Love & Sex

Awas Terjebak Zombie-ing dalam Hubungan! Cari Tahu di Sini!

  by: Giovani Untari       17/12/2020
    • Girls, pernah dengar istilah "Zombie-ing" dalam hubungan?
    • Istilah ini mengacu kepada sebutan bagi mereka yang melakukan ghosting kepada kamu dan seiring berjalannya waktu mereka seolah bangkit dari dari “kematian” untuk mulai kembali mendekati kamu lagi.
    • Pernah mengalaminya? Yuk, cari tahu tips menghadapi zombie-ing di sini!


    Zombie-ing Is The Latest Dating Trend

    Dan mereka seolah hadir untuk menambah panjang daftar kekacauan hidup kita selama pandemi coronavirus ini. AKA: jangan terkejut bila kini kamu mulai dihubungi kembali oleh seseorang yang pernah melakukan ghosting di masa lalu!

    Tepat jam 10 di malam Minggu (atau mungkin.... ini hari Sabtu? It’s okay, sangat wajar rasanya jika kita tidak lagi mengenal soal hari di tahun ini!). Kamu baru saja menghabiskan segelas wine dan mengganti outfit harian ke pakaian tidur terfavorit. Lalu segera mengambil posisi ternyaman di atas kasur dan mulai mencari tontonan seru di Netflix, tiba-tiba saja kamu mendengar suara notifikasi pesan baru muncul dari layar smartphone.







    Kamu pun berpikir bahwa itu adalah sebuah pesan chat terbaru dari sosok pria cute yang akhir-akhir ini sedang dekat denganmu, tapi sayangnya tidak. Ternyata itu justru merupakan sebuah pesan dengan kalimat “How’s your quarantine?” dari seorang pria masa di masa lalu yang pernah melakukan ghosting pada kamu! Ia adalah pria yang pernah berkencan dengan kamu selama delapan kali, bahkan meninggalkan sikat giginya di kamar mandi kamu, menjadi sosok yang langsung sigap mengantar ke dokter ketika tangan kamu patah, dan kemudian...... ia menghilang begitu saja aka melakukan ghosting pada kamu!

    Lalu sekarang pria ini mencoba untuk menghubungi kamu kembali. Sound familiar?! Mari Cosmo beritahu, bahwa inilah yang kami sebut dengan zombie.

    Sebagai permulaan, zombie adalah sebutan bagi mereka yang melakukan ghosting kepada kamu dan seiring berjalannya waktu mereka seolah bangkit dari dari “kematian” untuk mulai kembali mendekati kamu. Cara yang mereka lakukan pun begitu beragam, mulai dari mengirimkan pesan chat, menyapa melalui DM, mencoba menelepon, atau bahkan berinisiatif melakukan matching pada aplikasi kencan sehingga ia juga bisa ikut mengirimkan pesan kepada kamu.


    Dan di tengah situasi pandemi global seperti sekarang ini (yang mana cukup membatasi aktivitas kita di luar rumah dan membuat kita lebih banyak terjaga di malam hari), ada banyak sekali para zombies yang kembali muncul setelah sekian lama mereka menghilang tanpa jejak!

    Let’s breakdown this dating trend....


    BAGAIMANA ZOMBIE-ING BERBEDA DARI GHOSTING?

    Ghosting adalah saat di mana seseorang tiba-tiba menghilang dari kedekatan kalian berdua dan kamu tidak pernah lagi mendengar satu pun kabar dari mereka. Sosok ‘true ghost’ adalah mereka yang tidak pernah mencoba menghubungi kamu kembali dalam berbagai bentuk komunikasi apapun. Namun jika para ‘ghost’ ini melakukan hal sebaliknya dan mendekati kamu lagi, congrats: itu artinya mereka sudah bertransformasi menjadi zombie.




    LANTAS APA BEDANYA ZOMBIE-ING DENGAN BREADCRUMBING?

    Breadcrumbing mengarah pada sebuah cara flirty untuk mencari perhatian seseorang, tanpa harus menghubungi langsung atau melakukan usaha nyata di dalamnya. Breadcrumbing bisa dilakukan dengan cara menyukai posting-an kamu di media sosial atau menonton segala Insta Stories-lengkap dengan sesekali memberi reaksi emoji atas stories yang kamuunggah. Tetapi mereka sama sekali tidak pernah berinisiatif untuk mengajak kamu mengobrol bahkan pergi hangout. Dan jika mereka tiba-tiba berusaha untuk mendekati kamu aksi nyata, ketahui bahwa ada kemungkinan mereka siap menjadi sosok zombie berikutnya.


    APAKAH KAMU HARUS MEMBERI ZOMBIE TERSEBUT KESEMPATAN KEDUA?

