Celebrity

Eksklusif! Jefri Nichol Buka Diri Tentang Semua Passion-nya

  by: Givania Diwiya Citta       13/12/2020
  • Extremely passionate, humble, and a gentle family-man. Jika Cosmo harus mendeskripsikan sang aktor dalam satu kalimat, maka itulah sosok Jefri Nichol di depan serta di balik layar kamera. Siapa yang tahu jika film adalah mediumnya menyalurkan passion sekaligus platform wellbeing miliknya? Siapa yang tahu juga, bahwa pria ini selayaknya kita di masa pandemi yang mencari lingkaran keluarga serta pertemanan non-toxic? Now you know. 


    Hai Nichol! Apa saja yang menjadi kesibukan kamu akhir-akhir ini?

    Saya sedang sibuk workshop dan reading untuk proyek film mendatang. Saya berolahraga, juga menonton Netflix. Hei, menonton juga sebuah kesibukan, lho!




    Apakah menjadi aktor adalah mimpi kamu sejak lama? 

    Sebenarnya dulu tidak terpikirkan menjadi aktor, karena menonton film hanyalah hobi saja. Namun saat itu ada kesempatan casting, saya mengambilnya dan bersyukur diterima untuk bermain dalam satu film, bahkan berlanjut sampai sekarang. Akhirnya, profesi ini menjadi sebuah passion, di mana saya bisa belajar banyak dari akting, dari aktor-aktor lain, dan dari naskah. Dengan pekerjaan ini, saya mendapat kesempatan untuk tak hanya belajar bidang akademik saja, namun juga belajar di industri ini.



    Kemeja: Balenciaga.


    Bagaimana ceritanya hingga kamu bisa menerjuni karier akting secara profesional?

    Saat itu ada scouter yang menemui saya dengan Papa saat kami berada di mall. Ia pun mengajak tawaran casting di proyek sinetron dan iklan, Papa saya pun menjawab, “Boleh! Biar ia bisa bergaul dan punya banyak teman.” Saat itu saya masih berusia 13 tahun, pemalu, dan merupakan seorang anak rumahan! Akhirnya selama tiga sampai empat tahun casting, saya pun mendapatkan film pertama saya (Pertaruhan, 2017). 


    Ingatkah project berakting pertama kamu? 

    Project pertama saya adalah sebuah miniseri di salah satu stasiun TV (Kami Rindu Ayah, 2013). Ceritanya adalah tentang kehidupan keluarga mendiang Ustad Jefri Al-Buchori. Saya beruntung bisa berada di sana, dan bertemu dengan banyak orang yang bahkan masih tetap berhubungan sampai sekarang.



    Jaket, halter neck, celana: Givenchy.


    Jika bisa bekerja sama dengan sutradara/aktor/aktris, siapakah yang ingin kamu ajak kolaborasi?

    Saya ingin sekali bekerja sama dengan Wong Kar-wai. Saya cinta sekali dengan Fallen Angels (1995)! Bahkan saya sehari-hari mengenakan choker yang juga dipakai oleh salah satu karakter dari film tersebut. Belum lagi jika harus membicarakan tentang ending film tersebut, ah, bagus sekali! Jika dengan aktor-aktris, oh, man, banyak sekali. Tapi sebagai prioritas, saya ingin bisa bekerja sama dengan Nicholas Saputra, Dian Sastrowardoyo, Reza Rahadian. Ya, mereka adalah panutan saya untuk tetap semangat di industri film. 



    Jaket: Coach.


    Apa nasihat terbaik yang pernah kamu terima dalam mengarungi industri hiburan ini?

    Ini adalah nasihat dari Abimana Aryasatya. Ia pernah bilang ini pada saya dulu, “Kalau dunia berusaha menjatuhkan kamu, maka kamu tinggal tatap mereka di mata dan bilang f*ck you.” Man, ia keren dan karismatik sekali. Gila! Saya juga ingin sekali bermain bareng dengannya!



    Jaket, halter neck, celana: Givenchy.


    Apa tantangan sekaligus keseruan baru yang kamu dapatkan dari berkarya di tengah-tengah pandemi?

    Tantangannya adalah takut tertular virus saat bekerja. Tapi saya baru saja menyelesaikan shooting Dear Nathan: Thank You Salma, dan bersyukur semuanya sehat serta aman berkat menjalankan protokol. Tantangan lainnya adalah saat workshop, karena saat membangun chemistry, seharusnya tidak ada ‘tembok’ di antara kami. Jika biasanya kami bisa berdekatan dengan para teman main, kini ada rasa takut bahkan untuk bersentuhan saja! Tiap lima menit bisa selalu menggunakan hand sanitizer. Tapi di balik itu, keseruannya adalah kami bisa menertawakan bareng ketakutan ini. Lol!





    Kemeja dan celana: Balenciaga.


    Adakah pembelajaran hidup yang kamu turut dapatkan dari pandemi?

    Mungkin ini terdengar negatif, tapi kadang saya berpikir, saya ternyata bisa menikmati kesendirian. Namun karena kita sebagai makhluk sosial, saya pun sadar kita tidak bisa selalu sendirian. Saya juga merasa bahwa di masa ini, saya bisa melepaskan pertemanan yang toxic. Saya pun jadi punya lebih banyak waktu untuk berpikir tentang diri sendiri.  



    Jaket: Coach.


    Selama pandemi masih merebak di Indonesia, bagaimana cara kamu tetap bertahan untuk melaluinya?

    Bersyukur saya punya privilege bisa menonton Netflix, bisa pesan makanan dari ojek online, itu adalah hal-hal yang membuat saya bisa bertahan terutama ketika penuh #DiRumahAja. Tapi saya juga memikirkan tentang bagaimana orang-orang yang tak punya privilege bisa bertahan... Saya saja yang punya privilege ini terkadang masih merasa kebosanan. Tapi saya juga bersyukur ada Mama, Adik, dan teman-teman yang saat mereka bosan ingin menginap di rumah. Merekalah yang membuat saya bisa selalu bertahan.



    Kemeja: Balenciaga.


    Apakah kamu punya tips agar kita berhasil melewati tahun 2020 yang terasa seperti roller-coaster ini?

    Carilah kesenangan serta kesibukan positif yang mungkin bisa sekaligus menghasilkan sesuatu. Jangan lupa untuk mengobrol dengan orang-orang yang satu frekuensi dengan kalian, karena itu amat terapeutik. Saya percaya, jika kalian mengelilingi diri dengan orang yang satu frekuensi, maka segala hal pasti akan mengarah ke sesuatu yang positif. Berbicaralah juga pada adik, kakak, atau orangtua, karena keluarga itu penting. Terakhir, jangan lupa merawat diri seperti tetap makan dan minum, serta pakai masker, oke!


    Baca wawancara lebih lengkap dengan Jefri Nichol di E-Magz Cosmo, dan saksikan wawancara lain yang mengungkap sisi lain sang aktor di video berikut ini:



    Photographer: Hadi Cahyono

    Stylist/Beauty Editor: Astriana Gemiati 

    MUA: Lorita Young 

    Hair Stylist: Fiorentina Gultom

    Videographer: Karel Langi


    (Givania Diwiya / FT / Layout: Severinus Dewantara)