Career

Menuju 2021, Ini 10 Cara Mengatur Keuangan di Tengah Pandemi

  by: Alvin Yoga       31/12/2020
    • Ada banyak cara untuk mengatur dan melindungi keadaan keuangan di tengah situasi pandemi yang tak kunjung berakhir ini.
    • Tips keuangan merupakan salah satu tips yang paling banyak dicari di tahun 2020, dan mungkin masih kamu butuhkan di tahun depan.


    Uncertainty can be scary. Sebagai makhluk yang terbiasa menjalani rutinitas dan terpapar pada kebiasaan, ketidakpastian membuat kita cemas dan takut. Dan belakangan ini, kita semua terjebak dalam fase tersebut. Pandemi COVID-19 mengubah seluruh tatanan hidup yang kita kenal, mulai dari cara kita bekerja, cara kita belajar, cara kita bersantai dan menikmati hidup – semuanya.

    Istilah-istilah baru seperti social distancing, work from home, self-quarantine, dan sederet hal lainnya kini telah menjadi the new normal, dan di tengah carut-marut tersebut, kita turut dihadapkan dengan sebuah tantangan baru. Yes, our relationship with money have been challenged.



    Problem terbesar: kita tak memiliki petunjuk kapan pandemi ini akan benar-benar berakhir, dan setelah berakhir, apa yang akan terjadi? Apakah ekonomi akan benar-benar kembali normal seperti sebelumnya? Cosmo tak 100% yakin. Satu hal yang kami yakini, mengatur uang adalah suatu hal yang bisa bikin sakit kepala – bahkan sebelum pandemi ini ada.

    Entah kamu sedang mengalami kesulitan ekonomi di tengah keadaan ini, atau kamu hanya takut (it’s okay dear, kita semua merasakan hal yang sama) bahwa keuangan kamu akan turut terguncang, entah kamu justru tengah mengeluarkan uang untuk hal-hal yang kurang penting seperti leggings baru atau lipstik baru demi sekadar melepas stres (overspending? Who, me? Of course!), ada beberapa tip pencegahan yang bisa kamu lakukan untuk melindungi keuanganmu.


    Jadi, sambil duduk manis di rumah menggunakan leggings baru yang sudah kamu pakai lima hari berturut-turut tersebut, simak tip Cosmo berikut. Carefully and thoughtfully.


    1. Cek pendapatanmu

    Meski pada awal April 2020 lalu Presiden Jokowi sempat mengimbau agar para pengusaha tidak mem-PHK pegawai di tengah pandemi COVID-19, namun nyatanya berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan yang dirilis 11 April, lebih dari 1,5 juta orang Indonesia telah kehilangan pekerjaan karena imbas pandemi COVID-19. Sebanyak 10,6% di antaranya, atau sekitar 160 ribu orang dari lebih 24 ribu perusahaan, kehilangan pekerjaan karena PHK, sedangkan sisanya “dirumahkan” – istilah lain yang kini sudah biasa kita dengar.

    Entah kamu termasuk salah satu orang yang mengalami kondisi tersebut, atau keadaan kamu masih lebih baik, cari tahu keadaan keuangan kamu sekarang. Lihat kembali, berapa banyak uang yang tersisa pada rekeningmu, apakah tabunganmu cukup terisi, berapa besar emergency fund yang kamu miliki (ya, kamu boleh menggunakannya sekarang kalau memang perlu), serta kalau kamu masih bekerja maka berapa gaji yang kamu dapat.

    Tentu kamu harus mengakali pengeluaran di tengah keadaan ini, setidaknya sampai dua belas bulan ke depan – kurang lebih inilah waktu yang perlu kamu siasati di tengah keadaan yang serba tidak pasti ini. Utamakan fixed spending, mulai dari biaya sewa atau biaya kos, cicilan bulanan, asuransi, subscription dan membership (seperti Netflix atau gym), biaya listrik dan air serta telepon dan internet. Pengeluaran lain yang bisa dikurangi contohnya adalah biaya makan, sedangkan pengeluaran untuk tabungan mungkin saat ini tak perlu kamu lakukan terlebih dahulu jika pendapatanmu masih belum cukup menutupi kebutuhan bulananmu. Jika kamu bekerja sebagai seorang freelancer, jangan malu untuk bertanya pada klien, apakah perjanjian kerja yang disepakati masih berlangsung? Dan jika kamu punya invoice atau reimburse yang masih belum dibayar, ini adalah waktu yang tepat untuk memintanya.


