Fashion

Kata Psikolog, Ini Alasan Strawberry Dress Populer di Medsos

  by: Shamira Priyanka Natanagara       11/12/2020
  • Cosmo rasa kamu tahu, tapi mari kita bahas sebentar perasaan kolektif saat melihat item Lirika Matoshi ini di Instagram dan TikTok lagi dan lagi pada tahun ini: Oh, aku 100% butuh midi dress bernuansa fruity, super extra, agak kurang praktis, tapi sangaaat cantik yang berharga USD490 ini! (Tidak tahu apa yang sedang Cosmo bicarakan? Congrats, tampaknya kamu berhasil mengurangi waktu di media sosial).





    Fenomena ini—yang dalam beberapa kasus berakhir dengan sebuah pembelian—kami sebut sebagai Outfit FOMO. Umum terjadi sebelum pandemi, sekarang fenomena ini ada di mana-mana, menurut psikolog fesyen Dawnn Karen.

    Sebagian dari fenomena ini bisa dijelaskan dengan "familiarity principle" (prinsip keakraban), kata Dawnn, yang pada dasarnya berarti bahwa kita mengembangkan keterikatan emosional pada hal-hal yang sering kita lihat, dan kita mulai merasakan anxiety atau frustrasi ketika kita tak bisa memilikinya.





    Membeli sesuatu yang dikenakan orang-orang juga merupakan cara untuk merasa terhubung dengan orang lain, seakan-akan kita adalah bagian dari sebuah komunitas. "Kita semua ingin merasa bahwa kita tergabung," kata Dawnn. "Memiliki gaun yang sama menciptakan perasaan [bahwa kita] diterima."

    Hal tersebut menjadi semakin penting saat ini ketika kita semua terisolasi, dan sejujurnya, kesepian. Ada lapisan lain di sini: Komunitas di mana kita ingin bergabung berkat Outfit FOMO seringkali dipenuhi—atau setidaknya dipromosikan oleh—influencers. Orang-orang yang hidupnya terlihat sungguh sempurna, super chic hidup bersama Strawberry Dress, gaun Zara Polka Dot, dan midi skirt satin yang dihiasi animal print. Dan bukankah kehidupan sempurna itu terlihat sungguh memikat sekarang?






    Bermain sambil memakai gaun pink flirty yang telah digunakan oleh banyak orang lain juga menciptakan rasa bahwa kita "merasakan apa yang orang lain rasakan," kata Dawnn, mulai dari merasa seksi, percaya diri, atau senang. So di satu sisi, vibe memiliki peran sebesar pakaian dalam fenomena Outfit FOMO. Dan dalam kasus Strawberry Dress, vibe tersebut adalah sesuatu yang banyak dari kita inginkan di tahun 2020.

    Itulah mengapa benda super mahal—sekali lagi, hampir USD500!—bisa menjadi populer di kalangan konsumen saat resesi di mana... perkumpulan sosial di mana kita bisa menggunakan pakaian fancy tersebut bahkan tidak bisa dilaksanakan.




    Dan Cosmo pun baru saja mengetahui sesuatu yang cukup 'gila': Setelah membeli gaun yang didambakan, kita bahkan tak perlu memakainya untuk pergi ke luar rumah agar merasa senang, kata Dawnn. FOMO sendiri adalah konsep yang dilahirkan media sosial, jadi masuk akal bahwa saat kita bisa mendapatkan Strawberry Dress, sebuah foto di Instagram Feed cukup untuk membuat kita senang, merasa diterima, dan merasa keren. Siapa yang peduli bahwa kamu hanya meniru orang lain di internet—karena, lagipula, itulah tujuannya.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: Dok. Cosmopolitan US)