Celebrity

Exclusive Interview: James Corden Bahas Film "The Prom"

  by: Kezia Calesta       10/12/2020
  • Rasanya bulan Desember belum lengkap jika tidak menyaksikan feel-good movie yang menghangatkan hati. Pada 11 Desember ini, Netflix baru merilis film musikal The Prom yang disutradarai oleh Ryan Murphy dan dibintangi oleh banyak nama besar: mulai dari Meryl Streep, Nicole Kidman, Kerry Washington, James Corden, hingga Keegan-Michael Key. 

    Berkisah mengenai Emma Nolan (Jo Ellen Pellman), seorang siswi SMA di Indiana yang merasa sedih ketika kepala Persatuan Orang Tua, Murid, dan Guru (Kerry Washington) melarangnya untuk hadir di acara prom bersama kekasihnya, Alyssa (Ariana DeBose), meski telah mendapatkan dukungan dari sang kepala sekolah (Keegan-Michael Key). Sementara itu, dua bintang panggung New York City yang sedang ingin memperbaiki reputasi mereka, Dee Dee Allen (Meryl Streep) dan Barry Glickman (James Corden), memutuskan untuk membantu Emma bersama dengan dua teman mereka lainnya, Angie (Nicole Kidman) dan Trent (Andrew Rannells). Keempatnya pun justru mendapati kehidupan mereka berubah seiring perjuangan mereka menolong Emma dalam mewujudkan impiannya.





    Apakah kamu penasaran dengan film ini? Nah, Cosmopolitan Indonesia mendapat kesempatan eksklusif untuk mengobrol secara virtual dengan beberapa anggota cast, yaitu James Corden, Kerry Washington, Jo Ellen Pellman dan Ariana DeBose. Mulai dari pembahasan syuting yang seru hingga cerita lucu tentang Meryl Streep, simak hasil wawancara Cosmo berikut!


    JAMES CORDEN

    Sebagai aktor yang tidak asing dengan genre musikal, apakah ada pengalaman baru yang menantangmu selama proses syuting film?




    "Oh, banyak sekali pengalaman baru yang berkesan. Salah satu tantangan yang saya alami di film ini adalah karakter saya harus berbicara dalam aksen Amerika. Selain itu, film ini dipenuhi dengan humor, lagu-lagu dan koreografi yang sulit ditampilkan, hingga berbagai momen yang berat dan dramatis. Sepertinya saya tidak akan berani mengambil peran ini jika tidak mendapat dukungan dan ajaran dari Ryan Murphy. Kami banyak mengobrol di awal proyek, dan dia membimbing saya secara detail dan di setiap langkah. Ini salah satu pengalaman karier yang paling menyenangkan di hidup saya, dan saya tidak akan pernah melupakannya."


    KERRY WASHINGTON

    Apa yang membuat kamu bersemangat untuk film ini, dan seperti apa pengalaman bekerja dengan produser Ryan Murphy?




    "Saya sangat senang bisa berkolaborasi dengan Ryan, casting crew, serta Ariana DeBose. Saya bangga memiliki kesempatan untuk menyampaikan cerita yang perlu disaksikan oleh dunia, serta pesan bahwa semua orang layak mendapatkan cinta yang tidak terbatas oleh apapun. Everybody deserves to feel like they belong, no matter who you are, where you’re from, or who you love. Tahun ini dipenuhi oleh tantangan, dan semua orang di dunia ini sedang melewati masa sulit akibat pandemi. Karena itu, saya merasa terhormat karena diberi kesempatan untuk membawa sepercik kebahagiaan lewat film ini."




    JO ELLEN PELLMAN

    Apa kamu memiliki saran untuk para aktris muda yang sedang berjuang di industri perfilman?




    "I think my piece of advice would be practical: there is no shame in working jobs to pay your bills while you are pursuing your craft. Sebelum saya mendapat kesempatan untuk film The Prom, saya sempat bersusah-payah karena menjalankan tiga pekerjaan dengan gaji UMR. Meskipun begitu, saya selalu mengingatkan diri bahwa saya sangat berharga dan layak mendapatkan kesempatan ini, sama seperti orang lain. Jangan menyerah!"


    ARIANA DEBOSE

    Bagaimana rasanya bekerja dengan sang legenda Meryl Streep?




    "Dia luar biasa. Namun, dia juga sempat menakuti saya: she Miranda Priestly-ed me. (Maksudnya, ia sempat melabrak saya sambil menghayati karakter Miranda Priestly dari film The Devil Wears Prada.) Jadi ceritanya, semua orang selalu bertepuk tangan setelah Meryl tampil, karena ia Meryl Streep! Dan saya selalu bertepuk tangan juga. Namun ada satu waktu saya tidak melakukannya karena saya sedang mencari barang di kantung rok, dan di saat itu ia menghampiri saya sebelum menyeletuk: “You’re not clapping. Was it not good?” At that moment, I died in the inside! Tentunya kita menertawakan momen tersebut setelahnya. Itulah Meryl - ia suka melucu dan jarang serius, namun dalam segi karier, ia selalu menanggapi pekerjaannya dengan sangat serius. Saya sangat bersyukur bisa melihat proses aktingnya di kehidupan nyata."


    (Interviewer & Translator: Kezia Calesta / Image: © 2020 Netflix, Inc.)