    2. Gunakan semua yang kamu miliki

    Saya bicara soal makanan, bumbu dapur, pakaian, skin care, sampai streaming subscriptions. Catat apa saja yang kamu miliki di rumah, dan gunakan dahulu hal tersebut sebelum membeli yang baru.

    Alih-alih membeli bahan makanan yang beragam dan berbeda setiap minggunya, cari resep masakan baru yang menarik dengan bahan-bahan makanan yang menumpuk di kulkas dan dapur. Tak hanya membantu mengirit pengeluaran, namun mencoba hal-hal yang baru di tengah kejenuhan juga akan menjadi suatu pengalaman yang seru dan menarik. Keluarkan seluruh isi lemari pakaianmu, lalu rapikan. Lihat kembali mana yang tidak akan kamu gunakan, kemudian pisahkan. Buat kombinasi OOTD yang menarik dengan pakaian yang kamu miliki untuk tetap tampil menarik ketika Zoom meeting alih-alih membeli pakaian baru. Punya adult coloring book yang belum sempat kamu selesaikan? Mungkin ini waktu yang tepat untuk menyelesaikannya kalau sedang bosan.

    Yang penting, lihat kembali daftar langgananmu – seperti Spotify, Netflix dan lainnya. Cari tahu mana yang sebenarnya tidak terlalu kamu butuhkan, dan hentikan langganannya. Hal ini akan membantu mengurangi beberapa ratus ribu rupiah – yang sebenarnya bisa kamu gunakan untuk membayar biaya internet dan pulsa ponsel yang kini membengkak.

    Selain itu, cari dan gunakan hal-hal yang kini bisa dengan gratis kamu dapatkan. Semisal, Hulu atau Amazon Prime Video yang menggratiskan layanannya selama sebulan penuh. Atau Coursera, yang kini menawarkan banyak kelas gratis (kamu tetap harus membayar jika ingin mendapatkan sertifikat). Saya sendiri sudah mencoba salah satu kelas populer mereka, “The Science of Well-Being” dari Yale University (hanya dengan mendaftarkan akun Facebook, mudah kan?), dan kelas ini sangat membantu saya tetap tenang di tengah kepanikan. Very enlightening!

    Yang paling menarik, kini ada banyak sekali bloggers yang aktif di Instagram. Kamu bisa mengikuti berbagai kelas secara gratis, mulai dari memasak, yoga, beauty class, dan banyak lainnya. Cek juga Instagram @cosmoindonesia untuk menonton beberapa kelas gratis kami dari daftar IGTV.


    3. Atur ulang rutinitas olahragamu

    Sudahkah kamu mengontak gym tempatmu berolahraga dan bertanya mengenai membership-mu? Di tengah keadaan ini, ada banyak tempat gym dan studio olahraga yang melakukan freezing account di mana kamu masih menjadi anggota namun tak perlu membayar membership selama fasilitas ditutup, which is, good for you.

    Nah, selama tak bisa berolahraga di gym (sebaiknya jangan dulu, meski ada beberapa fasilitas yang memang sudah dibuka untuk umum), ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk tetap sehat selama setidaknya beberapa bulan ke depan, seperti berlari di sekeliling komplek rumah (gratis dan selalu berguna), mengikuti kelas yoga gratis dari YouTube, atau mengunduh aplikasi gratis seperti Nike Training Club. Penggemar pilates? Kamu bisa mencoba Pilatesology untuk 30-day programs secara gratis. 


    4. Perhatikan pengeluaranmu

    Lihat kembali bujetmu, dan perhatikan mana pengeluaran yang bisa kamu potong sampai setidaknya keadaan kembali normal nanti. Sure, saya mengerti kalau kamu ingin membantu bisnis lokal atau bisnis teman-temanmu dengan ikut membeli barang-barang mereka, kamu juga mungkin ingin menyumbang sebagian uang untuk mereka yang membutuhkan, namun kamu tetap harus bijaksana dalam melakukannya. Ingat, kamu tak perlu membeli barang yang mereka jual untuk membantu bisnis mereka. Dengan ikut mempromosikan bisnis mereka lewat media sosial pun kamu sudah cukup membantu, kok.

