Beauty

7 Hal Wajib Tahu Tentang Produk Kosmetik Kedaluwarsa

  by: Alexander Kusumapradja       29/12/2019
  • Ladies, coba deh kamu lihat makeup pouch maupun produk-produk kosmetik yang kamu punya. Apakah kamu yakin, semua produk tersebut masih aman digunakan dan belum melewati masa kedaluwarsanya? Kita semua secara sadar menghindari mengonsumsi makanan atau obat yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa, namun bagaimana dengan produk-produk kecantikan yang kita punya? Walaupun saat ini banyak produk kosmetik yang memakai bahan organik, namun mayoritas produk yang ada masih menggunakan bahan kimia dan pengawet yang bisa memengaruhi kondisi kulit kita, terutama yang berkulit sensitif. Bila produk tersebut sudah melewati tanggal kedaluwarsanya, bayangkan efeknya pada kulit kita.

    Produk-produk kosmetik yang kita beli karena lapar mata tergiur diskon, produk-produk yang hanya kita coba sekali, semuanya harus dicek kondisinya dan ingat kembali kapan kamu membelinya sebelum dipakai kembali. Jika kamu merasa kulitmu terkena masalah secara tak wajar, bisa jadi penyebabnya adalah produk yang sudah tak layak dipakai lagi. Berikut adalah beberapa tips dan fakta yang perlu kamu tahu soal produk kosmetik yang kedaluwarsa.



    via GIPHY

    1. Kosmetik punya tanggal kedaluwarsa.

    Walaupun beberapa produk tak mencantumkan tanggal kedaluwarsa secara jelas, namun ada beberapa panduan umum yang bisa kamu perhatikan. Produk seperti foundation cair umumnya bisa bertahan selama 12 bulan, sementara maskara dan eyeliner biasanya hanya bertahan 3 bulan. Produk-produk bibir umumnya awet hingga 2 tahun namun kondisinya akan cepat rusak tergantung frekuensi pemakaian. Produk-produk solid seperti compact bisa bertahan 2 tahun atau lebih bila disimpan dengan aman, namun hasil pigmentasinya akan memudar seiring waktu.


    2. Efek kosmetik akan berkurang seiring waktu.

    Seiring waktu, bahan-bahan kimia dalam makeup akan berkurang khasiatnya. Misalnya untuk foundation, hasilnya tak akan rata di kulit, begitu pun juga daya tahannya saat diaplikasikan ke kulit. Efek lainnya adalah zat pengawet dalam produk juga akan memudar dan membuat bakteri lebih mudah berkembang biak.


    3. Produk kosmetik yang belum dibuka pun punya risiko yang sama.

    Banyak orang berpikir selama produk kosmetik tersebut belum dibuka sama sekali maka akan aman-aman saja, padahal belum tentu. Proses kedaluwarsanya memang akan berjalan lebih lama, namun begitu produk tersebut terpapar udara, efek kedaluwarsanya akan sama saja. Mungkin juga bahan pengawetnya akan rusak bahkan sebelum produk dibuka. Jadi pikirkan ulang kalau kamu ingin menyimpan atau menemukan foundation yang sudah teronggok lama. Untuk maskara, krim, gel, dan bahkan bubuk, kamu harus benar-benar memerhatikan berapa lama kamu bisa menggunakan produk tersebut karena begitu produk terpapar udara, ada risiko kontaminasi yang tak bisa dipandang sebelah mata.

    via GIPHY

    4. Memakai produk kedaluwarsa bisa menimbulkan penyakit.

    Terutama dua produk berikut: foundation dan maskara. Kedua produk tersebut begitu dibuka akan terpapar udara dan membuat bakteri mudah masuk ke kemasannya. Seiring waktu, setiap kamu memakainya, bakteri yang masuk melalui udara juga akan menumpuk dan berisiko mengakibatkan infeksi atau iritasi. Memakai eyeliner lama dapat mengiritasi area rentan di mata dan membuatnya bengkak atau merah sementara produk bubuk yang kedaluwarsa dapat menyebabkan jerawat. Banyak ahli yang menyarankan mengganti maskara setelah tiga bulan penggunaan karena risiko infeksi yang besar di daerah mata.




    5. Tak semua produk usang bisa dibersihkan dan dipakai kembali.

    Ada beberapa tips yang bisa menyelamatkan koleksi kosmetik usangmu. Misalnya kamu bisa mengsanitasi lipstick lama dengan merendamnya ke alkohol dan mengikis lapisan luarnya. Begitu pun dengan produk berbentuk bubuk, kita bisa mencoba menyemprotkan alkohol 70% ke eyeshadow dan produk bubuk lainnya untuk mengsanitasi produk dan mencegah bakteri. Satu hal yang tak boleh lupa adalah menjaga kebersihan kuas setelah dan sebelum digunakan untuk mencegah tambahan minyak dan bakteri menempel di produk.


    6. Produk yang disimpan di kamar mandi punya risiko lebih besar.

    Kunci menjaga keawetan produk kosmetik yang kita punya adalah menyimpannya di tempat yang tepat. Walaupun menyimpan kosmetik di kamar mandi memang terasa lebih praktik, namun sebetulnya hal itu tak disarankan. Uap lembap di kamar mandi dapat membuat jamur tumbuh lebih mudah di produk. Simpan lah produk di tempat yang kering dan sejuk untuk menjaganya lebih awet.

    via GIPHY

    7. Perhatikan sebelum pakai.

    Kita bisa mengandalkan dua indra kita, yaitu indra penglihatan dan indra penciuman untuk menentukan apakah sebuah produk masih layak dipakai atau tidak walaupun tak dilengkapi tanggal kedaluwarsa. Waktu pertama mencoba produk, kita mungkin secara instingtif akan mencium aromanya, seiring waktu bakteri dan kelembapan akan membuat aromanya berubah. Bila aromanya sudah terasa aneh, sebaiknya jangan dipakai. Untuk clue visual, lihat lah apakah warna produk sudah memudar atau konsistensinya sudah berubah atau belum. Bila sudah, itu bisa berarti produk tersebut mulai terkontaminasi bakteri dan kamu tentu tak ingin memakainya ke kulit.


    (Alex.K / Image: Raphael Lovaski on Unsplash)