Career

6 Tips Membuat CV Lamaran Kerja yang Tembus Seleksi Online

  by: Alexander Kusumapradja       1/12/2021
  • Cosmo babes, pernah merasa sudah kirim ratusan CV tapi kok tidak ada yang orang HRD yang menghubungi atau tembus panggilan interview ya? Kalau iya, mungkin CV kamu tidak tembus ATS alias Applicant Tracking System. Yup, sekarang ini makin banyak perusahaan yang menggunakan ATS untuk menyortir ribuan aplikasi lamaran yang masuk ke lowongan kerja mereka dan mengeliminasi otomatis lamaran yang dianggap tidak sesuai dengan yang mereka cari.

    Dengan adanya sistem otomatis ini, hampir 75% CV di internet akan ditolak begitu saja tanpa sempat dilihat oleh orang HRD. Itu sebabnya, kita perlu tahu nih cara merombak CV kita agar bisa melewati penyortiran tersebut. Berikut adalah beberapa tipsnya:




    via GIPHY


    1. Memasukkan kata kunci (keywords)

    Sistem pelacakan pelamar bekerja dengan cara yang mirip dengan optimisasi mesin pencari (SEO), yaitu dengan menggunakan kata kunci. Saat kita mengirimkan CV, ATS akan memindai dan menyimpannya di database. Perekrut kemudian dapat mencari database ini menggunakan kata kunci seperti keterampilan khusus, kualifikasi, atau jabatan untuk membuat daftar pelamar yang potensial. Triknya adalah memastikan CV kita berisi kata kunci relevan yang kemungkinan akan dicari oleh perekrut.

    Jadi, bagaimana kita tahu kata kunci apa yang tepat untuk digunakan dalam CV? Itu mudah. Lihatlah iklan pekerjaannya sebagai titik awal. Sembilan dari 10, iklan pekerjaan akan berisi keterampilan dan kualifikasi khusus yang dicari perekrut. Tugas kita adalah memastikan kata kunci tersebut tercantum dalam CV.

    Misalnya, jika perekrut telah mencantumkan 'content writing' sebagai keterampilan yang diperlukan dan kita memang memiliki pengalaman menulis konten, maka pastikan istilah 'content writing' tercantum dalam CV kita.


    2. Format file CV dengan benar

    Format file CV kita memiliki pengaruh besar pada apakah ATS berhasil membacanya dan mengambil kata kunci yang tepat. Ikuti poin-poin di bawah ini sebagai panduan awal:

    - Kirim CV sebagai dokumen Word dan hindari PDF (kecuali diminta).

    - Gunakan ukuran font tidak lebih kecil dari 10 poin.

    - Rata kiri (align left) dokumen Anda.

    - Gunakan setidaknya margin setengah inci.

    - Hindari menggunakan font khusus, gambar yang disematkan, dan desain CV yang tidak biasa atau terlalu kreatif, kecuali bila kamu memang melamar di bidang desain. Mereka mungkin menarik untuk dilihat secara langsung, tetapi sistem pelacakan ATS mungkin akan kesulitan memprosesnya.

    - Simpan informasi di badan dokumen, dan hindari meletakkan sesuatu yang penting (nama, alamat email, dll.) di bagian header atau footer.


    3. Memasukkan kualifikasi yang spesifik

    Jika lowongan pekerjaan mengharuskan kandidat untuk memiliki keterampilan atau kualifikasi tertentu, kemungkinan perekrut akan menggunakan sistem pelacakan pelamar untuk mencari CV yang berisi kualifikasi khusus tersebut.

    Sertakan bagian Keterampilan atau Kualifikasi di CV Anda untuk memastikannya diambil dalam pencarian. Ingatlah untuk mencantumkan semua keterampilan dan kualifikasi Anda yang relevan dalam bahasa sederhana dan umum dipakai yang kemungkinan akan dicari oleh perekrut.


    via GIPHY

    4. Hindari penjelasan yang bertele-tele atau berlebihan

    Saat membuat CV, biasanya kita memang ingin membuat daftar semua hal khusus yang membuat kita menjadi karyawan yang luar biasa atau pribadi yang menarik – kemauan untuk belajar, sikap positif, etos kerja yang luar biasa, hingga passion kita dalam berkarier. Namun, ATS tidak akan membaca salah satu dari persyaratan ini, jadi jangan ragu untuk mengabaikannya.

    Tetap berpegang pada keterampilan dan kualifikasi yang memang tertera dalam iklan lowongan kerja, karena hal itu yang akan membantu kita mengalahkan bot pelacak ini.


    5. Menuliskan nama jabatan yang jelas

    Menyebut diri kita dengan jabatan bikinan sendiri sebagai 'Director of First Impression' ketika jabatan kita 'resepsionis' atau ‘Pekerja Teks Komersial’ untuk menyebut ‘Copywriter’ mungkin terdengar lucu, tetapi itu tidak akan membantu kita lolos dari ATS. Perekrut akan mencari judul pekerjaan yang mereka ketahui, jadi penting agar judul pekerjaan di CV kita cocok dengan apa yang mereka pikirkan.

    Coba cari melalui semua lowongan pekerjaan yang diiklankan oleh perekrut untuk melihat bahasa apa yang mereka gunakan untuk menyebut jabatan tertentu dan kemudian tiru ini di CV kita.



    via GIPHY

    6. Bersihkan jejak media sosial

    Kabarnya beberapa ATS bahkan bisa langsung melacak jejak-jejak digital kita di media sosial. Itu sebabnya kita harus punya social media presence/online persona yang profesional dan bisa dipertanggungjawabkan saat mencari pekerjaan atau membuat second/alter account untuk hal-hal yang lebih privat.

    The good news is, kita bisa mengatur apa yang bisa ATS temukan. Yang pertama harus kita lakukan adalah mengecek privacy setting di semua akun media sosial kita dan tentukan apa yang bisa diakses oleh publik dan mana yang diset as private.

    Penting juga untuk mengecek kembali apakah media sosial kita menyimpan foto, komen, atau post yang memalukan atau tidak pantas dilihat. Kamu tidak mau kan karier impianmu terjegal oleh tweet memalukan dari lima tahun lalu?


    Dengan beberapa tips di atas, semoga job hunting kamu jadi jauh lebih lancar ya Cosmo babes, semangat!


    (Alexander Kusumapradja. Image: Christin Hume via Unsplash)