Career

8 Kebiasaan Finansial yang Dilakukan Wanita Cerdas

  by: Kezia Calesta       31/12/2019
  • Ingat, wanita cerdas adalah wanita yang dewasa secara finansial. Berikut 8 kebiasaan positif yang dapat kamu praktikkan untuk sebuah masa depan yang lebih baik.


    1. Berhenti belanja impulsif

    Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah (atau bebebrapa) barang, tanyakan pada dirimu sendiri: “Apakah saya perlu ini? Mengapa? Apakah saya membayar belanja ini dengan uang mingguan saya?” Jangan membohongi diri sendiri - jika salah satu jawabannya tidak, maka segera letakkan barang yang kamu ambil kembali ke rak. Atau, praktikkan trik klasik ini: saat naksir dengan suatu barang, jangan langsung membelinya. Tahan hingga beberapa hari, setidaknya agar kamu bisa benar-benar berpikir jernih dalam waktu yang cukup lama.




    2. Tidak pernah mengabaikan pengeluaran sekecil apapun

    Yup, sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Perlu diingat bahwa wanita yang dewasa secara finansial tidak pernah mengabaikan biaya dan pengeluaran sekecil apapun. Mereka akan selalu berupaya untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat membuat biaya kecil menjadi muncul seperti mematikan lampu ruangan yang kosong, tidak lupa mematikan air conditioner saat keluar rumah, dan masih banyak lagi! Coba bayangkan jika pengeluaran kecil ini diakumulasi, pasti nominalnya akan membuat tabungan kamu terkuras. Oh, no!


    3. Pandai memakai kartu kredit

    Cosmo tahu, keberadaan kartu kredit memudahkan hidup yang penuh dengan mobilitas. Tapi coba kamu baca tentang penelitian yang dilakukan oleh Yahoo Finance: kebanyakan orang memiliki kecenderungan untuk menghabiskan uang lebih dari yang mereka peroleh. Kemudian diperparah lagi dengan tingkat suku bunga kartu kredit yang semakin tinggi. Kok terdengar menakutkan ya? Jalan keluarnya mudah kok dear, selain mulai berlatih untuk tidak menghabiskan uang lebih dari yang kamu hasilkan, cobalah untuk menggunakan uang tunai untuk keperluan kecil. Selain itu, kurangi juga menggunakan kartu kredit saat berbelanja. 


    4. Menabung untuk membeli rumah

    Mungkin kamu berpikir bahwa poin ini kurang penting karena masih tinggal di rumah orang tua (oops!). Tapi ingat bahwa menabung untuk membeli sebuah rumah dapat memakan waktu yang sangat lama. So, semakin cepat memulai maka semakin cepat kamu akan bisa mendapatkan rumah impian nantinya! Memang, harga rumah terbilang mahal dan menakutkan tapi sekarang sudah tersedia kredit pemilikan rumah yang cukup meringankan. Daripada menghabiskan uang tabungan untuk tas Louis Vuitton terbaru, ada baiknya kamu menabung dulu untuk masa depan.


    5. Punya dana darurat

    Kamu tak pernah tahu betapa uang bisa cepat terkikis apalagi kalau ada keperluan mendadak (atau kalau tiba-tiba, knock on wood, kamu terkena PHK!). Fungsi dana darurat ini bukan sekadar digunakan jika mengalami sakit atau kecelakaan, tetapi juga jika kamu kehilangan pekerjaan. So, to be safe, get yourself your own pension fund, dan beberapa investasi (baik itu saham atau reksadana) yang hanya membutuhkan biaya 50ribu - 100ribu sebulan. Tentu saja uang ini bukan untuk dipakai saat kamu sedang suntuk oleh pekerjaan dan ingin liburan, atau saat ada dompet Coach yang sedang sale




    6. Ikut asuransi kesehatan

    Tidak semua perusahaan akan memberikan kamu proteksi kesehatan yang memadai. Banyak perusahaan hanya bermodalkan BPJS dari pemerintah yang mengharuskan kamu untuk melewati antrean yang panjang hingga proses yang cukup berbelit. Berhubung biaya ruamh sakit mencekik, bahkan untuk penyakit tifus dan demam berdarah kamu bisa merogoh uang di atas Rp10juta. Wow! Kamu perlu tahu bahwa iuran proteksi kesehatan tak semahal yang kamu bayangkan. Kamu bisa memilih asuransi berdasarkan level proteksi yang diinginkan. Do your research!


    7. Membuat perencanaan keuangan

    Menyimpan dan melunasi hutang jauh lebih mudah ketika kamu memiliki rencana anggaran setiap bulan. Saat sedang free dan tak sibuk, kamu bisa mulai menuliskan semua penghasilan dan biaya yang perlu kamu keluarkan dalam satu bulan. Sisihkan uang untuk sewa, tagihan, makanan, hiburan, membayar hutang dan tabungan. Jika kamu memiliki sejumlah uang untuk dibelanjakan, maka ubahlah rencana keuangan kamu dengan menyimpan jumlah tersebut dengan aman di rekening khusus.


    8. Investasi!

    Banyak orang mengganggap bahwa menabung dan investasi adalah hal yang sama, tapi nyatanya sangat berbeda. Menabung lebih dapat diartikan sebagai kegiatan menyimpan uang. Kamu bisa menabung kapanpun dan di manapun, bisa di celengan atau di bank. Bedanya dengan investasi, kamu menanamkan sejulah uang (modal) dalam bentuk properti, emas, saham, bisnis, hingga barang antik. Dalam jangka panjang dengan dukungan inflasi maka nilai barang tersebut semakin tinggi dan kamu pun bisa mendapat keuntungan. Yay!


    (Salli Sabarrang / KC / Source: Cosmopolitan Indonesia edisi Oktober 2016 / Image: doc. jcomp via freepik.com)