Lifestyle

Great Conjunction: Peristiwa Astrologi 22 Desember & Artinya

  by: Shamira Priyanka Natanagara       20/12/2020
  • Tak usah diragukan lagi bahwa 2020 adalah tahun yang intens—dan kamu tidak perlu menjadi astrolog untuk mengetahuinya! Di tengah pandemi global yang tak terduga, situasi politik riuh, dan kerusuhan sosial yang tak terbantahkan, tampaknya tingkat intensitas telah mencapai angka 11 dari 10. Ditambah lagi, kita mendekati hari-hari terakhir 2020, kita menghadapi astrologi yang lebih epic, langka, once-in-a-lifetime. You know, NBD! Pada 13:20 EST di tanggal 21 Desember (yang berarti 01:30 WIB di tanggal 22 Desember), planet Jupiter dan Saturnus akan bersatu, membentuk "Great Conjunction" (atau "Great Mutation") pada 0º Aquarius, memulai masa 200 tahun baru yang dikenal sebagai Age of Air.

    Sudah siap? Hmm... tentu saja tidak. Tapi jangan khawatir: Berikut adalah panduan untuk menghadapi peristiwa astrologi yang kuat ini:




    Mengapa Saturnus dan Jupiter sangat penting?

    Berbicara tentang astrologi, Jupiter dan Saturnus terbilang cukup penting. Kedua planet gas tersebut bisa dilihat dengan mata telanjang, yang berarti manusia telah memantau kelakuannya selama ribuan tahun, bahkan sebelum teleskop diciptakan.

    Planet terbesar di tata surya kira, Jupiter dikenal memiliki energi yang sungguh besar. Terkait dengan keberuntungan dan nasib, Jupiter menginspirasi kita untuk mempraktikkan optimisme tanpa tahu malu, mengambil risiko besar, dan—mungkin yang paling penting—bersenang-senang. Saturnus, di sisi lain, memiliki perilaku yang berbeda. Planet yang dikenal memiliki cincin ini sangat membatasi. Saturnus kaku, dingin, dan keras kepala, dan (sesuai dengan sifatnya) berhubungan dengan kedewasaan, tanggung jawab, dan pelajaran jangka panjang.

    Jupiter dan Saturnus bergerak cukup pelan. memakan waktu sekitar 12 tahun untuk Jupiter bisa menyelesaikan orbitnya, dan sekitar 29,5 tahun bagi Saturnus untuk menyelesaikan orbitnya (ini adalah masa di mana kita mengalami Saturn Returnketika Saturnus akhirnya kembali ke posisi yang ditempatinya saat momen kita lahir). Jadi wajar saja kalau Jupiter dan Saturnus berhubungan dengan peristiwa jangka panjang. Orbit keduanya memengaruhi sejumlah bab di hidup kita, bukan peristiwa jangka pendek yang terjadi dalam keseharian. 


    Apa itu "Great Conjunction"?

    Karena memiliki orbit yang berbeda, Jupiter dan Saturnus jarang bertemu. Tak perlu dihitung menggunakan kalkulator, kedua planet besar ini bertemu sekali setiap 20 tahun, membentuk koneksi luar biasa yang dikenal sebagai "Great Conjunction".

    Great Conjunction terakhir terjadi pada 28 Mei, 2000. Great Conjunction selanjutnya pada 22 Desember (di Indonesia) memulai siklus 20 tahun baru... karena kita pastinya butuh drama ekstra tahun ini (sarkasme, FYI).

    But wait! There's more! Selama 200 tahun terakhir, Jupiter dan Saturnus telah bersatu pada zodiak berelemen tanah. Meski konjungsi Jupiter-Saturnus di tahun 1981 terjadi di Libra, memberi pertanda Age of Air (dan memberikan kita lagu ikonis "Aquarius/Let The Sunshine In" dari musikal 1987 Hair), Great Conjunction yang akan datang di Aquarius memulai era 200 tahun baru. Karenanya, beberapa astrolog menyebut kejadian kosmik ini sebagai "the Great Mutation", karena menandakan perubahan resmi (alias ~mutasi~) dari tanah ke udara.

    Intinya: Jupiter dan Saturnus belum bertemu di Aquarius selama 800 tahun!




    Jadi... Apa arti semua ini?

    Pada 22 Desember, kita memulai cultural reset 20 tahun, DAN era 200 tahun baru. Tentunya, perubahan sebesar ini tidak terjadi dalam semalam—akan butuh waktu untuk melihat implikasi dari siklus ini. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang bisa kita antisipasi berdasarkan apa yang kita tahu tentang sang zodiak.

    Pada Aquarius, zodiak udara berkaitan dengan kemanusiaan, inovasi, dan perkembangan, Jupiter dan Saturnus fokus pada isu sosial berskala besar. Aquarius juga berkaitan dengan revolusi dan reformasi, serta teknologi dan modernisasi, jadi tak perlu diragukan bahwa kita akan menyaksikan perubahan dahsyat selama dua dekade ke depan dalam kebijakan publik dan terobosan ilmiah, diiringi dengan pergeseran pola pikir ideologis.

    Selain itu, kedua planet bergerak menuju elemen udara, yang berkaitan dengan informasi, hubungan, dan komunikasi. Selama 200 tahun terakhir, kita telah berada di "Earth Age", yang berhubungan dengan akselerasi perubahan iklim. Karena Jupiter dan Saturnus berganti dari zodiak tanah (kepemilikan, kepunyaan, kapital) ke zodiak udara (teknologi, kemajuan, kemanusiaan), kemungkinan kita akhirnya bisa mengintelektualisasi solusi baru untuk kebiasaan lama yang destruktif seperti konsumerisme massal dan deforestasi. 


    Oke, tapi apa artinya bagiku?

    Walaupun Jupiter dan Saturnus berhubungan pada 22 Desember, hasil Great Conjunction akan terungkap secara perlahan. Untuk memanfaatkan keajaiban Age of Air yang akan datang, coba luangkan waktu untuk visualisasi. Gunakan media artistik favoritmu (seperti journaling, menggambar, merajut, atau menyanyi), bayangkan dirimu berada di dunia indah. Bagaimana orang akan memperlakukan satu sama lain? Kebijakan publik apa yang akan berlaku? Apa saja nilai kolektif yang ada? Bagaimana tampilan kotanya? Bagaimana kondisi pertaniannya? Apakah akan ada mobil terbang (pleaseee ada)? Apa gaya fesyen yang trending di sana? Be specific!

    Selagi kita bergerak ke era baru, penting untuk mengingat bahwa semua yang ada mulanya dibayangkan. Ini adalah waktu yang sempurna untuk menanam benih untuk masa depan yang exciting. Lagipula, astrologi terstuktur dengan konsep "As Above, So Below"—dalam kata lain, bintang dan kehidupan sehari-hari kita berhubungan.

    Tahun ini sungguh melelahkan, tapi selagi kita mendekati akhir 2020, Great Conjunction menawarkan harapan yang sangat dibutuhkan (dan sangat layak diperoleh!). Ini adalah waktu untuk membayangkan kembali kenyataan kita dan—didukung oleh siklus kosmos—mengantarkan ke waktu baru yang langka. Sudah siap? Of course, darling. Ada alasan kamu di sini! Let's pop the champagne and get to work!



    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: jasmin chew on Pexels)