    Kalau kamu bekerja dari rumah alias work from home, pastikan uangmu cukup untuk membayar tagihan listrik, pulsa, dan internet yang membengkak karena kini kamu memakainya lebih sering. Perhatikan juga pengeluaran untuk biaya makan selama sebulan. Fancy eating? Lupakan dulu untuk sementara. Dan, jangan takut untuk mengambil emergency fund demi pengeluaran tersebut karena kini adalah waktu yang tepat untuk menggunakannya. Namun ingat, jangan menggunakan tabungan tersebut untuk pengeluaran yang tidak penting, dan pastikan kamu menyisakan uangnya (jangan dihabiskan seluruhnya, ya), just in case kondisi ini berlangsung lebih lama dari yang kita semua perkirakan.


    5. Bicarakan baik-baik

    Kalau kamu termasuk salah satu orang yang membayar biaya kos atau sewa setiap bulannya – meskipun sekarang ini kamu masih mampu membayarnya – tanyakan apakah sang pemilik tempat memiliki opsi untuk membantu kamu mengurangi pengeluaran. Bahkan potongan sebesar Rp200.000,- pun akan sangat membantu.



    But let’s be honest: banyak pemilik kos dan sewa yang tidak bisa membantu di tengah global emergency seperti sekarang. Namun apabila kamu bertanya dan meminta dengan baik-baik, setidaknya kamu sudah memberitahu mereka bagaimana keadaanmu saat ini, dan siapa tahu mereka bisa membantu dengan cara lain.


    6. Perhatikan "bantuan" di sekitar

    Bagi kamu yang keuangannya memburuk akibat pandemi ini, kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana caranya mengatur prioritas untuk pengeluaranmu. Kuncinya: pastikan terlebih dahulu tagihan-tagihan utamamu terbayar. The good news is, banyak perusahaan yang juga mengimplementasikan aturan khusus selama masa darurat ini, mulai dari PLN sampai bank pemberi kredit.

    Pertama, pastikan uangmu cukup untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk makan – meskipun mungkin kamu harus mengirit. Kedua, prioritaskan tagihan yang pasti datang setiap bulannya dan tidak bisa dikompromi, seperti biaya cicilan, asuransi, subscription, serta biaya untuk telepon, pulsa, internet dan air.

    Di tengah pandemi ini, pemerintah juga memberikan keringanan biaya listrik bagi masyarakat. Pelanggan listrik 450 VA digratiskan, sedangkan pelanggan 900 VA jumlahnya dipotong 50%. Untuk biaya internet sendiri, banyak provider yang kini memberikan upgrade paket secara gratis atau menjual paket khusus dengan harga miring di tanggal tertentu. Hubungi provider internetmu, atau intip media sosial mereka untuk mencari tahu program apa yang mereka miliki untuk menyiasati pandemi ini. Kamu masih mahasiswa atau memiliki saudara yang masih duduk di bangku sekolah? Telkomsel dan Indosat memberikan kuota internet gratis hingga 30GB selama 30 hari bagi para pelajar dan mahasiswa (syarat dan ketentuan berlaku). Bagi kamu yang mendapatkan gaji di bawah 5 juta rupiah, pastikan namamu terdaftar di bpjs untuk menerima BLT dari pemerintah.

    Bank-bank pemberi kredit pun tak lepas dari upaya mereka untuk membantu para pelanggan di tengah kondisi ini. Banyak bank yang menyesuaikan suku bunga, juga pembayaran minimum serta biaya denda keterlambatan kartu kredit. Semisal Bank BCA yang menurunkan suku bunga pembelanjaan menjadi 2% per bulan, serta batas minimum pembayaran menjadi 5% dari total tagihan atau minimum Rp50.000,- (ditambah transaksi cicilan bila ada).


    7. Gunakan sisi kreatifmu

    Manfaatkan keuntungan dari aturan PSBB yang diberlakukan di kota tempat tinggalmu. Di tengah kondisi ini, kamu bisa mengirit pengeluaran dengan tidak bertemu langsung bersama teman-temanu di restoran favorit, atau bertemu langsung dan berkencan dengan incaran baru yang kamu temui di aplikasi kencan. Buat rencana baru untuk berkumpul bersama, seperti menggunakan Facetime, Among Us atau Houseparty. Ajak sahabat dan pacarmu untuk movie marathon dengan Netflix, atau ajak mereka untuk mencoba kegiatan baru secara online, semisal escape room digital gratis bertemakan Harry Potter yang bisa kamu akses di sini. Mengubah sedikit kebiasaan bisa memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap keuanganmu, dan mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk memulainya.