    “Anda harus berhati-hati saat memilih untuk berkencan dengan seorang zombie,” ujar seorang terapis keluarga dan pernikahan asal Amerika, Jane Greer, PhD. “Sangat penting untuk memiliki rencana yang jelas saat Anda mulai berhubungan dengan sosok zombie tersebut. Seperti kapan Anda harus menghabiskan waktu dengannya, atau seberapa sering sebaiknya Anda mengirimkannya pesan.”




    Jika kamu memutuskan untuk bertemu langsung dengan zombie tersebut, ini dia sejumlah tips dan trik untuk mengetahui apakah para zombie ini memang seharusnya bangkit dari ‘kematian’ atau sebaliknya:


    1. Pertimbangkan Standar Kamu

    Donna Sozio, penulis buku The Man Whisperer mendorong para perempuan untuk tidak menerima begitu saja perlakuan sh*tty (seperti ghosting) sebagai sesuatu hal yang normal dilakukan dalam sebuah hubungan saat ini. Hanya karena banyak pria yang kembali dan melakukan zombie-ing dalam hubungan, ini bukan berarti sesuatu yang bisa kita semua terima begitu saja. Jelas itu merupakan hal yang buruk! Jika kamu merasa tersakiti karena kebiasaan ini, tidak perlu menerima mereka kembali karena apa yang ia lakukan dapat memicu trust issues dalam hubungan di kemudian hari.






    2. Tanyakan Dirimu, Apakah Sudah Merasa Aman?

    Dengar, kamu tidak membutuhkan validasi orang lain untuk dirimu sendiri. Jika kamu merasa insecure dan sedang membutuhkan seseorang untuk menjalin hubungan lalu justru memilih si zombie. Itu sama saja kamu memberi kesempatan yang tidak seharusnya kamu berikan kepada pria ini. “Tetapi jika Anda sudah berhasil menciptakan rasa aman dari dalam diri Anda dan tidak berusaha mencarinya lagi pada orang lain, apapun yang akan terjadi nantinya, Anda akan baik-baik saja,” tutur Donna.



    3. Jangan Abaikan Red Flag yang Ada

    Di samping ia pernah melakukan ghosting kepada kamu, kenali juga apakah pria ini pernah melakukan hal buruk lainnya yang mungkin saja saat itu kamu abaikan. Karena umumnya jawaban dari pertanyaan ini adalah ya.

    “Berkencan adalah saat di mana seseorang menunjukkan kepribadian terbaik mereka, jadi ketika seseorang melakukan ghosting atau zombie-ing pada Anda di fase kencan, Anda sebaiknya percaya bahwa ia tengah menunjukkan awal dari masalah yang lebih besar dan mungkin saja bisa ia lakukan di masa depan,” tukas Camille Virginia, seorang dating coach sekaligus penulis buku The Offline Dating Method: How To Attract A Great Guy In The Real World.


    4. Apakah Ia Meminta Maaf?

    Bila sang pria memberi alasan yang masuk akal atas alasan mengapa ia melakukan ghosting, then okay, yes. Mungkin tidak masalah jika kamu memaafkannya. Tetapi dengan ketentuan, ia berani, tulus, dan serius saat mengucapkan kalimat: “Saya minta maaf” kepada kamu.



    “Jika ada permintaan maaf yang tulus dan serius, bukan hanya memberi alasan kuno seperti ia terlalu sibuk bekerja, saran saya adalah maafkan, lupakan kesalahannya, dan berikan ia satu kesempatan lagi,” pesan Donna. Jadi jangan menerima alasan yang basi seperti ia sibuk bekerja dan akhirnya meng-ghosting kamu, karena girls... work is always busy-that’s why it’s called work. No excuses!


    Kesimpulannya ada di sini, dear...

    Entah itu ghosting, zombie-ing, atau apapun istilah dating lainnya yang sedang populer saat ini, jangan menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk membenarkan kebiasaan buruk yang akan berujung pada satu masalah: kurangnya rasa respect dari pria yang justru akan merugikan kamu.



    Jika seseorang mengabaikan atau tidak memperlakukan kamu dengan baik terlebih sejak fase awal kencan, ada kemungkinan ia tidak akan berubah ke depannya. Jadi hindari para ‘ghost’ dan zombie ini dari siklus kencan kamu, namun tetap jadikan mereka sebagai pilihan kostum saat Halloween party



    (Artikel disadur dari COSMOPOLITAN INDIA edisi September 2020 dengan judul artikel "Zombie-ing Is The Latest Dating Trend" / Penulis asli: Gabi Conti / Alih bahasa: Giovani Untari / FT / Images: Dok. Daisy Anderson from Pexels, Dương Nhân from Pexels, Adrienne Andersen from Pexels, RF._.studio from Pexels, Tenor.com)