Better You

Apakah Payudara Kamu Sehat dan Normal? Cek di Sini!

  by: Kezia Calesta       31/12/2019
  • We got you, girls. Kamu cinta payudaramu dan ingin tahu lebih banyak tentangnya, khususnya mencari tahu apabila bukit kembarmu dalam kondisi sehat. Nah, berikut tanda-tanda yang wajib kamu cek demi kesehatan payudara.


    Ya, payudara kamu normal jika…




    1. Ukuran dan warna puting berbeda

    Pada dasarnya tubuh manusia memang asimetris. Hal ini juga berlaku pada si bukit kembar. Jadi, tak perlu khawatir kalau ukuran dan warna pada payudara dan puting tidak sama persis. Psst, berikut 13 fakta menarik tentang puting payudara yang wajib kamu ketahui!


    2. Terdapat benjolan kecil

    Payudara dirancang untuk memproduksi susu dan bejolan tersebut adalah ujung dari saluran susu. Terkadang ujung saluran ini menyembul keluar sehingga terasa seperti benjolan kecil.


    3. Ukuran tiba-tiba sedikit membesar

    Ukuran payudara yang tiba-tiba sedikit lebih membesar menandakan kalau siklus bulanan akan dimulai. Meningkatnya berat badan juga bisa menyebabkan hal ini.


    4. Muncul stretch mark

    Stretch mark muncul saat kulit “tertarik” karena pertumbuhan yang cepat. Jadi, hal ini lazim terjadi pada wanita dengan berat badan tidak stabil, baru saja melahirkan, atau lahir dengan kulit tidak lentur.


    Tetapi, yang ini bukan hal yang normal… malah menjadi tanda dari kanker payudara.


    1. Tekstur seperti kulit jeruk

    Salah satu indikasi kanker ialah tekstur si bukit kembar yang berubah dari halus menjadi seperti kulit jeruk dengan kulit pada puting dan areola yang menebal.


    2. Puting terlihat ‘tertarik’ ke dalam

    Bentuk puting yang berubah menandakan adanya sel kanker di belakang puting.


    3. Keluar cairan kuning atau darah

    Keluarnya cairan selain cairan susu merupakan gejala dari kanker pada jaringan payudara.


    4. Benjolan yang semakin membesar

    Tidak semua benjolan yang terdapat di payudara adalah sel kanker. Sebagian besar, bahkan 9 dari 10 diantaranya, bukan sel kanker. Namun jika benjolan semakin membesar, bisa diperkirakan ada indikasi pertumbuhan sel kanker.


    5. Ukuran tiba-tiba berubah drastis

    Pertumbuhan sel kanker dapat membuat ukuran payudara berubah secara signifikan, biasanya ukurannya tiba-tiba membesar. Berikut cara lebih lanjut untuk mengenali ciri-ciri kanker payudara




    Check Yourself: Kanker Payudara 101

    Di Indonesia, lebih dari 80% kasus kanker payudara ditemukan saat berada pada stadium lanjut. Itulah hasil data yang diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2015. Hal tersebut menunjukkan bahwa banyak wanita di Indonesia yang belum punya pengetahuan yang baik tentang kanker payudara - dan semoga kamu bukan salah satunya!


    Meski penyakit ini jarang menyerang wanita usia 20an hingga 30an bukan berarti kamu boleh menutup mata. Cosmo akan menuntun kamu untuk tahu lebih dalam tentang penyakit yang mematikan ini. Kanker payudara menyerang satu dari delapan wanita, dan angka risiko tersebut meningkat ketika ada anggota keluarga yang pernah atau sedang menderita kanker. Namun, ini bukan berarti kamu ‘kalah’. Listen up, karena kanker payudara bisa dilawan dengan melakukan upaya pencegahan dan diagnosis dini.


    Alkohol dapat meningkatkan risiko terserang penyakit ini.

    Harus diakui sulit rasanya melewatkan me-time sambil menyesap wine favorit. Namun, usahakan hanya melakukan kegiatan tersebut sekali dalam seminggu.


    Sama halnya dengan jumlah kadar estrogen dalah tubuh.

    Cek kembali dosis estrogen yang ada di alat kontrasepsi, karena paparan terhadap estrogen pada tubuh akan sedikit meningkatkan risiko kamu. Selain itu wanita yang obesitas, mulai menstruasi sebelum usia 12 tahu, dan tidak menyusui setelah melahirkan juga biasanya memiliki kadar estrogen yang tinggi pada tubuh.


    Begitu pula dengan merokok.

    Merokok, baik itu sebagai perokok aktif ataupun pasif, akan meningkatkan risiko terutama pada wanita usia muda. Bahkan, menjadi perokok sosial juga akan memberikan dampak serius terhadap tubuhmu.


    Sedangkan, olahraga dapat menurunkan risiko.

    Yup, olahraga mampu membuat tubuh lebih resistan terhadap sel kanker. Coba rutin melakukan latihan kardio dengan moderate intensity setiap dua kali seminggu.


    Hal yang sama ditemukan ketika menerapkan pola makan sehat.

    Kurangi konsumsi junk food yang tinggi lemak, rendah serat, dan mengandung zat pengawet serta pewarna. Kombinasi ini dapat memancing sel kanker, maka lebih baik mengadopsi pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan tinggi serat serta rendah lemak. Perbanyak makan buah dan sayuran hijau, khususnya 8 makanan berikut yang berguna untuk mencegah pertumbuhan sel kanker.


    Lakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) secara rutin.

    Faktanya, kanker yang ditemukan secara dini dan ditangani secara cepat serta tepat memiliki harapan sembuh hampir 100%. Jadi, rutinlah melakukan periksa payudara sendiri atau SADARI setiap sebulan sekali setelah siklus haid selesai. Becermin dan kemudian perhatikan bentuk, ukuran, permukaan, warna kulit pada payudara dan puting kamu. Jangan lupa raba payudara untuk mengetahui adanya benjolan yang semakin membesar. Jika menemukan adanya perubahan yang tidak lazim, segera kunjungi dokter spesialis.


    (Sumber: Cosmopolitan Indonesia Oktober 2016 / Foto: rawpixel.com via Freepik)