Love & Sex

Tanda Kamu Terlalu Dependen & Tidak Bisa Lepas dari Pasangan

  by: Kezia Calesta       17/12/2020
  • Dalam sebuah hubungan romantis yang sehat, kamu dan pasangan perlu mencintai dan mendukung satu sama lain. You are each other’s biggest supporter! Namun, apakah kalian bertemu setiap hari dan melakukan segalanya bersama? Kini, bisakah kamu beraktivitas atau mengambil keputusan tanpanya? Jika tidak, ini salah satu tanda bahwa kamu sudah mulai codependent, alias terlalu dependen dan tidak bisa hidup tanpanya. Berikut tanda-tanda lainnya bahwa kamu terlalu dependen dan tak bisa lepas dengan pasanganmu.


    1. Kamu sulit berkata ‘tidak’.

    Meskipun kamu tidak ingin melakukan apa yang diminta oleh pasanganmu, kamu selalu mengesampingkan perasaanmu untuk membuatnya senang. Yes, you should sometimes make sacrifices for your partner…but you don’t always need to put your life on hold for him.




    2. Kamu menghindari argumen.

    Percaya atau tidak, argumentasi yang sehat dan konstruktif dapat membuat kamu dan pasangan lebih dekat serta mengerti satu sama lain. Jangan menghindari argumen hanya karena kamu malas menyampaikan isi hati ataupun karena takut kehilangan si dia!



    3. Kamu memprioritaskan opini pasanganmu.

    Sebelum membuat keputusan, ada baiknya menanyakan opini si dia karena kamu menghargainya. Namun, jika kamu tidak berani mengambil keputusan apapun sampai pasanganmu menyetujuinya, atau selalu mengubah pemikiranmu saat pasanganmu tidak memiliki opini yang sama…ini salah satu tanda bahwa kamu terlalu dependen. 


    4. Kamu (terlalu) setia.

    Loyalty is important. Namun, kamu menanggapinya secara terlalu serius, sehingga kamu tetap ingin bersamanya meskipun kamu sering dikecewakan atau disakiti olehnya.




    5. Kamu merasa terjebak dengannya.

    Kamu tidak ingin meninggalkan si dia, karena kamu takut tidak akan ada orang lain yang bisa mengertimu ataupun memaafkan kekuranganmu.


    6. Kamu merasa bertanggung jawab atas kebahagiaannya.

    The fact is, they are in charge of their own happiness. Jangan berpikir bahwa kamu satu-satunya orang yang bisa membuatnya bahagia sehingga kamu selalu mengorbankan segalanya untuk menyenangkannya. 


    (Image: doc. @priscilladupreez via Unsplash)