dua jika memang perlu) dan hanya sebutkan pengalaman kerja yang relevan dengan tujuan kariermu. Bukan suatu masalah jika pengalamanmu berperan sebagai pohon dalam drama teater kuliah tidak disebutkan, hehehe... 




    Kesalahan penulisan resume yang umum terjadi

    Meskipun ada banyak panduan menulis yang bisa dicari dengan bantuan Google, masih ada banyak pelamar kerja yang membuat kesalahan dan mengirim resume yang, err, bisa dibilang agak setengah-setengah. Simak kesalahan penulisan resume yang umum terjadi berikut ini, kemudian coba baca kembali resume kamu. Apakah sudah sempurna?

    • Sebelum menekan tombol 'kirim', pastikan kamu tidak membuat kesalahan ejaan atau tata bahasa alias grammar. Agar lebih yakin, minta bantuan teman, kolega, atau guru untuk memeriksa tulisanmu.
    • Personalisasi adalah kunci! Akan lebih mudah untuk mengirim resume dengan tujuan karier yang sama untuk setiap perusahaan, tapi terkadang, bisa terkesan malas. Melakukan riset yang baik mengenai perusahaan dambaanmu akan sangat, sangat membantu.
    • Ya, Cosmo tahu kamu ingin mengirim lamaran yang indah dan mudah diingat, tapi desain yang terlalu rumit tak selalu nyaman untuk dilihat. Pilih desain yang rapih dan minimalis, dan jangan gunakan terlalu banyak desain font yang berbeda. Plus, hapus grafik yang kurang penting! Memang kelihatannya keren sih, tapi grafik seperti bar chart atau pie chart tak selalu membantu.
    • Sekali lagi, jangan kirim resume yang panjangnya empat, lima, atau bahkan enam halaman! Hindari memasukkan terlalu banyak informasi.
    • Waktunya meningkatkan profesionalisme, girls! Kalau kamu masih menggunakan alamat email yang sama sejak SMP—dan alamat email tersebut sangat memalukan sampai kamu pun tak berani mengatakannya dengan keras—sekarang adalah waktunya kamu membuat email baru yang lebih profesional. Membuat alamat email baru tidak sulit, kok, jadi jangan menunda terus tugas ini!
    • Bertentangan dengan yang dipercayai kebanyakan orang, kamu tak perlu memasukkan foto di dalam resume, kecuali diminta. Dengan ini, kamu bisa menghindari perekrut yang (dengan tidak adil) menilai resume berdasarkan penampilan daripada prestasi.


    Jangan lupakan cover letter!

    Congrats, resume kamu siap untuk diunggah di beragam situs lowongan kerja dan online portfolio pribadimu! Namun jika kamu melamar kerja lewat email, lampirkan juga cover letter yang ditujukan kepada perusahaan pilihanmu. Banyak sarjana hanya mengirim resume tanpa menuliskan keterangan jelas pada badan email, yang bisa menunjukkan bahwa kamu tidak menganggap serius proses perekrutan ini, meskipun sesungguhnya kamu tidak main-main. Ada baiknya melakukan penelitian mengenai perusahaan dan posisi yang kamu lamar. Sebutkan minatmu pada perusahaan tersebut dan tuliskan alasan kamu memenuhi syarat untuk posisi tersebut—jangan buat cover letter yang bisa kamu copy-paste untuk dikirimkan ke semua perusahaan. 

    Nah, sekarang kamu sudah paham cara menulis resume yang baik dan benar, kan? Happy job hunting dan kirim resume yang luar biasa itu!


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan Phillipines / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Shamira Natanagara / VA / Image: Avel Chuklanov on Unsplash)