Celebrity

Putri Diana di "The Crown" Sebenarnya...Meghan Markle?

  by: Alvin Yoga       1/12/2020
    • Season 4 dari serial The Crown kurang lebih menceritakan mengapa seseorang ingin meninggalkan keluarga kerajaan.
    • Ada dugaan bahwa Putri Diana dalam serial tersebut sebenarnya menceritakan kehidupan Meghan Markle.


    Musim keempat dari The Crown sudah bisa Anda tonton di Netflix, dan bisa dikatakan musim ini menjadi musim yang paling ditunggu-tunggu dari para penggemar: the Princess Diana season. Sebelum musim ini, serial tersebut lebih banyak berfokus pada kisah Ratu Elizabeth dan perjalanannya untuk bisa duduk di kursi singgasana kerajaan, serta bagaimana ia bisa menjadi seorang pemimpin seperti sekarang ini. Namun di musim ini, serial tersebut lebih banyak bercerita mengenai anak-anaknya. And boy, does it deliver. Musim keempat penuh dengan ~drama~ dan, di antara banyak hal menarik lainnya, pastinya cerita mengenai Diana dan Charles dari awal pertemuan mereka sampai akhir pernikahan mereka yang menyedihkan adalah yang paling menarik. Tentu saja ini adalah kisah fiksi mengenai seperti apa rasanya menikah dengan salah satu keluarga paling berpengaruh di dunia, dan sepertinya, serial ini 'melindungi' seseorang yang bahkan belum lahir ketika kisah itu benar-benar terjadi IRL—Meghan Markle.

    Seperti yang mungkin kamu tahu—rasanya setiap manusia yang memiliki akses internet sudah tahu—bahwa Meghan dan suaminya, Pangeran Harry, telah mengucapkan adios pada keluarga kerajaan sejak tahun lalu. Mereka merapikan koper mereka dan pindah ke California, membawa anak kesayangan mereka, Archie, bersama mereka. Tak ada undangan kerajaan, tak ada tur, tak ada lambaian tangan sang putri, nada. Mereka benar-benar memberikan jari tengah pada kisah dongeng. Dan saat ini, ada banyak orang (seperti saya) berpikir, WTF? Mengapa kamu ingin meninggalkan seluruh hal tersebut? Mereka memiliki banyak keuntungan yang kebanyakan orang hanya bisa memimpikannya.



    Pada akhirnya, The Crown membuat segalanya menjadi sangat jelas. Serial tersebut menggambarkan keluarga kerajaan sebagai keluarga yang kurang terbuka dan dingin. Menjadi bagian dari mereka berarti kamu harus bisa bersikap seimbang antara menjadi pribadi yang menyenangkan sekaligus mengikuti berbagai aturan dan etika mereka yang tiada habisnya. Ketika Diana mengunjungi keluarga tersebut untuk merayakan pertunangannya, ia 'disapa' dengan sebuah permainan siapa yang harus ia sapa dengan curtsy terlebih dahulu, alih-alih salam halo yang familier. Dan segalanya menjadi lebih buruk setelahnya. Seperti yang saya lihat ketika fake Diana dalam serial tersebut harus menjalani kelas-kelas menjadi seorang putri, gagal menjalani beberapa tes, dan secara nyata tidak diacuhkan oleh keluarga kerajaan, saya berpikir mengenai betapa sulitnya harus tinggal dan bertahan dalam sebuah keluarga seperti itu, dimana rasa cinta harus bersanding dengan kewajiban dan tugas.

    Ada satu adegan pada serial tersebut, dimana Diana mencoba untuk memberitahu sang Ratu mengenai tantangan yang sedang ia alami dalam pernikahannya bersama Charles dan ia memeluk sang Ratu dalam keputusasaan. Sang Ratu terlihat terkejut atas pelukan tersebut, dan tak terlihat ingin memeluknya juga. Setelahnya, Elizabeth memberitahu saudara perempuannya, anaknya, dan ibunya mengenai kelancangan Diana yang berusaha untuk *memeluknya*. Bayangkan kamu dibicarakan di belakang hanya karena kamu ingin menunjukkan perasaanmu!

    Tentu saja, The Crown adalah cerita fiksi, jadi tidak adil jika kamu membandingkan secara langsung 1:1 antara apa yang terjadi dalam serial tersebut dan apa yang terjadi IRL. Namun katakan bahwa setengah dari apa yang terjadi dalam musim ini diangkat berdasarkan kisah nyata atau tidak dilebih-lebihkan—rasanya masih...cukup mengesalkan. Dan bukan berarti saya berkata bahwa Diana adalah sang malaikat dan Charles adalah pihak yang salah. Serial ini cukup pintar menggambarkan kedua orang tersebut sebagai sang antagonis sekaligus korban dari pernikahan mereka, yang tentu saja kemungkinan besar seluruh pernikahan seperti itu. Ini bukan soal mereka anyway. Ini soal keseluruhan keluarga. Musim ini menggambarkan apa yang terjadi 30 tahun yang lalu, namun jika kita percepat dan melihat bahwa dinamika keluarga tersebut saat ini sebagian besar masih sama...itu kejam sekali.



    Kalau kamu adalah Meghan, seorang perempuan asal California yang pindah ke Inggris untuk menikahi seseorang yang kamu cintai dan kemudian menyadari bahwa kamu berada dalam sebuah situasi yang lebih rumit dari yang kamu bayangkan, kamu juga mungkin ingin meninggalkan segalanya. Terutama jika keluarga tersebut sama toxic-nya dengan apa yang digambarkan dalam serial tersebut (atau bahkan jika sedikit lebih baik) dan terutama jika kamu dan suamimu benar-benar bahagia. Kamu sudah memiliki apa yang kamu butuhkan, mengapa harus menanggapi extra bullshit? Pangeran Harry toh, tak akan menjadi sang raja! Inilah yang 10 episode tersebut katakan pada saya, entah apakah ini memang intensi mereka atau tidak.

    Terkadang saya memikirkan Meghan dan membayangkan seperti apa rasanya bisa hidup dalam sebuah kisah dongeng. Tapi sesuatu mengenai musim terakhir The Crown ini menyampaikan dengan jelas, dan terkadang Meghan juga mengatakannya sendiri, bahwa kehidupan sebagai keluarga kerajaan bukanlah segalanya. Saya rasa pada akhirnya saya mempercayai Meghan.


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Cosmopolitan US)