    8. Berhati-hatilah terhadap stress spending

    Kamu mungkin pernah melakukan hal ini ketika sedang terjebak di rumah selama masa self-quarantine: mudah tergoda untuk berbelanja secara daring. Menurut studi Oxford University Press dalam Journal of Consumer Research pada 2016 lalu, online shopping (yang dilakukan secara impulsif) memang bisa membuat mood-mu membaik untuk sementara waktu, dan kamu jadi merasa produktif meski sebelumnya sempat merasa stres atau gelisah, namun hal ini tetap sebaiknya tidak kamu lakukan di tengah kondisi keuangan yang tidak menentu.

    We’re all pretty stressed right now, dan mungkin kamu berpikir, “Ah, tapi shower gel kan, kebutuhan bulanan yang nanti pasti akan aku pakai. Apalagi sekarang sedang diskon, tak masalah, kan?” Well, ada baiknya kamu berpikir dua kali sebelum membeli. Ingat, kamu butuh menyimpan uang tunai sebanyak mungkin kalau-kalau ada pengeluaran tertentu yang butuh kamu lakukan. Para ahli ekonomi dunia telah memperingatkan bahwa resesi ekonomi akan (atau justru telah) terjadi secara global, sehingga mungkin “membeli barang kebutuhan bulanan yang sedang diskon” bukanlah suatu keputusan yang baik.

    The bottom line is, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, jadi tahan keinginan belanja yang tak perlu, simpan uangmu dan berusahalah untuk tidak tergoda diskon yang tersebar di berbagai marketplace online.


    9. Dapatkan uang tambahan

    Kamu memiliki keahlian khusus seperti pintar membuat jurnal, ahli membuat dessert, pandai menanam tanaman atau ahli merajut? “Jual” keahlian tersebut lewat Airbnb. Di tengah pandemi ini, Airbnb memiliki fitur terbaru Airbnb Online Experiences, di mana kamu bisa menunjukkan dan mengajarkan keahlianmu lewat sebuah kelas daring dan membantu para pengikut untuk mencoba dan mempelajari hal yang kamu lakukan. Tawarkan harga yang terjangkau untuk mendapatkan banyak pengikut, dan lakukan sesering yang kamu bisa untuk mendapatkan uang tambahan dari hal tersebut.

    Selain itu, kamu mungkin ingin mencoba untuk menjual pakaian yang tidak lagi kamu butuhkan secara online. Kamu bisa mencoba fitur Marketplace di Facebook, membuat akun di Carousell, atau membuat akun baru di Instagram. Tentu saja kamu butuh foto yang estetis supaya pakaian kamu terlihat menarik (it’s all abut branding y’all) serta pakaian layak pakai dengan kualitas yang bagus. Begitu kamu memiliki seorang pembeli dan ia puas dengan barangmu, kemungkinan besar ia akan kembali membeli untuk satu-dua barang lainnya serta memasarkan akun atau barangmu pada orang lain.

    Menurut Moira Campos, seorang seller dari Amerika Serikat yang kini menjadikan kebiasaan tersebut sebagai sebuah bisnis, kamu bahkan tak perlu menjual barang yang high-brand, street style seperti Zara atau barang-barang vintage pun akan terlihat menarik jika kamu pintar memadu padankannya. Dan kuncinya, cari tren yang sedang berlangsung, karena barang yang bisa dipakai untuk tren OOTD bahkan akan lebih cepat dipasarkan dibanding pakaian baru yang belum pernah kamu pakai di lemari.


    10. Pahami kebiasaanmu

    Selagi kita membuat rencana untuk masa depan yang tidak pasti, ini adalah waktu yang tepat untuk memikirkan kembali apa saja prioritas dalam hidupmu. Ingin berdonasi? Tentu bisa, namun mungkin kamu harus mengimbangi hal tersebut dengan belajar memotong anggaran untuk keperluan lainnya. Masa-masa seperti ini seharusnya menyadarkanmu atas pentingnya membuat bujet, mencari tahu apa saja pengeluaran dan kebutuhan utamamu, serta memahami betapa berharganya menabung meski jumlahnya mungkin tidak seberapa. In the end, having successful money habit is ultimately about understanding. Kamu perlu membuat rencana, memahami apa yang sesungguhnya kamu butuhkan, juga menyadari mana yang sebetulnya hanya keinginan belaka.

    Ada banyak hal yang mungkin tidak bisa kita kontrol di tahun 2020 ini, tapi kita bisa memutuskan apa pelajaran hidup yang bisa kita ambil – baik dari segi finansial, maupun sisi hidup lainnya. Semoga tahun depan akan lebih baik dari tahun ini. Hope we all get through this!


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Micheile Henderson on Unsplash)